Home » IMTAK » Religi & Iman » RENUNGAN RAMADHAN : Mencari Si Pemotong Lidah Sapi

RENUNGAN RAMADHAN : Mencari Si Pemotong Lidah Sapi

Hari itu terjadi suatu peristiwa aneh. Saat itu Pak Kades baru saja hendak meninggalkan Balai desa, saat seorang petani datang terburu-buru. Sambil menunduk, ia berkata,” Pak Kades, ada orang yang memotong lidah sapi saya. Tolong bantu saya menangkap pelakunya,Pak”.

Pak Kades terkejut dan bertanya,” Kok bisa ya? Coba ceritakan gimana kejadiannya.”

Petani itu mulai bercerita,” Pagi ini saya mengeluarkan sapi hendak membajak sawah,Pak. Tapi saya kaget waktu melihat mulut sapi saya berlumuran darah. Setelah saya lihat, ternyata ada yang memotong lidah sapi saya. Saya tidak tahu siapa yang memotong. Makanya saya kemari minta bantuan Pak Kades!”

Pak Kades mulai berpikir,” Kayanya ini motifnya bukan uang tapi balas dendam. Coba kamu ingat-ingat, kira-kira kamu punya musuh tidak?” ujarnya pada si petani.

Si petani bingung…

“ Sudahlah…” ujar Pak Kades. “ Sepertinya sapi kamu itu tak bakalan berumur panjang. Jadi, potong saja. Nanti dagingnya jual ke pasar. Daripada kamu rugi..”

Karena tak mendapat solusi yang memuaskan, akhirnya si petani pulang.

 

Esoknya, Pak Kades membuat sebuah pengumuman penting..

“ Pengumuman kepada seluruh Warga desa. Untuk menjamin stok pangan daerah ini, diminta kepada seluruh warga untuk tidak menjual sapinya apalagi memotongnya. Kalau seandainya sakit segera dibawa ke Balai Peternakan untuk diobati. Kalau terpaksa harus dipotong, maka harus melaporkannya kepada pemerintahan desa. Pemotongan sapi tanpa sepengetahuan pemerintahan desa akan dikenai sangsi. Bagi pihak yang melaporkan apabila ada ditemukan pemotongan illegal maka akan mendapat hadiah sepantasnya dari pemerintahan desa.”

 

Hari kedua, tetangga pemilik sapi yang lidahnya terpotong, datang menghadap Pak KAdes. Dia melaporkan bahwa si petani telah melakukan pemotongan sapi illegal.

Pak Kades mulai berpikir,” tetangganya si pemilik sapi pasti sudah tahu kalau sapinya itu cacat karena ga ada lidahnya. Tapi tetangganya yang satu ini kok masih tetap melapor? Jangan-jangan ini ada udang di balik bakwan…”

Pak Kades bertanya pada orang itu,” kamu yakin sapinya itu sehat?”

Pemuda itu menjawab dengan tegas,” Yakin, Pak Kades..”

Pak Kades bertanya kembali,” Seluruh tetangga si petani tau kalau sapinya itu cacat karena ga ada lidahnya. Jadi ga masalah toh kalau dipotong? Daripada sapinya mati ga bisa nelen.. kamu kok bisa-bisanya melaporkan hal itu. Jangan-jangan kamu ada maksud tertentu ya?”

Pemuda itu mulai gentar. Melalui interogasi yang kian mendalam, akhirnya dia mengakui bahwa dialah si pemotong lidah sapi si petani dengan motif dendam…

RENUNGAN KITA HARI INI:

Dendam dalam bahasa Arab disebut juga dengan Al-Hiqdu الحقد . Menurut Al-Gazali dalam bukunya Ihya Ulumud Din jilid III, dijelaskan bahwa Hiqdu atau dendam berawal dari sifat pemarah. Sifat marah (gadab) itu terus dipelihara dan tidak segra diobati dengan memaafkan, maka akan menjadi dendam terhadap orang yang menyakiti kita.

 

Pengertian dendam secara istilah adalah perasaan ingin membalas karena sakit hati yag timbul sebab permusuhan, dan selalu mencari kesempatan untuk melampiaskan sakit hatinya agar lawannya mendapat celaka, barulah ia merasa puas.

 

Nabi muhammad SAW dan para sahabatnya ketika mereka berdakwah di Makkah selalu mendapatkan tekanan dan gangguan yang berat yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy.

 

Gangguan dan tekanan itu berupa siksaan, hinaan bahkan ada anggota keluarganya yang dibunuh, sehingga nabi dan para sdahabatnya hijrah ke Madinah.akan tetapi ketika Fathul Makkah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya tidak membalas perbuatan orang-orang kafir tersebut, meskipun nabi memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kaum kafir Quraisy. Bahkan nabi mengumandangkan perdamaian dan memaafkan kesalahan – kesalahan mereka pada waktu yang lalu.

 

Rasulullah juga memberikan teladan tentang perilaku pemaaf, bukan dendam. Misalnya, perlakuan orang Thaif terhadap rasulullah para sahabatnya yang telah mengusirnya, bahkan melemparinya dengan batu. Ketika malaikat menawari Rasulullah untuk menghancurkan kaum itu Rasulullah justru berdoa :
اَلَّلهُمَّ اهْدِ قَوْمِى فَإِنَّهُمْ لاَيَعْلَمُوْنَ
Artinya:
“Ya Allah, berilah petunujuk atas kaumku karena sesungguhnya mereka itu belum mengetahui.”
Kisah diatas memberikan gambaran , bahwa akhlak yang pantas dimilki oleh kaum beriman bukanlah sifat dendam dan sombong, tetapi adalah sifat terpuji diantaranya memaafkan kesalahan orang lain.
Allah berfirman
خُذِ اْلعَفْوَ وَأْمُرْ بِا لْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَهِلِيْنَ (الاعراف : 199)
Artinya:
“jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.”(Qs.Al-A’raf : 199)
Allah berfirman
… وَاْليَعْفُوْاوَالْيَصْفَحُوْا أَلاَتُحِبُّوْنَ أَنْ يُغْفِرَ اللهُ لَكُمْ وَاللهُ غَفُوْرُرَّحِيْمٌ (النور: 22)
Artinya:
“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada . apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang.”(An-Nuur : 22)

 

  1. Ciri-ciri sifat dendam
    · Tujuan hidupnya membinasakan orang yang menjadi lawannya
    · Perbuatan yang dilakukannya selalu bertujuan mengalahkan lawannya
    · Tidak merasa puas bila lawannya belum mendapatkan kekalahan
    · Hobi menyimpan rasa sakit hati dan berusaha membalas dikemudian hari
    · Tidak mau mamaafkan kesalahan orang lain
    · Selalu menjelek-jelekkan orang lain dan membuka aib orang lain
  2. Bahaya sifat dendam
    a. Perbuatan yang dibenci oleh Allah
    أَبْغَضُ الرَّجُلِ إِلَى اللهِ أَلَدُّ الْخِصَامِ (أخرجه مسلم
    Artinya:
    “orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang menaruh dendam kesumat (bertengkar).”(HR.Muslim)
    b. Hilangnya ketenangan jiwa, jiwanya akan selalu bergemuruh oleh perasaan yang tidak nyaman
    c. Menghindar bila bertemu dengan orang yang dibenci
    Padahal Allah menciptakan manusia dimuka bumi bukan untuk bermusuh-musuhan dan saling dendam, melainkan agar saling kenal-menganal, saling menghormati dengan sesama.
    Firman Allah:
    يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَكُمْ مِّنْ ذَكَرِ وَّأُنْثَى وَجَعَلْنَكُمْ شُعُوْبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوْا… (الحجرات : 13)
    Artinya:
    “Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan manjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.”(al-Hujurat :13)
    d. Selalu marah ketika mendengar kebaikan orang yang dibenci
    e. Dikucilkan dalam pergaulan
    4. Cara menghindari sifat dendam
    a. Mengetahui bahaya dari sifat dendam
    b. Senantiasa ingat kepada Allah dalam keadaan apapun
    c. Memaafkan kesalahan orang lain
    d. Saling menghormati dan menyayangi sesama manusia

 

MARI SEBARKAN KEPADA SESAMA MUSLIM SEBAGAI SEDEKAH RUHANIYAH KITA DAN SEMOGA MENAMBAH AMAL  JARIYAH KITA SEMUA

Telah dibaca 31 x , hari ini 1 x

About andigtl

Leave a Reply

Your email address will not be published.