Home » POLITIK » Guru SMP Muhammadyah Purbalingga Bikin Soal Ujian Lecehkan Ahok

Guru SMP Muhammadyah Purbalingga Bikin Soal Ujian Lecehkan Ahok

lecehkan

Ahok maafkan guru yang lecehkannya

Sungguh miris sekali, seorang guru SMP Muhammdyah Purbalingga membuat soal ujian mata pelajaran Tarikh yang berhubungan dengan Ahok. Tetapi Ahok dengan ikhlas mememaafkan perbuatan guru tersebut yang lecehkan dirinya itu.

Pada soal nomor 48 tertulis “Siapakah nama calon gubernur Jakarta yang melecehkan Al Quran saat in….” Di antara pilihan jawaban terdapat nama Ahok.

gambar: kompas.com

Sungguh sebuah perbuatan yang tidak mendidik sama sekali. Seorang guru hendaknya mengedepankan nilai-nilai budi pekerti yang luhur. Bukan malah menyuburkan rasa kebencian terhadap seseorang. Guru seperti ini patut dipertanyakan juga kualitasnya. Apakah tidak mengenal nilai-nilai pedagogik yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru.

DI salah satu soal lain, guru yang bernama Jumanto itu, juga membuat soal yang menyebut “PKI Kafir”. Padahal di Indonesia tidak mengenal PKI Kafir. Ini jelas pembodohan terhadap peserta didik.

Sejauh ini tidak diketahui apa motivasi membuat soal mata pelajaran TARIKH seperti itu. Guru yang bersangkutan telah dipanggil oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadyah Purbalingga untuk mengklarifikasi perbuatannya.

Jumanto sudah meminta maaf. Namun alasannya membuat ‘kekeliruan’ itu karena dirinya capek adalah tidak masuk akal. Apakah logis seorang guru membuat soal asal-asalan? Membuat soal tentu melalui proses panjang dan pastinya ada review kembali sebelum diberikan kepada murid.

soal yang ditemukan beberapa waktu lalu

Melihat kasus ini jelas sekali bahwa kebencian terhadap Ahok sudah menular sampai ke daerah. Kita boleh bertanya apakah guru tersebut sudah melihat lengkap video Ahok di Kep. Seribu itu? Karena survey dari Saiful Mujani sendiri menyebutkan sebagian besar masyarakat ternyata belum pernah melihat utuh video yang dianggap menistakan AL Quran dan agama Islam.

 Survey: Sebagian Masyarakat Belum Lihat Utuh Video Ahok

Jadi ingat cerita seorang teman di Bandung, anaknya dimarah oleh gurunya karena membuat opini yang menyatakan ia tidak melihat bahwa Ahok telah menistakan Al Quran. Padahal itu di sekolah negeri yang seharusnya netral. Lucunya, guru tersebut memberi tugas kepada murid untuk beropini, mengapa opini yang berbeda harus dimarahi?

Di sini kita semakin tahu bahwa kaum intelektual seperti guru pun tidak mampu berpikir rasional ketika sudah berhubungan dengan isu-isu politik. Nah, jika guru yang berpendidikan saja begitu bagaimana dengan anggota masyarakat lain yang berpendidikan lebih rendah?

Mereka akan mudah menjadi korban manipulasi doktrin-doktrin yang mengatas namakan agama. Kelompok ini akan mudah termakan fitnah dan berita-berita hoax yang memang sudah massive dilakukan untuk kepentingan sesaat kelompok tertentu.

Ahok berjiwa besar sudah memaafkan Jumanto, si guru ceroboh itu.  Walau jelas-jelas apa yang dilakukan Jumanto sama saja menistakan pribadi Ahok. Ahok belum pasti bersalah karena belum dipuruskan pengadilan.

Seharusnya dilakukan pemeriksaan terhadap Jumanto. Mengapa ia lecehkan Ahok seperti itu. Tidak cukup dengan surat permintaan maaf resmi saja. Kalau semuanya bisa diselesaikan dengan permintaan maaf, mengapa Ahok yang sudah minta maaf masih terus didemo dengan aksi-aksi besar?

Tentu saja kita maklum, karena ini semua berhubungan dengan Pilkada DKI. Ada pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Ahok menang. Padahal Ahok tidak pernah membenci Islam. Bahkan kita tahu, Ahok mempunyai keluarga angkat beragama Islam.

Ahok membangun banyak Masjid, Pesantren, dan memberangkatkan Marbot-marbot umroh. Hanya Ahok yang berani mengubah tempat maksiat seperti Kalijodoh menjadi ruang yang menyehatkan bagi iman. Ada sejuta kerja nyata Ahok bagi kemajuan DKI tetapi sama sekali tidak dilihat oleh mereka-mereka yang memang benci sejak dulu kepada Ahok. Mereka-mereka yang menggalang massa dengan dalih agama untuk menjatuhkan Ahok. Dan sungguh memperihatinkan sebagian masyarakat justru termakan isu-isu murahan tersebut.

Facebook Comments

About Editor

Mencintai Indonesia lewat kata

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif