Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Jika Ada Cagub DKI Muslim yang Lebih Baik, Saya Tak Akan Pilih AHOK!

Jika Ada Cagub DKI Muslim yang Lebih Baik, Saya Tak Akan Pilih AHOK!

cagub DKI muslim

Saya seorang muslim yang berusaha untuk senantiasa ta’at menjalankan perintah di dalam agama saya. Dalam kehidupan sehari-hari yang saya jalani, sayapun berusaha untuk berperilaku dan bersikap sesuai tuntunan yang telah di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, termasuk dalam memilih CaGub DKI.

Saya tahu dan telah membaca beberapa dalil yang seringkali di gunakan oleh sesama muslim agar memilih pemimpin dari umat muslim pula. Saya sangat memahami hal ini, sebab sebagai sesama umat muslim, kami saling mengingatkan dalam berbuat kebaikan.  Disisi lain juga ada dalil yang menyatakan bahwa tidak ada paksaan dalam agama. Ada pula yang mengatakan bahwa manusia hidup itu harus berpikir dan juga menggunakan perasaannya sebagai manusia yang ditakdirkan sebagai makhluk yang paling mulia.

Hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan manusia dengan sesamanya, adalah dua hal yang harus selalu dijaga keseimbangannya dalam kehidupan ini. Bukan berarti dengan demikian saya lebih mengutamakan hubungan horizontal dibanding vertikal, namun sekadar untuk menegaskan bahwa dalam menyikapi suatu persoalan, tentu memerlukan alasan untuk melakukan atau tidak melakuan suatu perbuatan tertentu.

Dalam kehidupan bernegara dan berdemokrasi, saya harus menyadari bahwa saya terlahir di negeri dimana sejak didirikan, negara ini telah menganut Azas Ketuhanan yang Maha Esa, dan bukan berazaskan Hukum Islam. Oleh sebab itu, negeri ini menjamin seluruh penduduk dan warga negara untuk memeluk agama sesuai dengan kepercayaan adan keyakinan masing-masing.

Lalu apakah dengan demikian saya harus mengakui bahwa semua agama adalah sama saja? Tidak juga. Sebab saya tidak berada pada kapasitas untuk menilai agama lain, dan saya hanya yakin dan percaya bahwa agama sayalah yang paling baik dan benar. Mungkin saja semua pemeluk agama lain juga menyatakan hal yang sama, bahwa agama merekalah yang terbaik dan paling benar menurut mereka, dan itu adalah hak mereka sebagai umat beragama dan sekaligus sebagai warga negara.

Terkait dengan pencalonan kembali AHOK sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada tahun depan, sayapun berusaha menyikapi dengan sebaik-baiknya. Bagi saya, seseorang memilih atau dipilih sebagai Kepala Daerah itu adalah kewajiban dan hak setiap werga negara tanpa terkecuali. Mekanisme pemilihan Kepala Daerah juga sudah dituangkan secara detail pada aturan dan Undang-undang yang berlaku.

Bila demikian adanya, bukankah berarti ada 2 (dua) aturan yang ada, yaitu yang pertama adalah aturan dengan berlandaskan pada hukum negara yang berazaskan Pancasila, dan ada aturan lainnya yang berdasarkan atas Hukum Islam?. Pertanyaan selanjutnya adalah hukum yang mana yang harus saya pilih? Atas pertanyaan ini, saya akan menjawab bahwa kedua-duanya berlaku bagi saya.

Mengapa demikian? Sebab Agama Islam adalah salah satu agama yang dilindungi oleh hukum negara, bahkan mayoritas penduduk negeri ini adalah pemeluk Agama Islam. Secara pribadi, saya harus tunduk kepada aturan dan hukum negara, namun disisi lain saya juga tak boleh melanggar aturan yang diajarkan di dalam agama saya. Sampai disini akan terjadi perbedaan penafsiran antar umat beragama, termasuk dikalangan muslim yang pada akhirnya terjadi perbedaan sikap dalam memilih calon Kepala Daerah mereka.

Setiap muslim punya hak yang sama dalam menafsirkan semua aturan baik di bidang hukum negara maupun hukum Islam. Melanggar hukum negara tetu akan menerima sanksi sesuai hukum negara. Demikian juga bila melanggar ketentuan dalam hukum Islam, tentu juga memperoleh balasan sesuai yang diajarkan di dalam Agama Islam. Seorang muslim tak boleh memaksakan kehendaknya kepada siapapun juga termasuk kepada sesama muslim sekalipun. Tak ada yang boleh mencampuri hak orang lain dalam bertindak dan mengambil keputusan. Sebab apa yang dilakukan oleh seseorang, harus dipertanggung jawabkannya sendiri, baik dimuka hukum negara maupun Hukum Islam. Namun demikian, sudah semestinya sebagai sesama muslim harus saling mengingatkan dan memberi nasihat yang terbaik tanpa harus memaksakan kehendaknya sendiri.

Kembali pada persoalan AHOK sebagai calon Gubenur DKI pada Pilkada 2017 mendatang, saya dalam hal ini selalu ingat bahwa saya sebagai muslim akan berusaha memilih pemimpin yang tentu seiman, sesuai dengan perintah agama saya. Namun disisi lain, negeri butuh seorang Kepala Daerah yang mempunyai sifat jujur, bersih dan dapat dipercaya untuk membela kepentingan warganya. Bagi saya pribadi, dalam mengukur kemampuan seseorang apakah pantas dipilih sebagai Kepala Daerah adalah dengan menggunakan parameter kepemimpinan yang mengutamakan hasil kerja, konsistensinya dalam menegakkan aturan dan hukum negara (konstitusi), membela kepentingan masyarakat dan mewujudkan kemakmuran yang berkeadilan sosial.

Oleh sebab itu, ketika saya harus menentukan pilihan, siapa yang akan saya dukung sebagai CaGub DKI, tentu saya akan mencari calon muslim. Memang ada banyak orang muslim yang bisa dan boleh saja di ajukan oleh siapapun juga, tapi hingga detik ini, saya masih belum melihat adanya calon lain yang lebih baik dari AHOK.  Ini adalah menurut penilaian saya pribadi, dan ini hak saya sepenuhnya dan juga hak masing-masing warga Jakarta untuk menentukan pilihannya sendiri-sendiri.

Bila saja ada yang bisa memberikan saran beserta alasannya kepada saya untuk memilih calon muslim sebagai CaGub DKI, tentu saya akan bersedia mengikuti nasihatnya. Atau dengan kata lain, bila ada CaGub DKI dari kalangan umat muslim yang lebih baik, saya pastikan bahwa saya tak akan memilih AHOK lagi. Itu saja..

Penulis : Doni Bastian

Facebook Comments
Telah dibaca 499 x , hari ini 1 x

About Doni Bastian

Penulis Abal-abal

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif