Home » IMTAK » Religi & Iman » Ciri-ciri Sufi Keramat

Ciri-ciri Sufi Keramat

Tuan Syech Ahmad Baqir

Tuan Syech Ahmad Baqir

Keramat di sini adalah salah satu maqom (tempat berdiri, tingkatan) bagi mereka yang sudah lama menjalani kehidupan sufi. Orang yang sudah mencapai tingkatan ini memiliki kelebihan supranatural yang tak terjangkau akal. Seperti bisa menyembuhkan penyakit berat hanya dengan mentera dan air putih, mampu berjalan mengapung di atas air, dapat mendatangi jarak yang jauh dalam sekejapan mata, bisa memerintah hewan buas, dan lain hal yang di luar kemampuan logika.

Bagaimana caranya agar seorang hamba bisa mendapatkan maqom keramat ini?

Biasanya dilakukan lewat ibadah dan riyadah (penyerahan diri). Banyak berzikir di bawah bimbingan mursyid, membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati, dan selalu menghormati tuan guru.

Mengapa harus menghormati tuan guru? Agar tuan guru suka kepada kita. Karena biasanya seorang murid sulit mendapatkan kenaikan tingkat tanpa do’a yang mustajab dari seorang guru atau tuan syech.

Bagaimanakah ciri dan sifat orang yang mudah mendapatkan maqom keramat itu?

Biasanya orangnya :
1.Tak banyak bicara. Kalau bicara suaranya halus dan pelan.
2.Cara jalannya dan semua gerakannya halus dan lembut.
3.Wajahnya bersih bercahaya. Auranya nyata kelihatan memancar. Sinar matanya teduh dan menyejukkan.
4.Selalu menjaga pandangan dan menjaga bicara.
5.Sudah terbebas dari penyakit hati, antara lain iri, dengki, hasud, tamak, loba, cinta dunia dan takut mati, riya, sum’ah, ujub, dan sejenisnya.
6.Usia sudah di atas 40 tahun.
7.Selalu berusaha dalam keadaan suci.
8.Tidak melakukan perbuatan dosa besar dan dosa kecil serta tidak mengekalkan perbuatan makruh..
9.Jujur dan lurus dalam berfikir dan bertindak.
10.Tidak suka bergurau.
11.Tidak mau bersenang-senang.
12.Tidak pernah mengeluh.
13.Dan beberapa lagi.
Sebenarnya, maqom keramat itu adalah sebuah ujian buat mereka yang mendapatkannya. Ilmu laduni (langsung dari Tuhan) itu terkadang membuat pemegangnya terhenti di situ.

Tak jarang para keramat itu kemudian sibuk mengobati orang, memberi lain-lain pertolongan yang bersifat duniawi, hingga lupa untuk meneruskan safar (perjalanannya). Meniti tangga iman, menuju kesejatian Ilahiah. Keadaan yang istimewa, dimana seorang umat bisa berbincang-bincang dengan Tuhan, dan ini biasa disebut dengan makrifah.

Orang keramat yang kemudian terlalu sibuk dengan urusan duniawi ini, bisa hilang maqom keramatnya itu. Tinggallah ia menjadi seorang dukun, paranormal atau ‘orang pintar’ saja. Ia gagal mencapai tujuan utama sorang salik, seorang sufi, yakni menjumpai Tuhannya. Mengenal dirinya dan mengenal Tuhannya.

Makrifatullah itu bukan hanya sekedar mengenal Allah. Tapi lebih kepada terbukanya hijab (tabir penghalang). Engkau mengenal Allah, dan Allah menerimamu sebagai hamba-Nya.

Bila engkau sudah diterima Tuhan sebagai hambanya, maka taklah sungkan bagi Allah untuk memberikanmu sekedar sepersejuta cuil ilmu-Nya.

Tahukah Anda, bahwa buat seorang sufi, ketika ia menengadahkan wajahnya, maka ia akan bertemu wajah Tuhannya. Dan tak ada satu pun langkah kaki seorang sufi, kecuali itu diiringi dengan syahdunya zikirullah. Seorang sufi sudah mampu mengubah detak jantungnya yang semula berbunyi flub dub-flub dub, menjadi berbunyi sesuai asma Tuhannya.

Orang sufi itu tidak ingin hidup, tidak ingin mati, tidak ingin masuk surga dan tidak takut masuk neraka. Ia sudah haqqul yaqin, bahkan ainul yaqin, bahwa semua yang telah dan akan terjadi adalah yang terbaik buatnya, sesuai kehendak Allah Arrohman.

 

photo : http://photos1.blogger.com/blogger/3100/1152/1600/ahmadbaqir.jpg
.

Facebook Comments
Telah dibaca 350 x , hari ini 2 x

About bang pilot

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif