Home » POLITIK » Survey: Sebagian Besar Masyarakat Belum Pernah Lihat Utuh Video Ahok!

Survey: Sebagian Besar Masyarakat Belum Pernah Lihat Utuh Video Ahok!

Ahok

(foto: bbc.com)

Cukup mengejutkan! Ternyata hanya 12, 9% masyarakat yang pernah menonton video Ahok yang dianggap menistakan Al-Quran. Hal ini terungkap dari survey yang dikeluarkan oleh lembaga survey Saiful Mujani dimana 87,1 persen responden menyatakan bahwa mereka belum pernah menyaksikan video yang menyangkut surah Al Maidah itu.

survey Ahok

Walau begitu terdapat 45,2 persen responden menyatakan setuju bahwa Ahok telah melakukan penistaan agama. Sedangkan 21,5 persen menganggap Ahok tidak melakukan penistaan. Sisanya menyatakan tidak tahu.

Hasil survey ini cukup mengejutkan karena gelombang tuntutan agar Ahok ditangkap dan diadili terjadi hampir diseluruh kota-kota besar di Indonesia.

Bahkan di Jakarta FPI sendiri berhasil menggalang massa untuk melakukan aksi sebanyak 2 kali yaitu aksi 411 dan 212. Aksi 212 sendiri diklaim berhasil mengumpulkan massa sebanyak 7 juta orang. Walau beberapa pihak meragukan pernyataan FPI itu.

Bahkan kantor televisi AlJazeera sendiri menyebutkan bahwa aksi tersebut hanya diikuti oleh beberatus ribu peserta saja. Sebagai perbandingan umat Islam dunia yang datang ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji tidak lebih dari 2 juta saja.

Kembali ke hasil survey tersebut. Kita bisa menilai bahwa sejatinya masyarakat sendiri bisa dibilang hanya mengetahui informasi dari media, baik media massa maupun online, dan informasi dari mulut ke mulut saja.

Padahal biasanya terjadi bias dan pembelokan fakta-fakta sehingga informasi yang diterima masyarakat tidak utuh. Belum lagi ada gerakan-gerakan yang sistematis dan terukut untuk memanfaatkan kasus tersebut untuk menjatuhkan Ahok terkait Pilkada DKI.

Dalam hal ini yang menjadi korban bukan saja Ahok tetapi masyarakat sendiri. Terjadi pembodohan masal untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Padahal di era digital seperti sekarang ini seharusnya masyarakat dapat dengan mudah melakukan check and recheck terhadap sebuah informasi.

Namun beginilah kondisi masyarakat kita saat ini. Harus diakui pula bahwa masih banyak masyarakat kita yang sebenarnya belum bisa move on dari hasil pilpres lalu. Jika kita rajin melihat-lihat di media social. Mereka-mereka yang aktif mendiskreditkan Ahok adalah mereka-mereka yang pada pilpres lalu berada pada kubu bukan pendukung Jokowi.

Kita ketahui bersama Jokowi dan Ahok mempunyai kedekatan khusus. Ahok adalah pasangan presiden Jokowi ketika beliau menjadi gubernur DKI. Ketika Jokowi menjadi presiden Ahok seolah ketimban simpur, duduk di kursi tertinggi DKI.

SIkapnya yang tegas terhadap PNS dan para tikus-tikus APBD membuat banyak pihak menaruh dendam. Keberhasilannya dalam mengubah wajah Jakarta seolah terhapus oleh kasus penistaan. Masyarakat sudah dikelabui oleh doktrin-doktrin yang menyatakan Ahok bersalah dan layak dihukum.

Maka tidak heran jika banyak anggota masyarakat dari luar Jakarta rela datang untuk mengikuti aksi 411 dan 212. Padahal belum tentu dari mereka pernah melihat sendiri video Ahok di Kepulauan Seribu itu.

Dari hasil survey tersebut dapat juga diambil kesimpulan bahwa kebencian yang ditujukan kepada Ahok karena dianggap sebuah penistaan agama adalah sebuah hal yang absurd dan tidak mendasar. Namun inilah fakta yang terjadi di masyarakat kita saat ini. Siapa yang harus disalahkan?

Facebook Comments

About Editor

Mencintai Indonesia lewat kata

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif