Home » HUKUM » Plus Minus Pemilukada Tidak Langsung

Plus Minus Pemilukada Tidak Langsung

Belakangan ini bergulir wacana bahwa DPR masa bakti 2014-2019 akan mengusulkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dikembalikan ke ranah DPRD Provinsi dan Kabupaten / Kota setempat. Wacana ini berkembang di tengah masyarakat secara luas. DPR yang baru beranggapan bahwa sistem tersebut lebih efektif untuk menghemat biaya Pilkada secara langsung yang berkisar + 100 triliun.

Namun, banyak pihak beranggapan bahwa Pemilukada Tidak Langsung hanya akan memundurkan demokrasi yang telah kita bangun. Bahkan, seorang tokoh parpol menilai hal tersebut sama saja kembali ke masa Soeharto. Berikut plus minus dari Pemilukada Tidak Langsung, menurut penulis :

PLUS :

1. Akan menghemat penyelenggaraan pemilukada yang berkisar 100 triliun (setara dengan 1/4 subsidi BBM).

2. DPR mengklaim, selama ini, kepala daerah yang dipilih oleh rakyat banyak yang korup. Diharapkan bila dipilih oleh DPRD akan mengurangi potensi tersebut.

MINUS : 

1. Masyarakat kabupaten / kota dan provinsi akan kehilangan hak suara untuk menentukan pemimpin di daerahnya masing-masing. Mereka hanya mendapat “jatah” suara saat Pilpres dan Pileg saja.

2. Susah menampik bahwa DPR hasil pilihan rakyat belum tentu yang terbaik. Sehingga dikhawatirkan banyak lobi-lobi politik untuk menentukan kepala daerah terpilih.

Dari poin-poin di atas, sebenarnya urgensi tidak terdapat pada langsung / tidak langsungnya tersebut. Bila dikehendaki secara langsung dan ingin mengurangi biaya penyelenggaraan, bisa saja pemilukada diadakan serentak di seluruh Indonesia sehingga bisa menekan biaya. Dan bila dikehendaki tidak langsung, opsi untuk menurunkan anggota KPK guna mengawasi DPRD setempat bisa dipertimbangkan. Karena semua hanya untuk kepentingan masyarakat, diharapkan tidak ada unsur politis dalam mengambil kebijakan ini.

Facebook Comments

About wildansnahar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif