Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Introspeksi » SMP = Sudah Mulai Pacaran ?

SMP = Sudah Mulai Pacaran ?

stop pacaran dini
Putriku yang saat ini sedang belajar di SMP, kemarin bercerita kepadaku bahwa teman-temannya sudah mulai pacaran. “Kasihan, teman-temanmu! “kataku secara spontan. Jika mereka yang baru duduk di Kelas 1 SMP atau sekarang dikenal dengan kelas 7 sudah mulai pacaran apakah setelah lulus mereka mau langsung menikah? Tidak, bukan !

Jika waktu ideal menikah mereka masih 10 – 15 tahun lagi buat apa mereka pacaran ? Hanya membuang energi muda mereka untuk hal yang tiada guna. Waktu muda seharusnya digunakan maksimal untuk belajar tentang kehidupan yang lebih baik. Negeri ini masih sangat membutuhkan tenaga dan pikiran anak-anak muda untuk bangkit. Jika waktu anak-anak muda banyak tersita untuk pacaran, kita tidak bisa berharap banyak kepada mereka untuk memperbaiki negeri ini.

Sebuah studi menemukan, anak perempuan atau laki-laki yang pacaran di usia ingusan lebih cenderung memiliki masalah perilaku. Ketidakmampuan mengatasi ketegangan emosional dan stres ketika menjalin hubungan justru berakibat buruk terhadap anak-anak praremaja.

Para peneliti menemukan anak-anak ingusan yang terlalu cepat pacaran sebelum waktunya dua kali lebih mungkin berhubungan seks yang tidak aman, mengkonsumsi alkohol, dan melakukan berbagai perilaku berisiko.

Menurut Daily Mail, sebagaimana dikutip Sinar Harapan, 9 Oktober 2013, para peneliti mengingatkan anak laki-laki atau perempuan yang mulai pacaran di usia 11 tahun berada pada kelompok yang berisiko. Karenanya, orang tua diimbau memperhatikan betul anak-anak mereka, sebab para bocah ini cenderung senang berbohong dan menipu.

Sebaliknya, anak-anak yang tidak buru-buru “jadian”, lebih sedikit menghadapi masalah sosial dan emosional dalam berhubungan.

Studi peneliti Kanada ini menambah bukti bahwa membiarkan anak-anak dewasa tanpa terlibat hubungan jauh dengan seseorang adalah cara terbaik untuk mereka bertumbuh.

Kesimpulan tentang efek buruk pacaran sebelum waktunya ditarik para peneliti Universitas York di Toronto, Kanada, setelah memantau 698 siswa dari 12 sekolah di wilayah tersebut antara 1996 hingga 2003.

Para pelajar yang diteliti rata-rata berusia 11,8 tahun pada awal studi dan diberi kuesioner tahunan tentang kehidupan cinta mereka. Para partisipan dipecah dalam tiga kelompok. Yakni, kelompok yang lebih duluan pacaran, rata-rata mulai naksir-naksiran ketika berusia 11,6 tahun. Kemudian, mereka yang pacaran “pada waktunya” rata-rata berumur 12,9 tahun dan grup terakhir yang dianggap “telat mekar”, rata-rata berumur 14,9 tahun.

Partisipan yang pacaran terlalu dini mencapai 20 persen, dan 55 persen atau kelompok mayoritas adalah mereka yang berkencan di usia “yang pas”. Sementara, mereka yang “telat” pacaran mencapai 25 persen.

Studi menyimpulkan, mereka yang pacaran lebih duluan dua kali lebih mungkin bermasalah, seperti berkelahi atau membolos dibandingkan dua kelompok lain. Mereka juga lebih cenderung berbohong, menipu, dan kabur dari rumah.

Hari ini, di negeri ini fenomena di atas banyak terjadi. Remaja saat ini mengalami proses percepatan biologis/seksual karena ulah negatif sebagian sinetron, situs internet, dan pergaulan bebas. Ironisnya, ini tidak diimbangi dengan percepatan kematangan psikologis, emosional, dan spiritualnya. Sehingga pacaran sudah dianggap sebagai gaya hidup yang tak mungkin untuk ditinggalkan.

Ya Allah, jagalah generasi muda negeri ini !

Sumber gambar : mung-pujanarko.blogspot.com

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

4 comments

  1. harus diedukasi dari lingkup keluarga agar terhindar dari pergaulan yg berlebihan nih ;)

  2. Ayah Romi yang mda yang bercinta tapi kalau SMP kemudaan kali ya…ha,,ha,,ha…http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  3. Mungkin mereka ikut – ikutan kaya orang dewasa :)

  4. Romi Febriyanto Saputro

    Terima kasih Mas Wildan, Mbak Ika, & Mas Akhmad sudah membaca tulisanku. Pacaran itu setelah menikah aja….ya…he…he

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif