Home » PENDIDIKAN » Edukasi & Sekolah » Siapa Menabur Angin Pasti Menuai Badai

Siapa Menabur Angin Pasti Menuai Badai

 

Ada seorang pemuda yang berasal dari kalangan berada. Dia menjalin hubungan dengan gadis yang berasal dari keluarga miskin. Selang beberapa bulan kemudian, gadis yang menjadi kekasihnya itu datang membawa berita yang mengejutkan. Gadis ini menyatakan bahwa dirinya hamil dan meminta pertanggung jawaban agar dia di nikahi. Tapi bukannya disambut dengan penuh tanggung jawab, gadis ini malah mendapat perlakuan kasar dari sang pemuda.

“Hah!! Aku tahu kau hanya mengada-ada. Kamu pasti hamil dengan laki-laki lain dan datang kemari minta pertanggung jawaban karena kebetulan orang tuaku kaya kan?? Pergi dari sini.. Aku tak akan bisa kamu bodohi..”

Tanpa belas kasihan, ia malah menuduh kekasihnya itu bermain gila dengan orang lain dan mengusirnya seperti seekor lalat. Gadis inipun akhirnya pergi dengan hati yang hancur.

Dua puluh tahun kemudian, pemuda ini telah menjadi bupati di daerahnya. Ia pun telah menikah dengan seorang wanita yang berasal dari kalangan pengusaha dan di karunia seorang anak perempuan yang cantik.

Pada saat dia beranjak dewasa, gadis itu kemudian menjalin hubungan dengan seorang pemuda, teman sekolahnya yang terbilang tampan juga bernama Mikel.

Singkat cerita dari hubungan terlarang antara dua sejoli tersebut mengakibatkan sigadis hamil. Karena merasa tak ingin bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut, akhirnya Mikel memutuskan hubungan mereka sepihak. Tentu saja hal ini sangat menyakitkan hati sang gadis. Hingga akhirnya dia mengadukan perbuatan tidak menyenangkan itu pada papanya..

Demi mendengar pengakuan anaknya tersebut, ia pun berteriak dengan lantang,

“Kurang ajar!! Lelaki mana yang berani bersikap demikian pada anak gadisku. Aku ini Bupati!! Tidak ada yang boleh memperlakukan anakku seperti itu. Ajudan!! Mari kita cari anak yang bernama Mikel itu..”

Dengan sigap mereka akhirnya menemukan tempat tinggal anak muda yang bernama Mikel tersebut. Masih dengan kemarahan yang teramat sangat, Bupati tersebut langsung menggedor pintu rumah Mikel dengan kasar sambil berteriak,

“Mikel!! Keluar kamu!!”

Tidak lama kemudian, keluarlah seorang ibu dengan tenangnya. Bupati itu dengan nafas terengah karena marah langsung menyambut kedatangannya dengan penuh bentakan,

“Ibu! Suruh Mikel Keluar! Dia harus bertanggung jawab atas perbuatan bejatnya itu ! Memangnya ibu siapanya Mikel??”

Ibu itu hanya tersenyum melihat Bupati itu membentak-bentak dirinya. Lalu dengan tenangnya, ibu itu menjawab,

“Saya ibunya Mikel, Bapak tahu siapa ayahnya Mikel? Bapak! Bapak itulah ayahnya Mikel”

RENUNGAN KITA HARI INI :

Pemuda yang menjadi Bupati tersebut telah menuai amal jeleknya langsung di dunia. Padahal, kalau ia masih juga belum bertobat, balasan yang lebih buruk akan dia terima kelak di akhirat. Oleh karena itu, jangan pernah kita bosan berbuat amal kebaikan karena pahalanya alkan mengalir kepada diri kita juga. Demikian pula jika kita berbuat amal keburukan, balasannya pun akan mengalir kepada kita juga.

Sekarang tinggal memilih, mau berbuat amal kebaikan atau keburukan. Tapi sebelum memutuskan, yakinlah bahwa semuanya itu akan mendapat ganjarannya masing-masing.

 

MARI SEBARKAN KEPADA SESAMA MUSLIM SEBAGAI SEDEKAH RUHANIYAH KITA DAN SEMOGA MENAMBAH AMAL  JARIYAH KITA SEMUA

Telah dibaca 29 x , hari ini 1 x

About andigtl

Leave a Reply

Your email address will not be published.