Home » Perjalanan Kembali ke Dalam Diri

Perjalanan Kembali ke Dalam Diri

Perjalanan Kembali ke Dalam Diri

Dalam hidup kekinian setiap dari diri kita terlalu sibuk dengan urusan di luar dari diri. Sibuk dalam hal keduniawian. Kita lebih memahami kesuksesan hidup itu apabila sukses dalam usaha, karir, pendidikan, kekuasaan, atau segala hal di luar dari urusan spiritual. Memiliki anak-anak yang pintar dan berprestasi. Sebab hal seperti itulah yang lebih menarik dan menjadi fokus kehidupan kita.

Kita rela demi untuk meraih semua itu mengorbankan nilai-nilai spiritual yang kita miliki. Ya, demi kekayaan, peningkatan karir, dan meraih kekuasaan kita melakukan hal yang bertentangan dengan moralitas.

Kita tiada lelah mengejar keduniawian. Membangun rumah mewah dengan menghiasi seindah mungkin dengan perabotan yang berkualitas sebagai bentuk keberhasilan dan untuk menunjukkan harga diri kita kepada masyarakat.

Namun kita lupa melakukan hal yang sama untuk diri yang ada di dalam. Kita tak bergairah membangun kemewahan untuk hati kita dan menghiasi dengan aroma wangi dan keindahan. Dimana kemudian berwujud dalam perilaku kita yang menawan dan elegan.

Segala fenomena duniawi membuat kita mabuk kepayang dan terlena,  sehingga lupa untuk menerangi diri dalam dunia spiritual yang membuat kita bersinar dalam pencerahan.

Pada akhirnya mengejar segala hal yang berbentuk keduniawian tak akan pernah memuaskan. Kita akan terus mengejar dan terjebak dalam lingkaran yang tiada habisnya. Tak akan ada rasa puas. Keduniawian akan mengikat kehidupan kita, sehingga sulit untuk melepaskan diri lagi. Seperti meminum air garam yang akan membuat kita semakin haus.

Berbeda bila yang menjadi tujuan hidup kita adalah pengejaran spiritual. Lebih mengutamakan kerohanian daripada keduniawian. Pada saat menyelam kedalaman kesejatian, maka kita akan menemukan kepuasan. Rasa syukur yang mendalam, sehingga lahir kedamaian.

Jelaslah bahwa perjalanan kita ke dalam warna-warni keduniawian membuat kita semakin jauh untuk menemukan kesejatian diri. Jauh dari hakekat kehidupan yaitu berjalan kembali kepada-Nya.

Ada waktunya untuk kita sejenak menyadari untuk memulai menyusuri jalan kembali ke dalam diri. Menyelami dan menemukan mutiara-mutiara kehidupan dan pada akhirnya berjumpa dengan diri kita yang sejati.

katedrarajawen@refleksihatimenerangidiri

 

 

Dikirim dari LG Mobile-ku
Facebook Comments
Telah dibaca 51 x , hari ini 1 x

About katedrarajawen

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif