Home » IMTAK » Religi & Iman » RENUNGAN SYAWAL : Hikmah Dibalik Bencana

RENUNGAN SYAWAL : Hikmah Dibalik Bencana

Bencana memang suatu bukti dari Allah bahwa sesungguhnya manusia itu tidak memiliki kemampuan apa-apa pada saat kondisi berbahaya. Pangkat, jabatan, status atau apapun yang bersifat duniawi atau uang dibangga-banggakan, ternyata semuanya tak mampu menolong jika semuanya berhadapan antara hidup dan mati apalagi jika maut sudah mengintai.

Hanya sedikit manusia yang punya kesadaran sehingga bencana demi bencana kerap berulang. Setiap musibah pada dasarnya adalah akibat kesalahan dan kelemahan manusia sendiri. Hanya saja kehendak Allah jua lah untuk menyelamatkan mereka atau menghendaki mereka meninggal dunia. Sebab, segala takdir memang berada di dalam kekuasaan Allah Swt.

Dengan kesadaran ilahiah, manusia diharapkan tidak sombong, tetap rendah hati dan sadar diri bahwa sesungguhnya dirinya sangatlah lemah. Manusia diharapkan jangan sampai mengejar dan membangga-banggakan status,pangkat,jabatan, harta, kekayaan, rumah, kecantikan, ketampanan dan sebagainya. Sungguh semuanya tak akan bisa menolong jika tiada pertolongan Allah.

Merugilah orang yang lebih mementingkan dunia ketimbang akhiratnya. Sebab, dunia ini hanyalah sementara. Oleh karena itu carilah bekal di dunia secukupnya saja dan tidak berlebihan. Namun  untuk bekal akhirat kita usahakan sebanyak-banyaknya, karena kita tidak tahu, sampai kapan kita akan hidup di akhirat. Bahkan kita juga tidak tahu, kelak kita akan masuk ke surga atau neraka.

Hanya saja , Allah telah memberitahu kita. Jika ingin masuk ke surga, maka kita mesti menjalankan segala apa yang diperintahkan Allah serta menjauhi segala apa yang di larangNYA. Sebab, tanpa rida dan kasih sayangNYA tak mungkin kita mendapat kenikmatanNYA.

Mengapa harus berzikir? Logikanya, ketika kepepet atau dalam kondisi yang spontan, orang sering meneriakkan apa yang sering diucapkannya atau apa yang ada dalam pikirannya. Kalau orang yang senantiasa berzikir dan mengingat Allah bisa dipastikan ketika dalam kondisi sangat kritis pun secara spontan pikiran, hati maupun lisan mengingat dan mengucapkan zikir serta memohonkan pertolongan Allah. Sehingga Allah pun akan memberi pertolongan kepada orang yang sungguh-sungguh memohon pertolongan kepadaNYA.

Semoga kita diberi pertolongan oleh Allah Swt. Untuk senantiasa patuh, bertakwa dan senantiasa mengingat dan berzikir kepadaNYA…

Telah dibaca 36 x , hari ini 1 x

About andigtl

Leave a Reply

Your email address will not be published.