Home » Rubrik Khusus » Fey's Corner » Korban Penipuan DiFacebook Uangnya Dikembalikan

Korban Penipuan DiFacebook Uangnya Dikembalikan

143196360547048162Picture dari Korban

Salut dengan perjuangan bapak satu ini yang tidak tinggal diam saat sadar telah tertipu oleh akun palsu di Facebook. Ia mencari keadilan dengan melaporkan kasus ini ke unit Cyber Crime Polda Metro Jaya. Akhirnya uang yang dijarah si penipu dikembalikan. Sungguh kejadian yang sangat langka, tapi memang nyata.

Masih ingatkah dengan kisah penipuan yang dialami oleh seorang Manager bernama Rudy (nama samaran).  Pelaku ternyata seorang pria bernama I yang memasang photo wanita religious di FB.  Merasa ditipu mentah mentah, Rudy tak tinggal diam, ia tempuh jalur hukum, melapor ke polisi dan bank. Akhirnya uang Rudy dikembalikan oleh si penipu, walau masih kurang sedikit. Kasus masih terus dilanjutkan karena ia ingin memberi pelajaran pada pelaku.

Sekilas kisah pak Rudy

Rudy  tertipu “photo wanita religious di FB bernama Dita Anggraini alias Anisah “ hingga mengalami kerugian Rp. 18.550.000,-  Uang tersebut dikirim 11 kali dari tanggal 10 November 2014 – 19 November 2014. “Anisah” mengaku  seorang mualaf yang diusir dari rumah, hidup sendiri  dan sakit parah.

Awalnya Rudy tak tahu jika pelaku seorang pria, ia percaya saja saat mencoba menelpon tapi tidak diangkat dan “Anisah “ bilang speaker hpnya rusak.  Setiap hari ada saja keluhan dari Anisah yang butuh uang. Rudy merasa iba dan ikhlas membantu muallaf yang sedang sakit. Tak ada hubungan istimewa diantara mereka karena pak Rudy sangat mencintai keluarganya. Pelaku ternyata seorang pria bernama I.

Setelah pengiriman  terakhir tanggal 19 November 2014, Rudy sadar tertipu mentah mentah. Dia menyesal tak mendengarkan kata kata kawannya agar hati hati banyak penipuan di Facebook. Esok harinya Rudy mendatangi rumah sakit Hasan Sadikin , mencari dokter Iwan Dokter Suryadi dan pasien bernama “ Anisah “ yang ternyata nama nama tsb tak pernah ada.

“Ibu, tindakan apa yang harus saya lakukan? Apakah perlu bertanya pada pakar telematika” Saya sarankan Rudy konsultasi ke unit Cyber Crime Polda Metro Jaya. Kisah lengkap Rudy ada DISINI

SMS terakhir  ( ph0to kiriman dari Rudy)

Tindakan Rudy :

Tanggal 21 November 2014, Rudy menghubungi tiga bank  dimana ia pernah mentransfer uang yaitu  ke: BTN, MANDIRI dan BCA lalu   menceritakan kronologis penipuan. Pihak  BTN langsung memblokir sementara yaitu uang bisa masuk tapi tak bisa ditarik keluar. Terbukti tak lama kemudian orang yang bernama Suryadi  menghubungi Rudy dan bertanya kenapa uangnya tak bisa ditarik.

Bank Mandiri dan BCA menanggapi dengan cepat, rekening di blokir sementara. Kedua bank tersebut  minta pada Rudy untuk membuat laporan resmi di kepolisian serta melengkapi dokumen yang dibutuhkan seperti foto copy KTP, kronologis kejadian, Surat Pernyataan,  Laporan Kepolisian , printout pengiriman uang.

Tak lama kemudian Rudy menghubungi pemilik rekening yaitu Suryadi dan Anisah. Ia tantang mereka  datang menemuinya di Polda Metro Jaya jika memang merasa tak bersalah.

Jumat,    16 Januari  2015  Rudy  memenuhi panggilan dari Reserse Unit Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus.  Ternyata S dan A sudah berada disana dari jam 11 pagi.  Rudy bertanya  tentang hubungan I, S dan A. Ternyata A adalah adik dari I yang menikah dengan S.  Jam dua siang Rudy diminta menceritakan kronologis kejadian dan selesai pada jam 7 malam. Rupanya pemeriksaan di kepolisian bertahap, pertama pelapor dimintakan keterangan, setelah itu terlapor dan saksi saksi..

Menurut Rudy, S dan A tidak terlibat karena :

Pada saat uang Rudy masuk kerekening atas nama Suryadi, I menelpon A untuk mentransfer ke rekening atas nama Iwan di BRI dengan alasan ada uang masuk ke rekening Suryadi yang kelebihan nol.  Saat A bertanya pada kakaknya dari mana uang sebanyak itu, I menjawab kalau itu tabungannya. Selama ini gaji S masuk ke rekening BCA dan atm di pegang A, istrinya. Karena rekening sudah di blokir maka gaji S tak bisa diambil.

Info yang didapat Rudy dari A bahwa  pada bulan Juni 2014 kakaknya   menyuruh  membuka rekening di Bank BTN atas nama Anisah tapi buku tabungan dan  kartu ATMnya harus dipegang I dengan alasan untuk mentransfer uang ke ibunya. Memang ibu  mereka tinggal dengan A di Depok sedangkan I di Tangerang. A yang tak mengerti apa apa menerima  saja alasan kakaknya. Disini terlihat pelaku tunggal adalah I yang sudah punya rencana buruk untuk menggunakan kartu ATM itu.

Akhirnya  S dan A  mengembalikan uang Rudy 12 juta rupiah dan  blokir rekening dibuka kembali.  Rudy sempat berbicara via telpon dengan I yang telah mengaku salah dan minta dikasihani.  Setelah itu ada beberapa kali  pembayaran yang jika ditotal sudah 80% dari kerugian yang dialami Rudy. Jika I tidak mengembalikan sisanya, maka kasus akan terus dilanjutkan. Kata Rudy, semua ini untuk memberi pelajaran pada mereka yang  seenaknya menipu orang.

“ Ibu, saya mengambil hikmah dari kejadian ini dan banyak berdoa karena saya percaya hanya Allah yang Maha Penolong. Semoga korban korban penipuan seperti saya dapat dibantu penyelesaian hukumnya oleh pihak kepolisian dan pihak bank menindak tegas pemilik rekening yang digunakan untuk menipu.

Ternyata melakukan satu kesalahan langkah maka untuk membetulkannya butuh beberapa langkah yang sangat menyita waktu dan energi yang tidak sedikit. Saya akan selalu ingat bahwa diluar sana banyak manusia-manusia bermental jahat yang dengan teganya memakan sesamanya.. Allahlah yang membalas perbuatan mereka.

Silahkan ibu mengambil kasus saya sebagai bahan tulisan , mudah2an Allah memberikan kemudahan kepada para korban penipuan untuk mendapatkan keadilan. (Rudy)

Ternyata korban penipuan seperti Rudy bisa melaporkan kasusnya pada polisi dan ditindak lanjuti oleh bank bank dimana pelaku membuka rekening atas nama sendiri dan orang lain. Selama ini korban korban yang kebanyakan wanita tak berani melapor, apalagi kalau sudah mengirim photo bugil  pasti takut dan malu. Semoga kasus Rudy bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua.

Telah dibaca 395 x , hari ini 1 x

About fey down

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif