Hadiah

Mendapat sebuah hadiah dalam satu kesempatan tentu adalah hal yang menyenangkan. Namun oleh keserakahan hati, kesenangan bisa berubah menjadi kekecewaan yang menyebabkan lupa untuk berterima kasih dan bersyukur. Karena ambisi untuk mendapatkan yang lebih telah menguasai.

Pada awal tahun 2015 di mana bumi sepanjang hari diguyur oleh turunnya hujan, tapi tak mengurangi semangat untuk menghadiri pesta peringatan pernikahan yang ke-50 Bapak Tjiptadinata Effendi dan Ibu Roselina yang merupakan sahabat menulis di media sosial.

Walau datang terlambat, setelah para undangan lain selesai bersantap, saya tetap merasa gembira bisa sampai tujuan dengan selamat dan berkesempatan mengucapkan selamat untuk Pak Tjipta dan Bu Lina.

Di antara acara yang berlangsung dengan penampilan cucu-cucu Pak Tjipta dan Bu Lina yang menari, bermain piano atau peragaan bela diri, ada penarikan door prize. Saya memasukkan yang paling terakhir.

Penarikan pertama door prize dengan hadiah voucher belanja di Carrefour senilai sejuta rupiah. Yang kedua pun dengan hadiah yang sama. Ada yang bernafas lega, karena masih ada kesempatan mendapatkan hadiah yang lebih nilainya. Yang sudah kebagian hadiah pasti ada rasa gembira tapi mungkin juga sedikit menyesali karena tidak ada harapan lagi mendapat hadiah berupa Samsung Galxy S4 dan Galaxy Note3.

Pada kesempatan penarikan door prize yang ketiga ada hadiah dari pihak hotel berupa gratis menginap dua malam. Tiada menyangka, nomor kupon milik saya yang keluar. Senang, ya tentu saja. Namun oleh keserakahan untuk mendapat hadiah yang lebih bernilai menjadi kecewa pula. Hilang sudah kesempatan memiliki Samsung Galaxy S4 atau Galaxy Note3.

Keserakahan seringkali memang membutakan, sehingga lupa untuk merasa puas dan bersyukur. Namanya hadiah semua tentu bernilai dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Apapun itu sebuah hadiah pasti berarti dari yang memberi.

Keserakahan hati memang membuat kita tidak pernah puas dan cukup dengan apa yang kita dapat. Selalu ingin lebih dan lebih sampai melupakan makna dari apa yang telah kita dapatkan.

Yang pasti keserakahan sulit membuat kita menikmati kebahagiaan. Sebab selalu timbul keinginan-keinginan yang membuat hati kita tak bisa berdamai dengan keadaan dan diri sendiri. Bisa merasa puas dan cukup dengan apa yang telah ada dalam genggaman pasti lebih mendamaikan. Bahagia pun kan hadir.

katedrarajawen@pembelajarandarisebuahperistiwa

gift

Telah dibaca 89 x , hari ini 1 x

About katedrarajawen

One comment

  1. hihihi…. ya sudah sini voucher hotelnya buat saya sajah… hihi…http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.