Home » PENDIDIKAN » Edukasi & Sekolah » KASIH SAYANG SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN

KASIH SAYANG SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN

Dasar pendidikan adalah kasih sayang dan cinta kasih yang tulus. Kalau guru sudah kehilangan kasih sayang kepada muridnya, maka saat itulah pendidikan telah kehilangan jati dirinya. Oleh karena itu, guru tidak dapat tergantikan oleh supercomputer sekalipun. Sebab supercomputer tidak punya hati dan perasaan.

Kasih sayang sebagai basis dalam pendidikan memang saat ini sedang dipertanyakan dalam pendidikan modern. Padahal kalau kita lacak lagi ke belakang, maka jelas bahwa tema sentral yang muncul adalah kasih sayang. Bacalah karya-karya pemikir Yunani Klasik seperti Froebel, Montesori, Kohnstam, Hendersen, Langeveld dan banyak lagi. Bahkan pelopor pendidikan seperti Ki Hadjar Dewantara malah terkenal dengan jargonnya Cipto, Roso dan Karso. Tapi ironisnya pada pendidikan modern kini mulai kehilangan sentuhan kasih sayang dan kepekaannya pada anak manusia. Topik yang dibicarakan cenderung aspek yang sifatnya teknis-metodologis. Praktik pendidikan modern terkesan sangat mendewakan metode dan teknik mengajar. Landasannya adalah aliran Behavioristik, Conditioning, Stimulus-Response, Kognitivistik dan yang sejenisnya. Karena orientasinya seperti itu maka pendidikan modern menjadi sangat jauh sekali dari misi utamanya untuk membangun manusia yang seutuhnya. Sasarannya hanyalah bagaimana anak mengerti dan mampu melakukan sesuatu.

Banyaknya pelatihan yang diberikan kepada guru pun cenderung membahas kepada hal-hal teknis seperti bagaimana mengajar anak, mendesain kurikulum, mengelola perangkat pembelajaran, menerapkan teknik-teknik  bimbingan kepada siswa dan sejenisnya. Hal ini disebabkan oleh perubahan orientasi ilmu pendidikan dari Eropah Kontinental ke Amerika Serikat.

Untuk itu mungkin akan lebih baik apabila kita mulai kembali mempelajari karya-karya klasik yang mengangkat tema-tema semacam kasih sayang, cinta, perhatian dan kepedulian kepada sesama walaupun mungkin orang menganggap bahwa gagasan itu hanyalah suara yang mewakili masa lalu yang sudah terkubur, tapi persoalannya bukan masalah lama atau baru, yang penting adalah apa relevansinya dengan tantangan pendidikan masa kini. Siapa tahu dibalik karya-karya klasik itu kita menemukan jawaban atas makin maraknya tawuran antar pelajar yang terjadi dikota-kota besar saat ini.

Facebook Comments
Telah dibaca 33 x , hari ini 1 x

About andigtl

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif