Home » Apakah Agama Sudah Membuat Damai?

Apakah Agama Sudah Membuat Damai?

Bila kita yang beragama masih suka bikin kacau dan tak bisa hidup damai dengan sesama itu membuktikan kita tak memahami makna dari kata ‘agama’ itu sendiri.

Bagaimana kita bisa memahami ajaran agama kita sendiri bila untuk kata ‘agama’ saja tak bisa memahaminya dengan baik?

Padahal omo hal yang sederhana. Tetapi menjadi tidak sederhana ketika kita tidak menggunakan hati yang sederhana untuk memaknainya.

Secara harafiah kita tahu bahwa kata ‘agama’ berasal dari bahasa Sansekerta A dan Gama. Yang bermakna ‘Tidak Kacau’ alias damai. Sederhana, kan?

Sebenarnya dari makna kata ‘agama’ saja kita sudah dapat memahami bahwa dengan beragama itu adalah untuk membuat kehidupan ini aman dan damai alias tidak kacau atau mengacaukan kehidupan.

Jadi dapat kita pahami adanya agama di muka bumi itu bertujuan agar kehidupan manusia tidak kacau. Dengan kata lain sesama manusia dapat hidup damai, rukun dan harmonis satu sama lain berdasarkan ajaran agamanya masing-masing.

Sebab sejatinya setiap agama itu pasti mengajarkan tentang cinta kasih berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan. Coba tunjukkan agama mana yang tidak mengajarkan tentang nilai-nilai cinta kasih kepada sesama makhluk hidup?

Apakah masih layak disebut agama bila tidak mengajarkan kedamaian dan cinta kasih?

Sayang nyatanya jangankan antar agama yang berbeda antar sesama agama saja bisa tidak rukun. Saling nengklaim sebagai yang paling benar. Tentu ini menjadi tanda tanya keberagamaan kita bila itu terjadi.

Tentu menjadi tanda tanya bila kita sudah beragama belum bisa hidup damai dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan. Alih-alih untuk bisa mengasihi sebagaimana yang diajarkan setiap agama yang ada.

Dipastikan ada sesuatu yang tidak beres bila dengan beragama kita belum bisa mengasihi. Sejatinya menjadi bahan permenungan dan refleksi untuk menemukan kesadaran atas ketidaksadaran ini.

Mengapa saya belum bisa mengasihi sementara Tuhan dan Para Nabi sejak dahulu sudah mengajarkan kepada ciptaan-Nya dan umatnya untuk bisa saling mengasihi?

Bukankah Tuhan juga sudah mengkaruniakan hati nurani yang penuh cinta kasih? Mengapa saya belum bertumbuh dalam cinta kasih?

Apakah pantas bila saya disebut makhluk Tuhan dan mengaku beragama sementara tak bisa hidup rukun dan mengasihi sesamaku?

Bila ada kerendahan hati kita bisa sejenak dalam keheningan menanyakan kepada diri sendiri dan semoga menemukan jawabannya.

#katedrarajawen@refleksihatimenerangidiri

Facebook Comments
Telah dibaca 50 x , hari ini 1 x

About katedrarajawen

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif