Home » PENDIDIKAN » Edukasi & Sekolah » GURU TELADAN GALAU

GURU TELADAN GALAU

Hidup Asrul sebenarnya datar-datar saja hingga suatu ketika mendapat kejadian penting tanpa wangsit sebelumnya. Asrul mendapat surat penting.

Surat itu resmi dari kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten tempatnya mengabdi. Isinya Cuma panggilan.

“ Ahh.. Ini dia Asrul! Duduk dulu, Srul!” seru Muhaimin, kepala sekolahnya, ketika dia masuk ke kantor. Pesuruh menyodorkan segelas teh panas. Disilakan, Asrul langsung menyeruput teh panas itu sedikit.

“ Bapak yang bernama Asrul?” Tanya seorang berbaju batik dengan hiasan Korpri diatas saku bajunya.  “Selamat!Kerja keras Bapak selama ini telah membuahkan hasil yang gemilang. Pepatah mengatakan, siapa menabur benih akan menuai hasilnya… Panitia pemilihan Guru Teladan se Kabupaten telah memilih Bapak sebagai pemenang, setelah melalui penelitian yang intensif terhadap etos kerja, dedikasi, dan prestasi Bapak selama ini yang sungguh-sungguh telah memuaskan banyak pihak. Disamping itu, ee..Dlam keterbatasanwaktu yang luar biasa, program wajib dari provinsi initelah dapat kami selesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya pula…. Selamat, Pak, sekali lagi selamat!”

Asrul terdiam.

Lama keheningan itu tercipta hingga Muhaimin cepat menyela,” Selamat,Srul! Kamu sudah menjadi Guru Teladan se Kabupaten.”

“ Pak Asrul akan menerima piagam penghargaan langsung dari Bapak Bupati besok pagi pukul sepuluh di Balai Pertemuan sekalian dengan upacara pelepasan para teladan tingkat provinsi,”sambung pejabat berbatik tadi.

“ Bila menang lagi Pak Asrul bisa berjabat tangan dengan Bapak Gubernur!” sela yang satunya.

Walikota, gubernur, teladan, kata-kata itu menubruk Asrul dan baru nyata berwujud kepanikan saat tamu telah pergi.

“ Besok kamu libur sebab harus ke Balai Pertemuan,” Muhaimin memecah kebuntuan telinga Asrul. “ Jangan Lupa ke sini sehabis terima hadiahnya!”

“ Kok bisa?” gumam Asrul

Hidung Muhaimin merona. “ Kok bisa apanya?”

“ Kok bisa saya yang dipilih? “

“ Ya, gak tau Srul.. Tapi itu gak penting. Yang penting kamu sudah menjadi Guru Teladan dan sekaligus mengharumkan nama sekolah.”

“ Saya tidak cari hadiah.”

Muhaimin tertawa.” Bagus, bagus!Makanya kamu jadi teladan. Itu namanya mengabdi tanpa pamrih..”

“ Tapi semua Guru kan bukan cari hadiah,” kata Asrul agak keras.” Kami Cuma cari makan…”

“ Ah, sudahlah,” Muhaimin mulai terganggu.” Kalau kamu tak punya baju batik, bilang sama saya..”

Asrul lantas segera permisi.

Disongsong Gelam lantas Fuad, Izam dan Adlan di kantor Majelis Guru. Mereka berseri-seri.

“ Kalau ditanya nanti aku jawab begini, Asrul itu memang teladan. Suka datangnya lebih pagi.”Ujar Adlan.

“ Sama saja dengan kalian,” potong Asrul.

“ Ya beda la… Kamu kan teladan,” kata Fuad polos.

“Sudah, sudah!”bentak Asrul lemah.

“ Kamu ini kok aneh? Gak senang jadi teladan. Kenapa?” Tanya Izam.

Asrul Cuma diam.

“ Kalau kamu senang, kami ikut senang juga kok! Kamu harus bangga, Srul!Berapa jumlah Guru di kabupaten ini, coba? Yang teladan Cuma kamu!”

“ Justru itu,” sembur Asrul. “ kalau aku saja teladan, mustahil kalian bukan teladan. Atau, kalau kalian bukan teladan, bagaimana aku bisa jadi teladan?”

“ Kacau kamu, Srul!” kata Izam tak tahan.

“ Tidak!Kalian yang kacau. Pegawai Dinas Kacau. Panitia juga kacau. Aku tak paham.”

Terbiasa dengan akar dan asal usul, Asrul mencoba untuk mencari sebab mengapa ia dipilih menjadi Guru Teladan.

Dibawah bayangan  Guru teladan itu, debu-debu beterbangan.

Facebook Comments
Telah dibaca 101 x , hari ini 1 x

About andigtl

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif