Home » TEKNO » Informasi dan IPTEK » Informasi » Berita Dalam Negeri » “KERIKIL-KERIKIL TAJAM” PENGHANCUR TATANAN DEMOKRASI INDONESIA DI ERA REFORMASI

“KERIKIL-KERIKIL TAJAM” PENGHANCUR TATANAN DEMOKRASI INDONESIA DI ERA REFORMASI

Tulisan ini sebenarnya uda aku post di blog-ku (Nice Post), cuma karena ingin menyebarkan info penting ini.. aku juga post di ketik-ketik..

Kemarin sekalinya nonton TV ketemu berita perpolitikan Indonesia, katanya kepala daerah bakal dipilih lagi oleh DPRD bukan oleh rakyat. Seketika muncul beribu bahkan berjuta-juta tanda tanya di kepalaku. Kita ini di era reformasi bukan? Kok malah mundur lagi demokrasi kita? Ditambah lagi setelah mengetahui alasannya, katanya karena ingin menghemat biaya. Pemborosan katanya kalau pemilihan kepala daerah dipilih secara langsung oleh rakyat. Rawan money politics katanya. Alasan ini malah membuatku tambah tersentak, dan semakin geregetan..

Kenapa??
Kalo dipikir-pikir secara logis. Justru ketika pemilu tidak langsung, politik transaksional akan semakin besar, semakin tinggi. Harga kursi akan semakin mahal, karena untuk menjadi bupati atau gubenur itu tergantung pada kursi.

Penghematan biaya?? Apa benar karena alasan itu?? Karena sakitar 15 menit setelah menonton berita itu, muncul berita selanjutnya, yaitu berita tentang kilas balik tertangkapnya anggota-anggota dewan yang tersandung kasus korupsi.
Sungguh memalukan.

Apa bukannya hal inilah yang merupakan sebuah pemborosan uang Negara?? Untuk memilih seorang pemimpin wajar saja kalau ada pengeluaran yang lebih. Selama 10 tahun terakhir hal ini tidak ada masalah. Lalu kenapa kini banyak wakil rakyat yang ingin mundur lagi dalam hal berdemokrasi? Ingin rasanya aku bertanya, apakah kalian para wakil rakyat terhormat di sana benar-benar mewakili rakyat? Benar-benar pedulikah kalian pada rakyat? Jelas kalau pemilihan kepala daerah dipilih oleh cara perwakilan akan tidak mencerminkan pilihan rakyat. Cobalah bertanya sekali-sekali pada rakyat yang Anda wakili.. “Bagaimana citra wakil rakyat dimata masyarakat sekarang?”
Sekarang di mata masyarakat masih diselimuti ketidak percayaan kepada wakil rakyat atas banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh wakil rakyat. Belum sembuh luka “kepercayaan” yang diberikan oleh rakyat kepada wakil rakyat, kini malah ingin memperbesar luka itu.

Pemilihan kepala daerah melalui mekanisme dipilih DPRD, itu sama saja menghianati demokrasi, menghianati semangat reformasi. Karena hasil reformasi, menghasilkan UU Pilkada dan itu merupakan tafsir dari UUD 1945 yang sudah diamandemen. Rakyat harus tetap diberikan hak fundamental sesuai UUD bahwa kedaulatan ada pada rakyat dan memilih pemimpinnya tanpa perantara. Pilkada lewat DPRD tidak menjamin akan bebas dari korupsi dan bebas money politics. Pilkada lewat DPRD justru akan semakin membengkakkan budaya money politics. Politik transaksional akan semakin tinggi. Kursi jabatan di pemerintahan akan dibanderol harga mahal. Politik uang yang merajalela bukan soal pemilu langsung atau tidak langsung. Hal itu adalah soal budaya dan mindset yang dibentuk oleh kesadaran politik rendah, bahwa poliik uang adalah sesuatu yang biasa-biasa saja.

Memang aku bukan orang yang begitu mengerti tentang politik, tetapi setidaknya mata dan hatiku terbuka lebar. Gencar mendengung-dengungkan penghematan anggaran Negara, tapi praktiknya banyak wakil rakyat tertangkap malah merugikan Negara karena dikorupsi. Apakah itu bukannlah suatu pemborosan yang benar-benar merugikan?

Sudahlah.. jangan membuat dunia perpolitikan Indonesia semakin kusut lagi. Kini biarkan pemerintahan baru mempersiapkan diri untuk membangun dan merancang program-programnya. Jangan lagi mengusik dan malah menambah citra “tidak baik” wakil rakyat di mata masyarakat.

Ini hanyalah keluhan dari seorang anak yang tidak tahan akan perdebatan antara para poliTIKUS yang saling bersilat lidah mengaku benar dan membenarkan dirinya sendiri akan tindakan yang dilakukan. Dan semoga di pemerintahan baru nanti politisi-politisi yang baik lebih banyak bermunculan.

Ayo, sobat jangan biarkan hak demokrasi rakyat dirampas dan disandera. Dukung pemilihan langsung dengan ikut menandatangani petisi (klik link di bawah)
http://www.change.org/p/dpr-ri-dan-sbyudhoyono-kepala-daerah-harus-dipilih-rakyat-bukan-dprd-dukungpilkadalangsung

Facebook Comments

About Nining Purwaningsih

One comment

  1. betul sekali ! dukung pilkada langsung oleh rakyat

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif