Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Sejarah » Kalijambe Pemasok Fosil Purba Terbanyak di Indonesia

Kalijambe Pemasok Fosil Purba Terbanyak di Indonesia

bpurba3
Wilayah Sangiran dinyatakan sebagai kawasan yang paling banyak ditemukan fosil purba, baik itu fosil manusia, hewan purba dan fosil tumbuhan.

Tidak hanya itu, artefak dan lapisan tanah yang mengendap lebih dari dari 2 juta tahun silam juga masih terekam di wilayah tersebut.

Wilayah Sangiran yang berada 15 km di sebelah utara Kota Solo telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia nomor 593 pada 1996 dengan nama ‘The Sangiran Early Man Site’.

Kawasan Situs Sangiran meliputi dua Kabupaten yaitu Sragen dan Karanganyar. Situs berada 15 km di sebelah utara Kota Solo. Dan saat ini kawasan desa yang masuk wilayah Situs Sangiran telah dipasangi papan penjelasan dan ketentuan Undang Undang (UU) nomor 11 tahun 2010 tentang Benda Cagar Budaya.

Ada empat kecamatan yang masuk sebagai kawasan Situs Sangiran, yakni Kecamatan Kalijambe, Plupuh, dan Gemolong di Kabupaten Sragen serta Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Wilayah yang paling banyak ditemukan fosil purba adalah Kalijambe.

Penemuan fosil tersebut di simpan di Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran.

Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Sukronedi, mengatakan, jumlah fosil yang ada di gudang Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran mencapai sekitar 34 ribu.

Dari empat kecamatan yang masuk kawasan Situs Sangiran, paling banyak dari daerah Bukuran, Kalijambe, terang Sukronedi kepada Okezone di Sragen, Jawa Tengah.

Lebih lanjut Sukronedi menjelaskan, jika masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi terhadap penemuan fosil. Mereka cepat melaporkan pada kantor BPSMP Sangiran yang mulai beroperasi sejak 2009.

Sebelum 2007, BPSMP hanya menjadi unit kerja dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Penyerahan fosil temuan masyarakat ke BPSMP Sangiran intensif sekali, kondisinya juga baik bahkan ada yang masih utuh bentuknya,’ terangnya.

Lebih lanjut Sukronedi menyebutkan, jika BPSMP akan memberikan reward kepada masyarakat yang menemukan fosil. Besarnya tergantung dari ukuran, kelangkaan, keutuhan fosil purba yang ditemukan.

Saat ini, lanjut Sukronedi, pihaknya terus melakukan penelitian, tidak hanya di kawasan Situs Sangiran saja tetapi juga di seluruh Indonesia, seperti di kawasan Situs Patiayam, Kabupaten Kudus.

Sumber : sragenkab.go.id

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

3 comments

  1. Anita Godjali

    Pengalaman melihat situs bersejarah di Sangiran itu memang luar biasa. Sayanganya di sana juga banyak penipu. Pernah nih membeli tengkorak yang konon merupakan fosil.(maklum sangat awam jadi percaya aja). Sesampai di Jakarta di tertawakan teman2dan diberitahu kalau yang kami beli itu bukan fosil tetapi tengkorak biasa. Wah dengan sangat takut tengkorak segera dikasih ke guru Lab. dan disimpan di sana,Itu sepenggal cerita bodoh dari Sangiran, Mas Romihttp://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  2. Romi Febriyanto Saputro

    he…he…penipunya mungkin keturunan Pichantropus erectus

  3. Saya pertama kali ke sangiran waktu tante saya menikah karna om saya orang kalijambe ayah Romi terus baru baru ini balik lagi ke sangiran ke rumah om sekalian jalan jalan yang membuat saya takjub adalah karena ternyata bangunannya sudah jadi lebih indah dan wow gitu masih dalam taraf renovasi juga saat saya kesana yahh mungkin karena presiden SBY datang kesana kali ya makanya bangunannnya di perbaiki tapi semoga bkn krn SBY saja melainkan karena memang di butuhkan untuk menarik minat anak anak zaman sekarang untuk kembali ke musium lagi tapi sayang ayah romi ada satu fosil besar yang sudah tidak ada lagi saya ingat sekali waktu pertama kali saya kesangiran ada fosil manusia purba dalam ukuran yang sangat besar saat itu saya masih ber usia 8 tahun jadi blm begitu mengerti tapi ingatan itu tetap terpatri dalam memori saat kembali agak kecewa dalam hati karena fosil itu sudah tidak adahttp://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gifhttp://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif lagi padahal itu kenangan terindah saat bersama almarhum eyang nenek saya alias eyang ibu begitu saya memanngilnya jadi sedih deh ayah romi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif