Home » Lain-lain » “DI BALIK PERINGATAN ‘JANGAN-JANGAN’…”

“DI BALIK PERINGATAN ‘JANGAN-JANGAN’…”

“Jangan-jangan…”

Aku sudah terlalu familiar dengan ucapan itu, berikut dengan nada suara yang penuh rasa curiga dan was-was. Kadang nyaris mendekati paranoia.

Dan kata mereka, akulah yang berlebihan. Akulah yang terlalu khawatir, seperti biasa.

Jangan-jangan itu suara hantu. Jangan-jangan kamu mau sakit.

Sejak kecil, aku sudah dikenalkan dengan ekspresi itu. Aku tahu, aku bukan satu-satunya. Banyak anak lain yang mengalaminya. Namun, tak semua sama. Mungkin ada yang lebih santai menanggapinya. Ada juga yang sepertiku, (dianggap kelewat) waspada. Bagaimana, sih? Kata mereka, aku harus selalu hati-hati, wajib waspada. Kalau sampai terjadi apa-apa denganku, nanti bisa repot jadinya. Lebih parah lagi, kemungkinan setelah ‘jangan-jangan’ yang gagal sebagai peringatan, berikutnya yang keluar adalah:

“Kamu sih, udah dibilang jangan masih nekat juga.”

Salah tidak sih, kalau penyebab ucapan ‘jangan-jangan’ sering tidak dihiraukan ya, gara-gara tidak ada penjelasan, alasan di balik suatu larangan atau peringatan? Yang paling sulit tentu adalah saat berurusan dengan sesama manusia. Ya, tahu sendiri hati mereka suka mudah berubah.

“Hati-hati, jangan-jangan dia bajingan. Jangan-jangan kamu hanya dijadikan mainan.”

Bersyukurlah bagi mereka yang berinsting kuat. Meski kadang kecemasan atau kecurigaan mereka tidak terbukti, yang penting diri sendiri aman – tidak tersakiti. Memang, tidak semua harus tergantung logika untuk hal ini.

Namun, ada kalanya manusia ingin sekali menikmati meski satu hari saja, tanpa kekhawatiran yang diawali dengan “Jangan-jangan…”

Saya yakin, saya bukan satu-satunya…

R.

(Jakarta, 1 April 2016 – untuk Tantangan Menulis Jakarta’s Couchsurfing Writers’ Club. Tema: “Jangan-jangan”.)

 

Facebook Comments
Telah dibaca 28 x , hari ini 1 x

About rubyastari

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif