Maaf

sorrySebuah kata ‘maaf’ yang begitu mudah dituliskan. Cuma empat kata. Tetapi tidak semudah itu mengucapkannya. Bisa jadi bibir ini seakan terkunci gembok yang sangat kokoh, sehingga sedemikian sulitnya untuk meluncurkan kata tersebut. Ada beban yang begitu berat dan perasaan enggan. Bisa jadi menyatakan maaf akan meruntuhkan harga diri, sehingga lebih baik tak usah terucap.

Setiap malam menjelang tidur biasanya saya menelepon si dede  sebagai pengobat rasa rindu karena jarang berada di rumah.. Sekadar menanyakan keadaan atau ngobrol-ngobrol. Entah malam itu ia sedang galau, sehingga nada bicaranya agak sewot.

Kenapa?

Akhirnya saya sudahi acara teleponannya. Walau pun si dede bilang tidak apa-apa apabila saya hendak berbicara dengannya. Saya sengaja menutup telepon untuk memutuskan komunikasi.

Baru hendak merebahkan badan, si dede telepon dan dengan nada sedih ia berkata,”Pi, maafin Dede ya tadi. Dede salah ngomongnya sama Papi. Sekarang kita ngobrol lagi ya…”

Perasaan saya langsung lega, sebab si dede bisa spontan menyadari kesalahannya. Mungkin kita akan beranggapan anak-anak masih polos, sehingga dengan mudah bisa langsung minta maaf ketika menyadari kesalahannya.

Benarkah demikian?

Menurut pengalaman hidup, belum tentu semudah itu. Pernah melihat anak-anak mengambil atau merusak mainan temannya. Tentu mainannya yang diambil atau dirusak tidak terima dengan cara menangis atau merebut kembali, sehingga terjadi saling tarik-menarik.

Ketika orangtua mengetahui dan meminta anaknya mengembalikan sambil menyuruhnya minta maaf tapi si anak tidak mau. Walau sudah dipaksa tetap kukuh dengan pendiriannya. Kenapa? Sebab bisa jadi  ia merasa tidak bersalah dan merasa berhak memiliki mainan itu.

Berbeda dengan orang dewasa macam kita yang masih sulit untuk minta maaf. Tahu salah. Namun untuk mengakui dan menyatakan maaf itu masih perlu perjuangan. Gengsi atau takut harga turun.

Jadi, untuk bisa menyadari kesalahan lalu dengan penuh kerendahan hati meminta maaf memang perlu kelembutan budi atau minimal rasa malu telah melakukan kesalahan.

Tidak mudah memang.saya sendiri ketika melakukan kesalahan malah tidak menyadari. Ketika ada yang mengingatkan masih pikir-pikir. Salahnya di mana? Apa yang salah? Alih-alih berpikir spontan untuk minta maaf. Sebab kelamaan pikir malahan lupa apa dan di mana salahnya.

[email protected]

Facebook Comments

About katedrarajawen

2 comments

  1. Bang Kate gampang banget bang buat minta maaf dan memaafkan tapi rasanya itu loh bang Sakiiiitttttt bang kaya lagu dangdut itu lo Sakitnya tuh disini di jari ku karna nulis mulu ngetik mulu wkwkwkwkwk

  2. katedrarajawen

    oh iya, tunggu dulu maafnya ya, ini lagi sakit di sini, ini di sini

    salaman mbak Ika

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif