Home » Rubrik Khusus » Fey's Corner » BMI Taiwan Tertipu Dua Puluh Juta oleh Lelaki Maya Mengaku Polisi

BMI Taiwan Tertipu Dua Puluh Juta oleh Lelaki Maya Mengaku Polisi

indexPhoto : Dari Korban

Sungguh sangat memprihatinkan hingga saat ini korban korban penipuan berkedok cinta kebanyakan BMI. Teganya para penipu ini menikmati jerih payah para pahlawan devisa. Pihak korban berada diposisi yang lemah, tak heran para penipu berkedok cinta makin merajalela.

Mengapa sasaran penipu dumay ini BMI? Pertama karena BMI banyak uangnya, kedua kalau tertipu susah lapor polisi karena harus pulang ke Indonesia.

Sebut namanya Lisa, seorang BMI yang mencari rezeki di Taiwan. Pada bulan Agustus tahun lalu ia berkenalan dengan polisi ganteng mengaku bernama Dwi Erlangga. Akun FB sang kekasih maya Aji Sukma dengan photo cover gedung POLRI.

Dwi mengaku bahwa orang tuanya mengurus panti asuhan di Jakarta dan ia minta Lisa membantu setiap bulan. Tanpa berpikir panjang, Lisa percaya saja lalu mulai mengirim uang dari bulan Agustus 2013 sampai Desember 2013.

Hubungan cinta mereka makin membara. Lalu pada Januari 2013 Dwi mengajak membeli rumah bersama di Surabaya. Lisa diminta membayar cicilan sebulan dua juta rupiah. Iapun menurut saja dan uangpun dikirim dari bulan Maret 2014 sampai July 2014.

Belakangan diketahui bahwa panti asuhan yang disebutkan kekasihnya tak pernah menerima uang dari Lisa sepeserpun. Soal beli rumah ternyata bohong. Bahkan sejak bulan Agustus 2014 Dwi menghilang dan tak bisa dihubungi lagi baik lewat FB atau telpon. Disinilah Lisa baru sadar bahwa dia telah menjadi korban scammer lokal.

Inilah curhat Lisa pada saya :

“Bunda, saya pernah menjalin hubungan sama orang yang mengaku anggota polisi. Mengaku bernama Bripda Dwi Erlangga Nanda dan bekerja di Polda Metro Jaya. Sejak bulan Agustus 2013 saya di suruh membantu anak yatim piatu di Jakarta. Saya merasa kasihan lalu tiap bulan saya bantu.

Awal Januari 2014 saya dan Dwi berencana membeli rumah di Surabaya yang harus saya angsur perbulan 2 juta rupiah. Tanpa rasa curiga saya menyanggupi, hingga pada bulan Agustus dia minta uang 3,5 juta dan sayapun menyanggupi.

Uang yang saya kirim selama ini melalui bank BRI – No Rek. 31890-10048-29352, atas nama Agung Suryadi.

Tanpa angin dan hujan tiba tiba saya di blok pertemanan di FB dan telpon sudah tak bisa dihubungi. Apa yang harus saya lakukan bunda? “

Sungguh saya sangat prihatin atas apa yang dialami Lisa. Saya hanya menyarankan agar ia menghubungi BRI dan menceritakan semua. Sayangnya pihak bank tak dapat bertindak tanpa adanya laporan polisi dari pihak korban. Sedang Lisa berada di luar negeri.

Selain itu saya sangat prihatin karena terjadi pembiaran terhadap para penipu yang mencuri photo anggota TNI dan POLRI. Padahal berita dan tulisan tentang penyalah gunaan photo di social media sudah banyak tapi tak pernah ada tindakan tegas dari pihak terkait.

Kesimpulan penulis atas kisah Lisa :

  • Jelas pria ini bukan polisi tapi menyalah gunakan photo polisi untuk menipu bangsanya sendiri.
  • Lisa tak menyadari bahwa nama di dada adalah DP Rangga Nanda , sedang si penipu mengaku ke Lisa bernama Dwi Erlangga Nanda.
  • Uang tak akan kembali karena penipu langsung ambil cash atau dipindahkan ke rekening lain setelah korban kirim uang.
  • Lisa begitu mudah percaya padahal tak pernah sekalipun video call, apalagi bertemu muka
  • Sengaja penipu dumay mencari sasaran BMI karena jika tertipu sulit melapor dan tak bisa berbuat apa apa.
  • Diduga nama asli si cowok adalah nama pada rekening itu dan dia mencuri photo polisi bernama DP Rangga Nanda.

Memang saya tak dapat membantu korban yang sudah tertipu tapi saya akan terus menebar informasi tentang kejahatan dunia maya lewat artikel artikel yang saya tulis dan FB page “ Waspada Scammer Cinta “.

Alhamdulilah banyak sekali yang mengucapkan terima kasih karena terhindar dari tipuan cinta dunia maya.

“KITA TAK DAPAT MENCEGAH MANUSIA JADI PENIPU, TAPI KITA MAMPU MENCEGAH DIRI AGAR TAK TERTIPU”

Salam Waspada,

Facebook Comments

About fey down

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif