Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Florence

Florence

florenceKetika apa yang menjadi keinginan kita tak terpenuhi, maka kekecewaan akan menghinggapi. Kecewa bisa dipendam di dalam hati sambil menahan emosi atau diungkapkan melalui kata atau perbuatan penuh emosi. 

Pada zaman kini kita memiliki media untuk mengungkapkan kekecewaan itu melalui berbagai media sosial. Sayangnya sering kita lupa dengan kebebasan yang kita miliki yang digunakan dengan tak bertanggung jawab.

Seorang mahasiswa UGM Yogyakarta bernama Florence Sihombing, harus berurusan dengan masyarakat yang marah dan hukum yang hendak ditegakkan karena menumpahkan kekesalannya dalam kata – kata yang kurang pantas.

Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal Jogja,” tulis Florence di akun Path miliknya.[Kompas.com]

Akibat status tersebut, maka tersinggunglah sebagian masyarakat Yogya dengan berdemo untuk mengusir Florence dari Yogya. Kemudian Florence juga ditahan pihak kepolisian walau akhirnya ditangguhkan.

Sekarang pertanyaannya : Siapa yang miskin, tolol, dan tak berbudaya sesungguhnya?

Seringkali arogansi kita justru mempertunjukkan kepada dunia akan kemiskinan jiwa, ketololan dan tak berbudaya. Apa yang dilakukan Florence secara nyata menunjukkan, walau ia berpendidikan S2, secara etika masih miskin, tolol dan tak berbudaya.

Sebab mereka yang memiliki kekayaan jiwa, cerdas dan berbudaya tak mungkin akan mengeluarkan kata – kata yang menghina orang lain. Malu. Risih dan tak akan sampai hati.

Lucunya lagi dalam hal ini, ketika pertama kali meminta maaf, Florence masih meminta masyarakat Yogya untuk menanggapi statusnya dengan cerdas. Artinya jangan bodoh. Meminta maaf masih ada tapi….Bukankah kita juga begitu?

Ini perilaku kita banget. Termasuk saya. Sudah sendiri yang bodoh masih minta orang lain untuk bersikap cerdas…ijinkan saya untuk menertawakan diri sendiri. Ingat kelakuan sendiri soalnya. Orang yang merasa pintar memang sulit untuk mengakui kebodohannya. Walau tidak berani mengakui, tapi akan jelas terlihat dalam perilakunya. Dunia akan tahu.

 

 



Facebook Comments

About katedrarajawen

10 comments

  1. kasus florence memang menyadarkan para netizen, bahwa apa yang dilakukannya ialah hal yang biasa dilakukan di media sosial…
    terima kasih pak Katedra atas sudut pandang positif..
    sebuah renungan yang sangat penting
    ( hendrik riyanto )

    • katedrarajawen

      Yups, mas Hendrik terima kasih kunjungannya, sekarang caci maki dan menghujat bahkan memfitnah menjadi hal biasa di media sosial, dengan berlindung di balik identitas palsu, tetapi semoga kita tidak ikut ambil bagian

      :thanks2

  2. Romi Febriyanto Saputro

    Sungguh ironis, ketika melihat media sosial malah menumbuhkan perilaku antisosial…..terima kasih Mas Kat,…atas pencerahannya

    • katedrarajawen

      Harus kita akui mas Romi, medsos telah menimbulkan masalah baru, yakni menjadi antisosial karena keasyikan di depan laptop atau smartphone hehhe

      terima kasih dan salaman :sungkem

  3. Itu artinya kita harus lebih bijak dalam menggunakan sosial media yang ada kan mas KAT karena walaupun sosmed itu milik kita tapi tanpa sengaja dan mungkin juga secara sadar kita telah menyakiti hati banyak orng yang pada akhirnya jadi bumerang untuk kita untunggg saya lbh suka curhat di buku agenda saja ha,,ha,,ha,, jadi aman ga ada yang tahu dan gak ada yang marah deh kalaupun saya lagi ngamuk2 sendiri ha..ha..ha..ha kuno memang tapi saya suka setidaknya saya sendiri dan Tuhan saja yang tahu apa yang saya rasa ha,,ha,,ha,,hahttp://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif

    • katedrarajawen

      Betul mbak Ika, kita jangan sampai diperalat media sosial tapi kita yang memperalat medsos..dan pilihan yang paling baik memang curhat sama Tuhan saja karena tak akan membocorkannya pada rumput bergoyang sekalipun hehhehttp://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

  4. ha..ha…ha ya itu dia mas Kat seperti yang pernah saya bilang rumput sekarang suka rumpi juga ha,,ha,,ha,,ha,apalagi banyak gadget canggih walahhh makin takut saya ha,,ha,,ha

    • katedrarajawen

      Mbak Ika, rupanya jaman sekarang rumput pun tak mau kalah sama manusia dalam hal rumpi ya http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif

  5. kesian Ko-Kat maafin aja…kalo terus-terusan musuhin Flo,…apa bedanya sikap kita dengan dia? hehehe…sekolah S2 tapi kelakuannya kaya orang nggak sekolah… kesian bapa-ibunya ntar dianggap salah mengasuh, kesian almamaternya ntar dianggap salah mendidik..http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif