Lupa

lupaBagaimana rasanya bila penyakit lupa sedang mendera? Bikin was-was dan resah gelisah. Itu yang sang saya alami selama istri sakit sampai saat ini. Lupa dalam hal menyimpan atau membawa barang. Seperti linglung.

 Mandi di Rumah Sakit, jam tangan ditinggal begitu saja dalam kamar mandi. Padahal itu jam hadiah dari adik yang lumayan mahal. Jam tangan yang paling mahal yang pernah singgah di lengan. Coba kalau hilang? Bisa tiga hari tiga malam tak bisa tidur. Mungkin.
Di rumah sudah bikin jus buat istri untuk dibawa ke Rumah Sakit ditinggal begitu saja. Padahal sudah dua kali bolak-balik Hasil CT scan yang sudah di tangan ketika terjatuh masih bisa lupa. Apakah sudah dibawa atau masih di ruang kamar. Surat hasil diagnosa yang sudah dikasih suster dan saya simpan di tas, saya bilang belum ada ketika istri menanyakan. Lalu dengan semangat saya meminta lagi ke suster.

Saat mau berangkat kerja kembali barang-barang yang sudah disiapkan, HP, netbook, modem, kopi, dan jam tangan lagi-lagi lupa dibawa. Kenapa bisa? Saya juga bingung sendiri. Kenapa?

Apa lagi? Ya, apa lagi yang lupa? Tak ingat lagi. Namanya juga lupa. Jadi itu beberapa kejadian yang saya lupa yang saya bingung sendiri. Tidak seperti biasanya.

Apa mungkin karena banyak pikiran karena istri sakit yang memerlukan banyak biaya? Setelah pikir-pikir tidak juga begitu. Sepertinya biasa-biasa saja. Saya berpikir lagi mencari penyebabnya. Yang ada malah tak bingung sampai kemudian tak mau berpikir lagi.

Dalam hidup ini memang adakalanya apa yang kita tak terpikirkan bisa mengalaminya. Pada akhirnya istri harus dioperasi padahal sudah berusaha dengan berbagai pengobatan. Sebab kalau sampai operasi pasti memerlukan biaya yang tidak sedikit. Uang dari mana? Buat sehari-hari saja sudah kebingungan.

Namun lagi yang terpikirkan terjadi. Ada yang berbaik hati membantu menanggung biayanya dahulu yang terpenting istri bisa dioperasi untuk mengeluarkan batu ginjalnya dan sehat kembali.

Sama halnya dengan dengan penyakit lupa yang tidak pernah saya terpikirkan tapi kemudian harus mengalami. Walau biasanya pernah lupa tapi ini lupanya sudah sangat mengganggu. Masalahnya lupa bisa sampai borongan.

Tetapi pembelajaran yang dapat saya petik dari serangkaian lupa ini adalah menjalaninya dengan tenang. Jangan sampai panik dan menyalahkan diri sendiri, orang lain atau keadaan. Tidak lupa untuk mendamaikan hati dan berusaha menjernihkan pikiran.

[email protected]
gambar : http://menguatkan-ingatan.blogspot.com

Facebook Comments

About katedrarajawen

6 comments

  1. Manusiawi sekali kaya’nya wajar itu bang Kate lebih karena rasa sayang terhadap istri makanya panik dan jadi lupa yach sebagai wujud rasa cinta,yang ga boleh itu kalau lupa atau berpura pura pura lupa sudah punya istri dan anak juga walaahahhh itu bahayaaa bisa di bawain parang ntarnya http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gifapalagi kalo lupa istrinya yang mana maka bersiap siaplah perang dunia ke III akan melanda http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

    • katedrarajawen

      Mbak Ika, masalahnya itu saya sendiri bingung apa penyebabnya saya bisa banyak lupanya hehhe..kalau sampai lupa istri dan anak sih belum lah http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

  2. manusia memang tempat salah dan lupa

  3. Itu sih karena kecemasan akan kondisi istri. Ya seperti itulah menunggui orang sakit Ko-Kat…. saya nungguin ibu pernah,…nungguin suami juga pernah… yang namanya keluar uang untuk RS, sudah kaya buka keran air…. ngucuuuurr deras… Kondisi sakit beda tipis dengan kondisi dirampok —> “HARTA atau NYAWA”? http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif

    • katedrarajawen

      Ci Jo, kalau cemas sih gak juga, karena saya yakin semuanya akan berjalan baik2 saja http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif
      Kalau soal seperti kondisi dirampok saya setuju karena pernah ngalami waktu thn 2008 saat istri operasi juga, itu resep yang harus ditebus sehari bisa tiga sampai lima dengan nominal yang lumayan, tapi kali ini beruntung ada yang menanggung jadi agak tenang hehheehttp://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif