Home » FIKSI » Cerpen » “PEREMPUAN YANG LEWAT DI DEPAN RUMAH”

“PEREMPUAN YANG LEWAT DI DEPAN RUMAH”

Apa yang kalian pikirkan saat melihatku lewat di depan rumah kalian? Seorang perempuan yang terlihat amat sibuk, dengan pakaian yang terlihat meriah untuk tubuh besarnya dan tas yang tampak berat. Yang tampak dingin dan berjarak. Tidak ramah seperti beberapa tetangga perempuan lainnya di kompleks perumahan itu.

Aku juga terlalu sering terlihat dengan ponsel di tanganku. Bagimu mungkin aku terkesan sok sibuk dan sok penting, seperti tidak peduli dengan sekeliling. Selalu menunggu disapa dulu. Jarang meluangkan waktu dengan duduk dan mengobrol sebentar.

Aku memang belum lama pindah ke kompleks perumahan itu. Bukan maksudku menjaga jarak dan enggan bergabung dengan kalian, ibu-ibu dan bapak-bapak tetangga yang terhormat.

Aku sudah pernah mencobanya. Jujur, rasanya kurang nyaman. Obrolan kalian lebih banyak berupa gunjingan. Semua orang, mulai yang dikenal hingga tidak, kalian gosipkan. Ajaib mulut dan telinga belum panas hingga berasap.

Rasanya, setan-setan tengah menari kegirangan di udara, bukan kepalang. Tinggal tunggu waktu sebelum aku ikut jadi bahan gunjingan. Bukan tebakan asal maupun tuduhan.

Logikaku masih jalan.

Dan aku memang terbukti benar. Sebelumnya, pertanyaan-pertanyaan kalian yang kelewat usil dan menghakimi sudah bisa kutebak. Memang pekerjaanku apa, sehingga selalu terlihat lewat di depan rumah kalian, bukannya di kantor dari pagi hingga petang? Mengapa di usiaku yang ke-35 masih belum menikah juga? Dimana keluargaku? Kalau masih ada, kenapa aku tidak tinggal dengan mereka?

Lalu, siapakah beberapa pria bule yang sesekali menjemput dan mengantarku pulang? Yang mana pacarku?

Apakah diam-diam aku ini simpanan seseorang? Begitulah gosip, spekulasi yang kemudian beredar tentangku. Tatapan penuh arti bercampur seringai sinis. Sindiran halus. Tidak peduli kubilang aku mengajar bahasa Indonesia dan Inggris. Tidak peduli saat kubilang semua pria itu hanya teman dan aku bukan ‘ayam’.

Ya, aku tidak marah. Tidak ada gunanya meladeni kalian yang kurang kerjaan, terutama yang hobi menggunjingkan perempuan ini yang sering lewat di depan rumah kalian…

R.

Facebook Comments
Telah dibaca 16 x , hari ini 1 x

About rubyastari

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif