Home » IPTEK » Isu Aktual » Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba Meninggalkan Luka

Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba Meninggalkan Luka

Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba

JR Saragih Bupati Simalungun (tribunnews,com)

Kemeriahan  Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba menggema ke penjuru negeri. Event tersebut bukan event karnaval memeriahkan HUT RI ke-71 biasa karena hadirnya Presiden Jokowi bersama para menteri dan pejabat tinggi lainnya.

Tekad menjadikan Danau Toba menjadi destinasi wisata unggulan membuat pemerintah berusaha mengangkat dan memperomosikan Danau Toba dengan segala upaya . Dan terlihat beberapa media elektronik ikut menayangkan acara tersebut secara live.

Namun sayang seribu sayang, kesemarakan acara yang mengikutsertakan adat dan budaya daerah lain ternyata meninggalkan luka bagi masyarakat setempat.

Sampai-sampai Bupati Simalungun, JR Saragih, menangis sedih saat konprensi pers. Alasannya pakaian adat yang dikenakan oleh Menteri Pariwisata  Arief Yahya itu bukan pakaian adat Simalungun melainkan pakaian adat Batak Toba. Padahal acara tersebut digelar di Balige yang notabene bagian dari Kabupaten Simalungun.

Kekecewaan bukan hanya milik bapak bupati seorang. Masyarakat Simalungun juga merasa bahwa Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba sangat minus simbol-simbol yang menunjukan adat dan budaya Suku Simalungun. Kata-kata yang tertulis pada spanduk dan baliho-baliho hanya Toba Samosir dan Pulau Samosir saja. Sama sekali tidak menyebutkan Simalungun.

Cukup dimengerti juga rasanya, bagaimana Kabupaten Simalungun sebagai tuan rumah seperti dianaktirikan. Menjadi asing di rumah sendiri. Walau sebagian lain juga berpendapat bahwa sikap JR Saragih terlalu lebay dan kekanak-kanakan karena menangis dihadapan menteri.

Olga Lydia sebagai juru bicara event Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba pun secara langsung sudah meminta maaf dan menjadikan peristiwa itu sebagai koreksi.

Satu hal yang menjadi catatan adalah bahwa segala acara yang berkenaan dengan adat istiadat dan budaya harus benar-benar dipesiapkan secara matang. Agar tidak menimbulkan kontroversi dikemudian hari.

Sumatera Utara adalah provinsi yang sangat multi etnis.  Jangan dipikir di Sumatera Utara yang ada hanya Suku Batak. Ingat, Karo juga bukan Batak. Batak pun terbagi lagi menjadi Batak Toba, Mandailing, Simalungun,Pakpak, Angkola yang akan terbagi lagi dalam puluhan sub suku.

Semoga di kemudian hari tidak ada lagi bupati yang menangis hanya gara-gara adatnya terabaikan dalam sebuah event besar seperti yang terjadi di Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba lalu.

Facebook Comments
Telah dibaca 152 x , hari ini 1 x

About vepe

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif