Home » HUKUM » Mengapa Tidak Boleh Ada Hukuman Mati?

Mengapa Tidak Boleh Ada Hukuman Mati?

hukuman matiDisini saya bukannya mau melawan hukum atau perundangan yang berlaku terkait hukuman mati. Memang dinegeri kita ini, hukuman mati masih tetap dipertahankan sebagai hukuman maksimal yang bisa dilaksanakan, khususnya untuk pelaku kejahatan kejahatan berat.Sebenarnya kenapa pelaku kejahatan berat harus dihukum mati ?

Apakah benar dengan adanya hukuman mati, maka bisa menimbulkan efek jera bagi para pelaku kejahatan lainnya dan sekaligus untuk membuat takut semua orang agar tidak melakukan kejahatan berat ?

Bukankah kita semua tahu, bahwa kejahatan korupsi dan narkoba bisa dihukum mati, tetapi apa yang terjadi sekarang, tetap saja kasus kasus tsb masih saja terjadi, bahkan makin meningkat baik secara jumlah maupun kualitas/modus operandi dan para pelakunya.

Dengan demikian, untuk sementara ini dapat saya simpulkan bahwa belum ada korelasinya antara penerapan hukuman mati dengan terjadinya kasus kejahatan berat. Artinya, meski semua orang tahu bahwa berbuat jahat itu bisa dihukum mati, tapi tetap saja kasus kejahatan tsb terjadi.

Bagaimana bila kita balik cara berpikir kita, menjadi : “sekarang ini saja, orang bisa diancam hukuman mati, tapi masih banyak orang yang melakukan kejahatan berat, apalagi tidak ada hukuman mati ?”

Tetapi bila kita mau berpikir secara komprehensif, kita musti mempertimbangkan kondisi bagaimana bisa sebuah kasus kejahatan berat itu terjadi.

Pada dasarnya semua orang terlahir dalam keadaan suci dan tidak tau apa apa. Dalam proses menjadi dewasa, masing masing individu pastilah mengalami keadaan dan kondisi yang berbeda beda, baik secara fisik maupun non fisik.

Saya ambil sebuah pembandingan, seorang anak yang sejak kecil tidak memperoleh pendidikan cukup, baik akademis maupun moral, apalagi berada pada lingkungan keluarga atau masyarakat yang suka melanggar hukum atau aturan, tentu saja nanti setelah dewasa akan punya karakter yang berbeda dengan seorang anak yang terlahir dari kalangan keluarga mampu, yang selalu menyediakan pendidikan formal dan mengajarkan moral, apalagi berada dilingkungan beragama.

Tetapi itupun juga bukan jaminan. Bukan berarti para pelaku kejahatan semuanya berasal dari lingkungan keluarga dan kondisi yang buruk, bahkan ada juga pelaku kejahatan berat yang punya latar belakang ilmu agama yang cukup mumpuni, dan punya level pendidikan tinggi.

Disini saya punya opini, bahwa para pelaku kejahatan berat tidak dapat dihubungkan dengan hal apapun diatas, artinya bisa saja dilakukan oleh siapapun dengan kondisi apapun. Jadi, pelaku kejahatan menurut saya adalah orang yang punya kelainan kejiwaan atau sedang dalam atau mengalami kondisi tertentu sehingga mengakibatkan dia melakukan sebuah kejahatan.

Sebab, pada dasarnya, pada kondisi normal, tak ada satupun orang yang mau disebut sebagai penjahat, atau bercita cita menjadi seorang penjahat.

Ada lagi orang suka sekali berbuat jahat. Padahal dia tahu, bahwa perbuatannya itu melawan hukum, dan bila tertangkap tentu akan dihukum, tetapi tetap saja dilakukannya. Contohnya saja penjahat kambuhan. Baru seminggu keluar penjara, besoknya dia lakukan lagi kejahatan yang sama. Ini benar benar contoh manusia yang punya kelainan kejiwaan atau mengidap penyakit penyimpangan perilaku.

Nah orang orang semacam ini, bila melakukan kejahatan berat, misalnya dalam kasus pembunuhan sadis, psycopat dll rasanya tidak tepat bila diterapkan hukuman mati. Selain melanggar HAM juga tidak ber peri kemanusiaan.

Analoginya adalah, ketika ada seorang yang sakit, maka yang diperlukan adalah upaya penyembuhannya, bukan menghilangkan nyawanya.

Memang pelaku kejahatan berat bisa membahayakan orang lain, tapi bukanlah berarti menjadi alasan untuk membunuhnya melalui hukuman mati.

Atas dasar itulah maka banyak negara negara di Eropa telah mencabut hukuman mati antara lain Portugis, Denmark , Luxembourg , Norwegia, Perancis, Belanda , Liechtenstein, Jerman, Romania Slovenia Andorra, Croatia, Czechnia , Slovakia, Hungaria dan Irlandia dan sampai sekarang ini sudah 97 negara menghapuskan hukuman mati.

Negara-negara anggota Uni Eropa juga telah melarang menerapkan hukuman mati berdasarkan Pasal 2 Charter of Fundamental Rights of the European Union tahun 2000.

Di negera kita, sebelum sampai pada perdebatan perlu tidaknya hukuman mati diterapkan, yang lebih utama adalah upaya peningkatan kesadaran hukum bagi setiap warganya. Selain itu juga penegakan dan kepastian hukum yang masih lemah sekarang ini harus lebih di kokohkan, terutama moral para penegak hukum kita yang masih belum cukup tinggi.

Salam.

Facebook Comments

About Doni Bastian

One comment

  1. katedrarajawen

    Kepastian hukum dan mafia hukum bereskan dulu ya Pak?http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif