Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Ebook Rasisme Beredar, Dispendikpora Disomasi

Ebook Rasisme Beredar, Dispendikpora Disomasi

-E-BOOK-RASIS-1
SOLO – Buku elektronik (ebook) Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs kelas IX dinilai bermuatan rasisme. Karena itu, buku yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional tahun 2008 ini diminta untuk ditarik dari peredaran karena diduga melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Tuntutan tersebut disampaikan oleh warga keturunan Arab yang juga tokoh masyarakat Kecamatan Pasar Kliwon Muksin Al Jufri. Selain itu, Muksin juga melayangkan somasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Perbukuan, dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Solo.

”Harusnya buku-buku seperti ini tidak layak. Kalau niatnya untuk pendidikan, kenapa dikutip jeleknya,” jelas Arif Sahudi penasihat hukum Muksin Al Jufri.

Diketahui, salah satu naskah dalam buku elektronik tersebut membuat tentang percakapan soal utang piutang antara Midun dan Syeikh Abdullah. Midun merasa dicurangi karena utangnya yang seharusnya dibayar f250, tiba-tiba membengkak menjadi f500.

Secara garis besar, dalam cerita singkat tersebut menggambarkan nama Syeikh Abdullah yang identik dengan nama warga keturunan Arab memiliki sifat yang kurang baik.

Menurut Arief, naskah soal tersebut dikhawatirkan dapat menanamkan penilaian negatif terhadap golongan tertentu kepada pelajar.

”Kalau anak SMP sudah mendapatkan contoh naskah soal seperti ini, bisa jadi mereka terpengaruh dan menilai warga keturunan Arab memiliki kepribadian kurang baik,” ujar Arif.

Kasus ini, lanjut Arif, Kemendikbud telah terbukti secara sengaja melegalkan wacana diskriminasi rasial di kalangan warga negara Indonesia. Sebab itu, Muksin Al Jufri mendesak pihak Kemendikbud menarik dan secepatnya melakukan perbaikan terhadap naskah soal yang termuat pada halaman 110 ebook tersebut.

”Pihak Kemendikbud harus melakukan permohonan maaf terhadap pihak yang dirugikan. Baik kepada masyarakat, khususnya klien kami melalui media cetak, elektronik, maupun sosial media,” jelas Arif.

Lebih lanjut diterangkan Arif, beredarnya ebook ini berarti Kemendikbud telah melanggar Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Menanggapi masalah ini, Sekretaris Dispendikpora Aryo Widyandoko mengaku belum mengetahui secara detail ebook bermasalah tersebut.

”Selain itu kami belum menerima surat somasinya,” ungkap Aryo.

Apa langkah yang ditempuh Dispendikpora? Aryo menjelaskan, pihaknya akan membuat tim untuk mencari kebenaran isi ebook tersebut guna secepatnya melakukan evaluasi.

Lolosnnya naskah naskah soal berbau rasisme ini sangat disayangkan pengamat pendidikan Prof. M. Furqon. Menurutnya, kejadian tersebut menuntut guru untuk lebih kritis.

“Guru adalah pihak terakhir yang bisa menyaring materi sebelum diberikan kepada para siswa. Guru juga harus lebih mengkritisi materi yang akan diberikan kepada para siswa. Termasuk memilah materi mana yang sesuai untuk pelajar dan yang tidak,” jelas Furqon yang juga menjabat Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS.

Selain itu, Kemendikbud harus menampung masukan yang diterima dari berbagai pihak. Pentingnya menerima masukan adalah dapat mengevaluasi kinerja yang selama ini dilakukan. Terkait dengan pendistribusian terhadap sekolah, hal tersebut menjadi tanggung jawab Dispendikpora.

Jadi sebelum buku tersebut didistribusikan kepada sekolah-sekolah, seharsunya diteliti secara maksimal. (wa)

Sumber :radarsolo.co.id

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

One comment

  1. agaknya penyeleksian ebook harus diperketat lagi nih…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif