Home » IMTAK » Religi & Iman » RENUNGAN RAMADHAN : Pak Kun Memperoleh Kembali Sapinya

RENUNGAN RAMADHAN : Pak Kun Memperoleh Kembali Sapinya

Suatu pagi, saat matahari baru saja terbit, Pak Kun pergi kekandang sapinya untuk memberi makan. Seperti biasa, sambil bernyanyi-nyanyi kecil, Pak Kun berjalan menuju kandang sapinya. Beliau sangat menikmati kegiatan tersebut. Tetapi, tatkala ia sampai di kandang tersebut, ia sangat terkejut karena sapinya tidak ada lagi disana!

“Wah, sapi saya dicuri orang,” gumamnya. Hatinya sangat sedih. Namun ia merasa tidak mungkin menemukan lagi sapinya yang hilang. Karena beliau sangat senang memelihara sapi, maka dia merasa tidak ada jalan lain kecuali ke pasar untuk membeli sapi.

Setibanya di pasar, Pak Kun berjalan – jalan untuk memilih sapi yang ingin dibelinya. Tiba-tiba ia melihat ada orang yang sedang menuntun dan akan menjual sapinya. Dengan segera ia mendekati orang tersebut dan memegang lengan orang tersebut sambil bersuara keras, “ kamu mencuri Sapi saya, ya. Kembalikan! Atau saya akan lapor ke Polisi!”

Penjual sapi malah berontak dan dengan sinis balik menyerang,” Sembarangan! Ini sapi saya! Saya sudah memeliharanya lebih dari tiga tahun! Jangan menuduh tanpa alasan! Apa buktinya ini sapimu?”

Penjual sapi memandang orang-orang yang ada di pasar tersebut dan berkata,” kalian semua menjadi saksi. Orang ini mau merebut sapiku!”

Orang-orang yang ada di pasar tersebut seakan setuju dengan pendapat si Penjual sapi dan bertanya kepada Pak Kun,” Benar katanya. Bisakah bapak membuktikan kalau memang sapi ini milik bapak?”

Si Penjual sapi merasa diatas angin.

Pak Kun gelisah. Ia berpikir,” benar juga. Bagaimana caranya aku membuktikan bahwa sapi itu adalah milikku?”

Setelah berpikir keras dalam waktu singkat, tiba-tiba dia mendapat akal cemerlang. Diulurkannya tangannya menutup kedua mata sapi itu lalu bertanya kepada si Penjual sapi,” Kalau memang kamu sudah memeliharanya selama tiga tahun, coba katakana, mata sebelah mana yang buta?”

Orang – orang di pasar memandang si Penjual sapi dan mendukung Pak Kun bertanya,” Ya.. Ya Katakan mata sebelah mana yang buta?”

Si Penjual sapi segera berkata,” tentu yang sebelah kiri!”

Pak Kun segera membuka mata kiri sapi. Semua orang melihat mata itu baik-baik saja. Si Penjual Sapi lantas dengan gugup berkata”Oh… saya lupa, yang buta mata kanan!”

Pak Kun membuka mata yang satunya lagi dan semua orang melihat mata itu baik-baik saja. Sekarang orang-orang berteriak” Ini sapi Pak Tua.. Jelas ini sapi Pak Tua. Ini bukan sapimu! Ketahuan kalau kaulah pencuri sapi Pak Tua.”

Orang-orang segera menangkap si Penjual Sapid an membawanya ke kantor Polisi setempat. Di sana Pak Kun menceritakan kronologis masalah yang dihadapinya.

 

Ternyata mata sapi itu baik-baik saja. Tidak ada yang buta. Kecerdikan Pak Kun adalah dia berhasil membuat perangkap bagi si pencuri sapi. Ketika dia dijebak untuk menjawab pertanyaan yang tidak dikuasainya, justru jawabannya itu malah menjerumuskannya ke balik jeruji besi.

 

RENUNGAN KITA HARI INI:

Terkadang, pada saat seolah-olah tiada jalan, ide itu bisa datang kapan saja. Jadi jangan mudah menyerah dalam keadaan sulit. Ketenangan kadang melahirkan ide kreatif dalam upaya mengatasi kesulitan hidup.

 

MARI SEBARKAN KEPADA SESAMA MUSLIM SEBAGAI SEDEKAH RUHANIYAH KITA DAN SEMOGA MENAMBAH AMAL  JARIYAH KITA SEMUA

Telah dibaca 25 x , hari ini 1 x

About andigtl

Leave a Reply

Your email address will not be published.