Home » TEKNO » Isu Aktual » e-DDC Edition 23 Version 3.3 Updated Resmi Dirilis.

e-DDC Edition 23 Version 3.3 Updated Resmi Dirilis.

ddc
Dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan 14 September sekaligus memperingati Bulan Gemar Membaca, e-DDC Edition 23 Version 3.3 Updated resmi dirilis. Sejak pertama kali dikembangkan pada tahun 2009 dan dirilis pertama kali pada tanggal 17 April 2010, e-DDC telah mengalami beberapa kali perkembangan yaitu sebegai berikut:

e-DDC (Version 1) dirilis 17 April 2010,
e-DDC Edition 22 (Version 2.1) dirilis tanggal 23 Agustus 2010,
e-DDC Edition 22 (Version 2.2) dirilis tanggal 12 Oktober 2011,
e-DDC Edition 22 (Version 2.3) dirilis tanggal 6 Oktober 2012,
e-DDC Edition 23 (Version 3.2) dirilis tanggal 20 Desember 2012,
e-DDC Edition 23 (Version 3.3) dirilis tanggal 26 Maret 2013,
e-DDC Edition 23 (Version 3.3 beta) dirilis tanggal 10 Mei 2014, dan yang terkini:
e-DDC Edition 23 (Version 3.3 Updated) dirilis tanggal 14 September 2014.

Ada beberapa perbedaan antara e-DDC Edition 23 Version 3.3 Updated dengan versi-versi sebelumnya, tentu saja, yang paling utama adalah dari segi konten di mana diharapkan e-DDC Edition 23 Version 3.3 Updated semakin lengkap dan semakin memenuhi kebutuhan semua jenis perpustakaan dalam hal melakukan proses klasifikasi berdasarkan Sistem Klasifikasi DDC.

Adapun ciri khas e-DDC Edition 23 Version 3.3 Updated adalah sebagai berikut:

Notasi klasifikasi Agama Islam 297 dan 2X0 diupdate sehingga lebih lengkap dari pada versi sebelumnya. Notasi klasifikasi Agama Islam 297 disusun berdasarkan DDC Edisi 23 (cetak) serta Webdewey (trial version) sedangkan notasi klasifikasi Agama Islam 2X0 disusun berdasarkan buku “Daftar Tajuk Subjek Islam dan Sistem Klasifikasi Islam” terbitan Departemen Agama RI tahun 2003. Hal ini sudah diupayakan sejak e-DDC generasi awal (e-DDC Version 1) dan menjadikan e-DDC sebagai satu-satunya aplikasi untuk menentukan nomor klasifikasi DDC yang mengakomodasi kedua notasi klasifikasi Agama Islam (297 dan 2X0) tersebut. Pustakawan boleh menggunakan salah satu di antara notasi 297 atau 2X0 tersebut sesuai kebutuhannya masing-masing.

Disediakan opsi pilihan untuk notasi bahasa Indonesia yaitu menggunakan nomor klasifikasi 410 atau 499.221. Notasi bahasa Indonesia under 410 disusun sebagaimana petunjuk dalam Schedules DDC Edisi 23 Volume 2 halaman 931 Option A yang berbunyi: “to give local emphasis and a shorter number to a specific language other than English, e.g Russian, class it here and add to base number 41- as instructed under 420 – 490.” Hal ini pernah diupayakan oleh Towa P. Hamakonda dan JNB. Tairas dalam buku “Pengantar Klasifikasi Persepuluhan Dewey”. Dikarenakan sudah terdapat petunjuk dalam Schedules DDC Edisi 23 tersebut, maka tidak ada salahnya jika pustakawan menggunakan notasi dasar 410 untuk nomor klasifikasi bahasa Indonesia untuk mendapatkan penomoran yang lebih luas. Namun apabila memilih menggunakan nomor dasar 499.221 sebagaimana yang sudah disediakan pada bagan DDC Edisi 23 juga diperkenankan. Pada intinya, pustakawan boleh menggunakan salah satu di antara notasi 410 atau 499.221 tersebut sesuai kebutuhannya masing-masing.

Untuk kasus yang hampir sama, juga disediakan opsi pilihan untuk notasi sastra Indonesia yaitu menggunakan nomor klasifikasi 810 atau 899.221. Notasi sastra Indonesia under 810 disusun sebagaimana petunjuk dalam Schedules DDC Edisi 23 Volume 3 halaman 794 yang berbunyi: “to give local emphasis and a shorter number to a specific literature other than American literature in English, e.g Afrikaan literature, class it here and in that case class American literature in english in 820.” Sama dengan di atas, hal ini juga pernah diupayakan oleh Towa P. Hamakonda dan JNB. Tairas dalam buku “Pengantar Klasifikasi Persepuluhan Dewey”. Dikarenakan sudah terdapat petunjuk dalam Schedules DDC Edisi 23 tersebut, maka sekali lagi tidak ada salahnya jika pustakawan menggunakan notasi dasar 810 untuk nomor klasifikasi sastra Indonesia untuk mendapatkan penomoran yang lebih luas. Namun apabila memilih menggunakan nomor dasar 899.221 sebagaimana yang sudah disediakan pada bagan DDC Edisi 23 juga diperkenankan. Dan sekali lagi pada intinya pustakawan boleh menggunakan salah satu di antara notasi 810 atau 899.221 tersebut sesuai kebutuhannya masing-masing.

Terdapat tambahan notasi untuk tema-tema baru yang hanya terdapat pada DDC (cetak) Edisi 23 yang tidak terdapat pada edisi sebelumnya, seperti 004.6782 untuk cloud computing, 006.752 untuk web blog, sedangkan nomor 777 untuk sinematografi yang pada DDC (cetak) Edisi 23 kembali ditampilkan setelah pada edisi-edisi sebelumnya nomor tersebut (777) tidak digunakan, juga relokasi dari 297.124 (DDC sebelum edisi 23) ke 297.125 (mulai DDC Edisi 23) untuk Hadith. Hal ini cukup menunjukkan bahwa konten e-DDC memang update sesuai dengan DDC (cetak) Edisi 23.

Khusus untuk e-DDC Edition 23 Version 3.3 Updated, konten e-DDC yang berkenaan dengan bagan klasifikasi DDC telah dilakukan verifikasi oleh pustakawan-pustakawan yang berkompeten dari Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Jawa Timur, untuk menghindarkan kesalahan penempatan nomor klasifikasi.

Ciri khas paling unik pada e-DDC Edition 23 Version 3.3 Updated adalah fitur “Basmalah”, yaitu bacaan “Basmalah” yang akan terdengar setiap pertama kali mengakses halaman awal (home) e-DDC. Bacaan “Basmalah” juga akan kembali terdengar setiap halaman Agama Islam 297 dan 2X0 diakses. Namun, apabila dikarenakan suatu alasan tertentu fitur “Basmalah” ingin dinonaktifkan, cukup dengan meremove file “Basmalah.mp3” dalam folder instalasi default e-DDC yaitu di C:/Program Files/e-DDC/e-DDC Edition 23.

Demikian, sekali lagi e-DDC dibuat dan dikembangkan semata-mata hanyalah untuk membantu pustakawan dan penggiat perpustakaan dari lintas disiplin ilmu dalam rangka menentukan nomor klasifikasi DDC. Apabila mempunyai cukup dana, tetap direkomendasikan untuk menggunakan bagan asli klasifikasi DDC terbaru (DDC Edisi 23) atau Webdewey demi keabsahan penomoran. e-DDC tidak ditujukan untuk kepentingan komersial atau semacamnya. Maka diharapkan e-DDC dapat turut memperkaya khazanah keilmuan khususnya yang berkaitan dengan ilmu perpustakaan dan ilmu informasi di Indonesia. Akhirul kata, tiada gading yang tak retak, masukan dan saran akan sangat diharapkan demi perkembangan e-DDC di masa mendatang.

Sumber :e-ddc.org

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

One comment

  1. waah keren tuh, biar nanti pustakawan semakin bersemangat mengelola perpustakaan :) good news.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif