Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Sebentuk Cinta Untuk Ayah Dan Bunda

Sebentuk Cinta Untuk Ayah Dan Bunda

Ada sejuta tanya di hati dan kepala saya sehingga mau meledak rasanya. Salahkah jika seorang anak mengingatkan orang tuanya? Salahkah jika seorang anak juga memberikan nasihat kepada orang tua dengan sejumlah fakta dan bukti nyata, serta pemikiran yang sederhana menurut versi kami tentunya. Entah kenapa mereka para orang tua selalu saja berpendapat berbeda dengan alasan yang sederhana dan selalu saja sukses membuat kami tidak berdaya dan akhirnya menurut saja. Alasannya selalu yang itu itu saja, alasan yang selalu di jadikan senjata sehingga kami diam seribu bahasa,alasannya adalah: karena beliau semua lebih dahulu lahir ke dunia, secara usia juga jauh lebih tua dan pengalaman hidup juga lebih banyak dari kami yang muda muda “katanya”. Kalau sudah seperti itu menyerah sajalah daripada berdosa ha,,ha,,ha,,.

Tapi salahkah jika kami yang muda muda ini mengingatkan? Salahkah jika kami yang muda muda ini juga ingin berbagi dan menunjukkan tanda bakti kami? Salahkah jika berdiskusi tanpa harus memandang usia dan pengalaman hidup yang kami miliki? Bukankah mengingatkan itu juga sebagai bentuk rasa sayang, cinta dan hormat kami kepada anda semua wahai ayah bunda tercinta.

Katanya kita hidup di negara Indonesia yang berdemokrasi ,berlandaskan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.Berazazkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Bebas mengeluarkan pendapat asal bisa dipertanggung jawabkan secara moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan kepada sesama manusia,asal tidak menyalahi semua norma norma yang ada. Tapi kenapa ujung ujungnya tidak mau mendengarkan suara dari kami juga. Malah dengan enteng nya bilang “halah anak kecil tahu apa” {Gubrak.com dah } ha,,ha,,ha,,.

Orang tua selalu mengajarkan kami yang muda muda ini untuk selalu bersikap hormat dan santun kepada orang tua atau kepada yang lebih tua secara usia. Oke lah kami ikuti itu. Orang tua juga selalu mengajarkan kami untuk selalu menjaga diri sebaik baiknya, kami juga ikuti itu.Mengajarkan kami untuk taat beribadah juga,tentu saja kami akan mengikuti itu, karena kami tahu itu adalah landasan dan pondasi kami untuk hidup di masa depan nanti.Untuk bekal hidup di dunia dan akhirat pastinya.Tapi dari pada bicara kami lebih suka di beri contoh nyata saja ha,,ha,,ha,,.
Bukan sekedar cerita yang kami tidak tahu ujungnya.Di tunjukkan mana yang salah dan mana yang benar,walaupun dengan seiring bertambahnya usia kami akan tahu dan mengerti dengan sendirinya mana yang terbaik untuk kami nantinya.
Kami bukan hanya ingin di ceramahi dan di marahi tapi kami juga ingin di jadikan teman diskusi.

Cobalah untuk mendengarkan kami bukan hanya ingin di dengar oleh kami.Saat kami mengingatkan cobalah untuk merenungkan. Bukan masalah siapa yang lahir duluan. Bukankah setiap generasi mempunyai masalah dan problem yang berbeda? Tidak semua bisa di terapkan sesuai waktu di mana ayah dan bunda dilahirkan di zaman dahulu kala ha,,ha,,ha,,. Jangan cuma mengajarkan tentang pahala dan surga, dosa dan neraka tapi tolong juga berikan kami contoh dan bukti nyata. Dengan beramal dan tidak menyakiti sesama misalnya,walaupun sulit kami pasti akan mengerti nantinya.Jangan cuma bilang ” ga boleh bohong lo ya dosa ” lah ayah bunda pernah bohong ga sama kita kita ini anak anaknya ha,,ha,,ha,,.

Jangan cuma mengajari kami tapi setidaknya mau juga untuk di ajari oleh kami,bukan hanya masalah gadget misalnya tapi juga masalah kehidupan. Bukankah belajar bisa dari mana saja dan bisa kepada siapa saja. Bukankah kita juga bisa belajar dari bayi yang baru lahir ke dunia lewat tangisan yang dihadirkan mereka untuk kita. Jangan ragu dan malu untuk belajar walaupun kami belum punya banyak pengalaman.Kami mungkin tidak banyak membantu tapi setidaknya kami bisa dijadikan tempat untuk sekedar berbagi berat beban yang mungkin ayah bunda hadapi dalam kehidupan. Mari ayah bunda kita belajar bersama tentang kehidupan.Jangan hanya meremehkan, karena terkadang kami yang muda muda ini lebih suka memecahkan masalah dengan cara yang sederhana tapi terkadang ada benarnya juga. Jangan selalu kami yang di salahkan tapi cobalah juga untuk mengakui kesalahan. Karena kita sama sama makhluk ciptaan Tuhan. Jangan hanya menuntut kami untuk mengucapkan permohonan maaf atas semua kesalahan yang mungkin kami lakukan. Tapi cobalah juga untuk meminta maaf atas kesalahan yang ayah bunda lakukan kepada kami yang muda muda ini.
jangan hanya memberikan tekanan dan paksaan terhadap segala persoalan yang kami sebabkan,tapi cobalah untuk membantu kami dengan memecahkan persoalan dan mencarikan kami jalan keluar. Jangan hanya sibuk mencari uang dengan alasan untuk masa depan dan kebutuhan yang kami perlukan, sehingga kami di lupakan dan di tinggalkan hanya dengan asisten rumah tangga yang selalu menemani dan melayani semua kebutuhan yang mungkin kami perlukan, maka jangan salahkan kami bila pada akhirnya kami lebih dekat dengan asisten rumah tangga daripada ayah dan bunda.Kami juga butuh kasih sayang dan perhatian. Jangan hanya sibuk dengan Media Sosial yang ada tapi cobalah juga untuk sibuk memberikan pengertian dan juga perhatian yang kami butuhkan.{mewek.com}

Ayo ayah bunda kita bergandengan tangan untuk menghadapi semua pelajaran hidup yang diberikan oleh Tuhan. Kami akan terus belajar karena kami butuh nasihat dan wejangan.Tapi jadikan juga kami sebagai teman yang tetap tahu batasan yang tidak boleh di langgar dan di abaikan.Suatu saat kami juga akan menjadi orang tua.Makanya kami ingin belajar sebanyak banyaknya dari ayah dan bunda. Kami ingin tulus mencintai ayah dan bunda bukan hanya sebagai kewajiban dan balas budi semata. Tapi lebih dari itu karena kami tulus menyayangi dan mencintai ayah bunda jauh dari lubuk hati kami.Tapi tolonglah ayah dan bunda dengarkan isi hati kami juga.Anak anak muda yang masih banyak dosa dan belum lama hidup di dunia.Kami hanya ingin ayah dan bunda tahu tentang apa yang ada di hati dan juga di benak kami anak anak muda ini.

Sesekali biarkan kami terjatuh juga agar kami tahu bahwa dunia tidak hanya berisi yang indah indah saja layaknya di film drama atau buku cerita yang kami baca setiap harinya. jangan selalu menggandeng tangan kami karena takut kami akan terjatuh dan terluka serta bercucuran air mata.Tapi jangan lepaskan kami begitu saja saat kami merasa tidak sanggup menghadapi kerasnya kehidupan di dunia yang fana dan penuh dengan tipu daya.Dekap kami dalam belaian hangat ayah dan bunda tanpa banyak bertanya,saat kami menghadapi persoalan hidup yang mungkin menyesakkan dada. Tarik tangan kami dan bawa kami kembali ke alam nyata saat kami terlalu lama bermimpi tentang indahnya dunia yang terkadang membuat kami lupa dan terlena. Jangan biarkan kami jatuh ke dalam jurang kehidupan yang membuat kami melupakan kebenaran akan adanya Tuhan.Pukul kami dengan penuh kasih sayang bukan dengan cara yang kejam saat kami mulai kurang ajar dan meninggalkan ajaran Tuhan

Ayah bunda kami sayang dan cinta kepada anda berdua.Sejuta kata tidak bisa mengungkapkan semua rasa cinta yang ada didalam dada untuk ayah bunda tercinta.Sebesar apa rasa sayang dan cinta kami untuk ayah bunda? Mungkin sebesar dunia,seluas jagad raya dan sedalam samudera.Mungkin juga sebanyak bintang bintang yang bertaburan di angkasa. Entahlah kami juga tidak bisa menjelaskan betapa besarnya rasa sayang dan cinta kami untuk ayah dan bunda semua. Hanya Tuhan yang tahu seberapa besar rasa cinta dan sayang kami terhadap ayah dan bunda semua .Walaupun terkadang kami tunjukkan dengan cara yang¬† berbeda . Setiap saat dan setiap waktu kami selalu berdoa “Tuhan ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku,Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyanyangi aku semenjak kecil. Amin”
Ayah bunda terima kasih karena telah membuat kami hadir ke dunia. Merawat,membesarkan,mendidik dan memberikan kasih sayang tanpa meminta imbalan apa apa.Terima kasih karena telah membuat hidup kami lebih berwarna dan penuh makna. Maaf juga kalau banyak salah dan dosa serta protes juga ha,,ha,,ha,,.

Tulisan ini saya dedikasikan kepada ayah bunda dan seluruh orang tua yang ada di seluruh dunia termasuk kedua orang tua saya, dan para calon orang tua yang ada di luar sana. Terima kasih atas semuanya.Semoga Tuhan membalas semua kebaikan ayah bunda karena hanya Tuhan saja Yang Maha Pemberi Segalanya. Tetap sehat ya ayah bunda kami sayang anda semua

Facebook Comments

About Ika Eviani

4 comments

  1. we love you, mom and dad.

  2. Ithink your Mommy and Dady love you too Mas Wildanhttp://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif

  3. hyaaa tidak semua org tua mau mendengar masukan dari anak-anaknya… tapi sama juga, banyak anak-anak keras kepala dan melawan nasihat ortunya…jalur komunikasinya memang tidak mudah..

  4. heeh mba harus saling terbuka dan kepala dingin juga kalo ga mentok di tembok gara gara saling keras kepala

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif