Home » IMTAK » Religi & Iman » RENUNGAN RAMADHAN : Gara-Gara Payung

RENUNGAN RAMADHAN : Gara-Gara Payung

Hari minggu turun hujan yang sangat deras. Komeng keluar membawa payung karena ada sesuatu hal yang akan diurusnya. Ditengah jalan, hujan tiba-tiba berhenti. Komeng merasa haus dan kebetulan di dekat situ ada warung kopi. Lantas Komeng pun mendatangi warung kopi tersebut yang kebetulan sedang ramai pengunjung yang sekedar menghangatkan tubuh dengan secangkir kopi. Komeng meletakkan payung tersebut dekat dengan bangku panjang sementara ia memesan secangkir kopi. Tapi sesaat setelah Komeng kembali, dilihatnya payung sudah hilang.

Ketika dia menengadah, dilihatnya seorang pria membawa payungnya dengan berlari-lari kecil. Segera dikejarnya orang itu dan berteriak,” payung ini punyaku, kenapa diambil?”

“Ini payung saya. Apa buktinya kalau ini payungmu?”bantah orang itu.

“ Payung saya warnanya biru dan di gagangnya ada cuil sedikit karena pernah jatuh!” jawab pemilik payung.

Tetapi maling itu mendebatnya,” Payung biru banyak di pasar dan setiap orang pasti memilikinya. Gagang kayu yang cuil itu juga karena sewaktu membelinya terjatuh. Kamu jangan mengarang-ngarang cerita ya. Ini payung saya!”

Keduanya lantas bertengkar.

Orang yang menyaksikan pertengkaran mereka makin banyak. Tak seorang pun yang dapat membuktikan siapa yang mempunyai payung tersebut. Setelah berdebat dan bertengkar sengit, dan setelah orang-orang yang mengamatinya tidak juga menentukan siapa pemilik payung yang asli, tiba-tiba seseorang berkata,”lebih baik kalian berdua menemui Kepala Desa!”

Apa boleh buat, akhirnya keduanya menemui Kepala Desa.

Kepala Desa membuka sidang, tapi keduanya tidak bisa membuktikan siapa pemilik dari payung tersebut. Mereka berdua semakin rebut. Masing-masing mengakui payung itu adalah miliknya. Seketika Pak Kades membelah payung itu menjadi dua. Lantas mereka pun terdiam. Pak Kades lalu berkata dengan marah,” Karena tak seorangpun diantara kalian yang bisa membuktikan

Kepemilikan payung ini, saya belah payung ini masing-masing dapat setengah. Sekarang jangan rebut lagi disini. Pulanglah! Kalian juga Pulang!Masalah sudah selesai.”

Sekalipun keduanya tiding senang dengan kuputusan Pak KAdes, mereka tidak berani membantah. Jadi mereka pulang dengan payung setengah. Masyarakat yang hadir pun bingung dengan keputusan Pak Kades tersebut.

Ketika si pencuri payung sampai di rumahnya, anaknya bertanya keheranan,” Dimana ayah menemukan payung setengah itu? Kok aneh ada payung setengah? Lagian buat apa ayah membawa payung yang tak berguna itu?”

Sementara ketika Komeng pulang kerumah, istrinya sangat marah dan berkata,” Katika kamu pergi, payung ini masih baru. Kenapa pulang tinggal setengah? Lagian, kalau kena angin pun paling rusak. Ayo ceritakan! Kenapa bisa seperti ini?”

Tanpa diketahui keduanya, ternyata Pak Kades diam-diam mengutus Hansip untuk mengikuti kedua orang itu dari jauh. Tugas dari Badan Intelejen Desa ini adalah mengamati sambutan sanak keluarga mereka setibanya di rumah. Ketika petugas kembali, mereka melaporkan hasil pengamatan mereka.

Keesokan harinya Pak Kades memanggil kedua orang yang berselisih tersebut dan sekaligus mengumumkan kepada warga desa untuk berkumpul di Balai Desa guna menyaksikan persidangan itu sekali lagi.

Setelah masyarakat berkumpul dan kedua orang yang berselisih itu hadir, Pak Kades menjelaskan.

“Saya sengaja membagi payung itu menjadi dua bagian dan menyuruh mereka pulang. Namun diam-diam, saya mengutus petugas Hansip untuk mengikuti dan mengamati kedua orang yang berselisih tersebut. Ketika yang satu pulang, disambut amarah oleh istrinya karena waktu ia pergi dengan payung baru lantas kenapa berubah menjadi setengah? Kemarahan istri tersebut jelas membuktikan kalau payung itu benar adalah milik Komeng. Sedangkan yang seorang lagi, pulang disambut dengan pertanyaan oleh anaknya dimana dia dapat payung setengah itu? Pertanyaan seperti itu jelas membuktikan bahwa payung tersebut bukan miliknya. Karena itu saya putuskan bahwa si pencuri di hukum memberikan sepuluh payung baru kepada si Komeng!”

 

RENUNGAN KITA HARI INI:

Mencuri adalah mengambil harta milik orang lain dengan tidak hak untuk dimilikinya tanpa sepengetahuan pemilikinya. Mencuri hukumnya adalah haram. Di dalam hadist dikatakan bahwa mencuri merupakan tanda hilangnya iman seseorang.
“Tidaklah beriman seorang pezina ketika ia sedang berzina. Tidaklah beriman seorang peminum khamar ketika ia sedang meminum khamar. Tidaklah beriman seorang pencuri ketika ia sedang mencuri”. (H.R al-Bukhari dari Abu Hurairah : 2295)

Syarat dan Ketentuan
Suatu perkara dapat ditetapkan sebagai pencurian apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Orang yang mencuri adalah mukalaf, yaitu sudah baligh dan berakal
2. Pencurian itu dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi
3. Orang yang mencuri sama sekali tidak mempunyai andil memiliki terhadap barang yang dicuri
4. Barang yang dicuri adalah benar-benar milik orang lain
5. Barang yang dicuri mencapai jumlah nisab
6. Barang yang dicuri berada di tempat penyimpanan atau di tempat yang layak.

Dampak Mencuri
Dampak mencuri dapat dibagi menjadi dua yaitu :
1. Bagi Pelakunya
a. Mengalami kegelisahan batin, pelaku pencurian akan selaludikejar-kejar rasa bersalah dan takut jika perbuatanya terbongkar
b. Mendapat hukuman, apabila tertangkap, seorang pencuri akan mendapatkan hukuman sesuai undang-undang yang berlaku
c. Mencemarkan nama baik, seseorang yang telah terbukti mencuri nama baiknya akan tercemar di mata masyarakat
d. Merusak keimanan, seseorang yang mencuri berarti telah rusak imanya. Jika ia mati sebelum bertobat maka ia akan mendapat azab yang pedih.
2. Bagi Korban & Masyarakat
a. Menimbulkan kerugian dan kekecewaan, peristiwa pencurian akan sangat merugikan dan menimbulkan kekecewaan bagi korbanya
b. Menimbulkan ketakutan, peristiwa pencurian menimbulkan rasa takut bagi korban dan masyarakat karena mereka merasa harta bendanya terancam
c. Munculnya hukum rimba, perbuatan pencurian merupakan perbuatan yang mengabaikan nilai-nilai hukum. Apabila terus berlanjut akan memunculkan hukum rimba dimana yang kuat akan memangsa yang lemah.

Hukuman Bagi Pencuri
Mencuri adalah dosa besar dan orang yang yang mencuri wajib dihukum, yaitu:
a. Mencuri yang pertama kali, maka dipotong tangan kanannya
b. Mencuri kedua kalinya, dipotong kaki kirinya.
c. Mencuri yang ketiga kalinya, dipotong tangan kirinya.
d. Mencuri yang ke empat kalinya, dipotong kaki kanannya
e. Kalau masih mencuri, maka ia dipenjara sampai tobat

Artinya : Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Qs. Al-Maidah : 38 )
Artinya : Kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. ( Qs. Al-Hijr : 18 )

Syarat hukum potong tangan
1. Pencuri tersebut; sudah baligh, berakal, san melakukan pencurian degan kehendaknya bukan paksaan
2. Barang yang dicuri sampai nisab (+ 93,6 gram emas), dan barang itu bukan milik si pencuri

Hukuman Bagi Perampok
1. Bagi perampok yang membunuh orang yang dirampoknya dan mengambil hartanya. Dalam hal ini hukumnya wajib di bunuh; sesudah dibunuh, kemudian disalibkan (dijemur)
2. Bagi perampok yang mebunuh orang yang dirampoknya, tetapi hartanya tidak diambil. Hukumnya hanya dibunuh saja.
3. Bagi perampok yang hanya mengambil harta bendanya saja, sedang orang orang yang dirampoknya tidak dibunuh, dan harta yang diambil sampai nisab, maka perampok trsebut mendapat hukuman potong tangan kanan dan kaki kirinya.
4. Bagi perampok yang hanya menakut-nakuti saja, tidak membunuh dan tidak mengambil harta benda. Hukumannya adalah penjara atau hukuman lainnya yang dapat membuat jera, agar ia tidak mengulanginya.

Artinya : Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.( Qs. Al-Mumtahanah : 12 )

Artinya : Mereka berkata: “Jika ia mencuri, maka sesungguhnya, telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu.” Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya): “Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sifatmu) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu.”
( QS. Yusuf : 77 )

Artinya : Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik[414], atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar, ( QS. Al-Maidah : 33 )
Maksudnya Ialah: memotong tangan kanan dan kaki kiri; dan kalau melakukan lagi Maka dipotong tangan kiri dan kaki kanan.

Artinya : kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; Maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. Al Maidah ayat 34 )

 

 

MARI SEBARKAN KEPADA SESAMA MUSLIM SEBAGAI SEDEKAH RUHANIYAH KITA DAN SEMOGA MENAMBAH AMAL  JARIYAH KITA SEMUA

 

Facebook Comments
Telah dibaca 23 x , hari ini 1 x

About andigtl

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif