Home » IMTAK » Religi & Iman » AHMAD DAN SI MATA SATU

AHMAD DAN SI MATA SATU

Di suatu tempat tersebutlah seorang pemuda malas yang bernama Ahmad. Kerjanya hanya tidur-tiduran saja sambil berangan melakukan sesuatu.

“Hei Ahmad, Apa saja yang kau lamunkan dari pagi hingga petang di tempat tidur tu.” Tanya tetangganya.

“Kan lebih baik kalau engkau tu pergi bercocok tanam atau apa sajalah yang bisa menghasilkan,”

Ahmad menjawab,” Aku nie sedang berdoa engkau tau tak?Aku sedang meminta kepada Tuhan supaya dia berkenan mengangkat aku dari kemiskinan. Andai saja Tuhan berkenan mengabulkan doaku, maka aku bisa jadi orang kaya.”

Suatu hari, Ahmad mendengar dari orang – orang disekitarnya bahwa diseberang pulau dimana mereka tinggal hiduplah makhluk bermata satu. Mendengar itu semua, timbullah idenya yang disampaikannya kepada tetangganya,

“Sepertinya Tuhan mendengarkan doaku. Mudah-mudahan ini menjadi hari keberuntungan ku. Besok aku akan berlayar ke pulau seberang dimana si mata satu itu tinggal. Setelah itu aku tangkap salah satu dari mereka dan aku bawa kesini.”

Tetangganya bingung dengan ide gila si Ahmad.

“Untuk apa kau bawa si mata satu itu kemari?”

“Nanti aku buat sangkar yang bagus, kemudian akan aku pamerkan kepada semua orang di pulau ini. Nah, setiap orang yang hendak melihatnya harus membayar sejumlah uang kepadaku.”

Setelah Ahmad mendapatkan sebuah kapal, kemudian dia berlayar menuju pulau seberang. Pada saat kapalnya tiba di bibir pantai, dia melihat makhluk bermata satu berlari menghampirinya. Lantas Ahmad pun beteriak memanggilnya,

“Oh.. Hari keberuntunganku..Akhirnya engkau datang juga.” Saat si mata satu mendeka, Ahmad pun menyapanya,

“Sudah bertahun-tahun aku berkeinginan untuk menyambangi pulau ini.Apa kabar, saudara?”

Si mata satu menatap dalam-dalam pada raut wajah Ahmad.

“Terus terang, saudara adalah lelaki yang paling tampan yang pernah aku lihat dan paling aku tunggu kedatangannya,”sahut simata satu. Lantas dengan hati yang berbunga, Ahmad pun mulai melancarkan aksi rayuan gombalnya,

“Kedatanganku kali ini saudara, ingin mengundang saudara untuk berkunjung ke rumahku di pulau seberang. Marilah ikut denganku. Bukankah saudara belum pernah berkunjung ke pulau kami?”

Si mata satu kemudian kberkata,” Sungguh aku sangat senang sekali dapat berkunjung kerumah saudara. Tapi alangkah tersanjungnya saya apabila saudara berkenan menginap dulu di rumah saya. Mungkin keesokan harinya barulah kita berangkat ke rumah saudara, bagaimana?”

“Bolehlah kalau begitu…” Ujar Ahmad.

Maka berangkatlah keduanya ke rumah Si mata satu. Begitu Ahmad memasuki rumah Si mata satu, lantas ramai-ramai saudara Simata satu mengepung Ahmad hingga tak ada celah untuk melarikan diri.

Kemudian saat dirasa waktunya tepat, maka segera mereka beramai-ramai menangkap Ahmad dan memasukkannya ke dalam sangakar besi. Pada saat Ahmad telah masuk ke dalam sangkar besi, maka berserulah Si mata satu kepada saudara-saudaranya,

“Kalian lihat, sudah saatnya kita sekarang bergembira. Karena sebentar lagi, kemiskinan kita akan berakhir. Besok, makhluk aneh ini akan kita pamerkan di depan rumah kita. Jadi sesiapa yang ingin melihatnya harus membayar sejumlah uang kepada kita sehingga kita tidak perlu bekerja keras lagi, saudara-saudaraku.Hahahahahaha….

RENUNGAN KITA HARI INI:

Sifat malas kadang memang bisa mendatangkan hal-hal kreatif yang di luar dugaan kita. Kadang sifat  malas justru menguntungkan apalagi di zaman yang serba menghargai waktu seperti saat sekarang ini. Berlindung di balik efisiensi dan efektifitas, sifat malas justru menghadirkan tekhnologi yang merubah wajah dunia.

Remote di ciptakan karena orang malas untuk bergerak mengganti chanel TV mereka apalagi kalau kita dihadapkan pada beragam program TV yang menarik sehingga menuntut kita untuk selalu mengganti chanel TV.Dengan adanya remote juga pada akhirnya timbul inovasi lain berupa TV yang dapat di gantung seperti lukisan sehingga dapat me3menuhi nilai estetika pada tata ruang di rumah kita.

Mobil dan motor juga sekali lagi diciptakan karena sifat malas kita yang merasa merepotkan kalau harus menggurus kuda. Apalagi kotoran kuda ditakutkan malah membuat kumuh kota sehingga menambah beban pemerintah kota dalam menjaga kebersihan kota tersebut.

Memang selalu ada alasan di balik rasa malas kita. Tapi semua itu tidak menjadi masalah selama tidak merugikan orang lain. Mungkin akan menjadi masalah apabila hasil pemikiran kreatif yang memanjakan rasa malas kita justru menghancurkan tubuh kita perlahan-lahan. Bukankah manusia diciptakan untuk selalu beraktifitas?

Pemikiran kreatif yang merugikan orang lain ternyata secara tidak disangka justru merugikan dirinya sendiri seperti cerita diatas. Saat kita berpikir untuk mencelakai orang lain, siapa tahu ternyata orang yang ingin kita celakai tersebut ternyata berniat dan berpikiran yang sama dengan yang kita pikirkan.

Jadi jangan pernah berpikir untuk mencelakai orang lain  karena siapa tahu nantinya akan berbalik menyerang diri kita sendiri…

 

MARI SEBARKAN KEPADA SESAMA MUSLIM SEBAGAI SEDEKAH RUHANIYAH KITA DAN SEMOGA MENAMBAH AMAL  JARIYAH KITA SEMUA

Facebook Comments
Telah dibaca 20 x , hari ini 1 x

About auroraazzura

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif