Jujur

honesty-175Jujur (itu masih ada) di mana-mana, jangan khawatir. Khawatirlah apabila diri sendiri yang tidak jujur…

Benarkah orang jujur itu sudah seperti barang langka yang ada hanya satu di antara seribu orang? Pengalaman membuktikan bahwa orang jujur itu masih ada di mana-mana. Jangan-jangan justru diri kita sendiri yang jadi manusia langka dalam hal berlaku jujur.

Belum lama ini saya dua kali ketinggalan barang tapi dua-duanya bisa kembali dengan utuh. Yang pertama adalah HP yang tertinggal di saung di mana biasa saya duduk-duduk mencari ilham di pabrik. Seorang karyawan menemukan lalu mengembalikan kepada saya. “Ini HP bapak ya ketinggalan?!”

Saya bengong. Kenapa bisa HP saya tertinggal di saung sampai saya tidak menyadari? Semakin bengong sebab yang menemukan masih bersedia mengembalikan. Buru-buru saya ucapkan terima kasih. Hampir tidak percaya HP kesayangan masih dikembalikan dalam keadaan utuh.

Walau bukan jenis telepon selular pintar, tapi HP tersebut adalah pemberitahuan adik yang cukup sangat membantu untuk berkomunikasi dan hiburan. Jenis dua kartu. Bisa GSM dan CDMA atau GSM dan GSM.

Kedua adalah saat menunggu istri di Rumah Sakit. Setelah mandi malam dengan santai saya tinggalkan kamar kecil. Menemani istri sambil menonton acara di televisi tanpa mengingat sama sekali ada sesuatu yang hilang dari lengan saya.

Tahu-tahu datang seorang anak muda menyodorkan sesuatu sambil berkata,”Om, ini jam tangannya ya?” Lagi-lagi bengong saya. Kenapa anak muda ini begini jujur mau mengembalikan jam tangan yang sudah saya tinggalkan di kamar mandi? Kalau diambil pun saya tak tahu dan tak mungkin akan menyalahkannya! Lah saya tidak tahu siapa yang ambil?

Sungguh saya berterima kasih dan istri pun ikut mengucapkan terima kasih. Padahal dengan anak muda tersebut kenal juga tidak. Kenapa ia tahu itu jam tangan saya?

Saya bengong. Bagaimana kalau jam tangan tersebut benar-benar hilang. Padahal jam tangan tersebut pemberian adik saya belum lama ini yang harganya cukup mahal untuk ukuran kantong saya. Jam tangan merek kesayangan saya sejak dari dulu sedang bangga-bangganya memakai.

Melalui dua kejadian ini sungguh menyentil diri saya. Mengapa? Saya membayangkan andai saya yang menemukan kedua barang tersebut belum tentu akan berlaku jujur untuk mengembalikan kepada pemiliknya. Apalagi dalam keadaan sedang butuh uang. Bisa saja saya ambil untuk dijual.

Beruntung dari kejadian ini membuat saya merasa punya hutang budi pada orang lain, sehingga suatu saat nanti menemukan barang miliki orang lain wajib untuk mengembalikannya dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan walau dengan kata ‘terima kasih’ sekali pun.

Sebab dulu saya pernah menemukan HP seseorang di jalan, setelah yang punya menghubungi dan saya kembalikan tanpa mendapat satu kata ‘terima kasih’ pun. Terang saya ‘sakit hati’ dan berpikiran buruk “Kalau tahu begitu tidak usah dikembalikan sekalian!” Ketahuan tidak tulusnya, kan?

[email protected]

Facebook Comments

About katedrarajawen

3 comments

  1. jujur itu mata uang yang berlaku dimanapun…

  2. katedrarajawen

    Betul mas Wildan, maka beruntunglah orang yang jujur

  3. f-i-agungprasetyo

    Kalau begitu tulisan ini poinnya ada dua: jujur dan lupa :D

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif