Garam

Salah satu acara televisi yang belakangan ini begitu menarik pemirsa adalah acara kuliner dan MasterChef. Kedua acara ini memang berhubungan dengan makanan. Dalam acara kuliner reporter akan mengunjungi berbagai tempat kuliner yang menarik dan mungkin menyajikan menu yang langka tetapi lezat untuk disantap. Sementara dalam acara MasterChef merupakan perlombaan kemampuan para chef mengolah dan menghidangkan berbagaimjenis masakan. Kedua contoh acara menunjukkan betapa kegiatan yang berhubungan dengan kuliner sangat menarik.
Akan tetapi pernahkan kita membayangkan, jika dalam kegiatan yang berhubungan dengan kuliner ini kita membuang salah satu bumbu? Kita ambil saja salah satu bumbu yang kita kenal dengan garam. Kita coba bayangkan sebuah resto yang sangat terkenal sebagai wisata kuliner menghidangkan masakannya tanpa bumbu garam. Mungkin juga kita bayangkan MasterChef yang sudah berkeliling dunia dan mendapat penghargaan dari dalam dan luar negeri memasak tanpa garam. Kita bisa percaya pasti para ahli dalam bidangnya tersebut akan segera turun “tahta” dari jabatannya sebagai MasterChef. Pemilik kedai dan resto yang sudah terkenal bahkan telah tayang di televisi pun bisa jatuh bangkrut. Kenapa? Karena orang-orang yang mencicipi masakannya pasti akan kecewa dengan rasa masakannya yang tidak lagi  enak. Padahal, para ahli tadi hanya menghilangkan satu bumbu saja dalam masakannya, yaitu garam.
Dari sini, kita menyadari betul ternyata garam sangat berguna dan berpengaruh pada masakan. Masakan akan menjadi hambar dan berubah tidak enak ketika tidak menggunakan garam. Garam ternyata membuat masakan menjadi lebih sedap atau lebih gurih. Garam bisa juga kita gunakan sebagai bahan pengawet makanan. Dengan membubuhkan garam dalam jumlah yang banyak, ternyata mampu menghidarkan makanan dari reaksi pembusukan.
Dalam kehidupan modern, ternyata garam tidak hanya berfungsi untuk penyedap dan pengawet makanan. Namun, garam juga berfungsi untuk kesehatan bahkan kecantikan. Untuk kesehatan orang sering menambahkan segenggam garam pada air mandi. Konon dengan menambahkan garam pada air mandi atau merendam kaki dapat menghilangkan pegal-pegal. Selain itu, garam bisa juga menghilangkan radang pada tenggorokan. Dengan berkumur air hangat yang ditambah garam rasa nyeri pada saat menderita radang akan berkurang.
Beberapa kosmetik pun ada yang memiliki kandungan garam. Seperti halnya scrub, pasta gigi, dan deodorant juga menambahkan garam di dalam pembuatannya. Dengan demikian kegunaan garam dalam kehidupan kita ternyata sangat banyak. Garam menjadi hal yang cukup penting dalam kehidupan kita.
Akan tetapi bagaimana jika suatu saat garam itu menjadi tawar? Memang ada tertulis, “Jika garam itu menjadi tawar dengan apakah akan diasinkan? Maka garam itu akan dibuang dan hanya diinjak-injak orang” Kutipan ini mengingatkan kita tentang manfaat dan makna garam. Dalam kehidupan di dunia ini kita masing-masing memiliki tugas dan peran. Tentunya setiap pribadi diharapkan mampu bertanggung jawab melaksanakan peran mereka sebagai anggota masyarakat. Kita masing-masing memiliki peran seperti halnya garam yang akan memberikan rasa asin agar makanan menjadi lebih lezat. Kita sebagai warga dunia diharapkan memberikan rasa sekaligus bertanggung jawab terhadap kerusakan dunia. Kerusakan secara fisik, mental, maupun spiritual bangsa ini. Tentu ini tugas dan tanggung jawab yang sangat berat di tengah kemerosotan dunia ini. Kita cenderung kompromistis dengan dosa daripada menjalankan kehendak Tuhan. Kita lupa makna hidup kita tetapi lebih mencari kesenangan pribadi.
Seperti halnya garam, dalam kehidupan ini hendaknya kita mampu memberikan rasa. Kita diharapkan mampu memberikan kesaksian tentang kebaikan Tuhan. Walaupun tak jarang yang terjadi sebaliknya, kita justru menghujat Tuhan melaui tingkah laku kita. Kita sering menghilangkan fungsi diri sebagai anggota masyarakat yang seharusnya memuliakan Tuhan.
Sama halnya dengan garam, jika tidak lagi asin maka garam itu sudah kehilangan fungsinya. Garam akan dibuang dan dinjak-injak orang. Begitu pula jika manusia sudah tidak ada gunanya karena perbuatannya yang menentang Tuhan. Kita tidak ada gunanya di hadapan Tuhan dan di hadapan sesama. Tentu ini menjadi sesuatu yang menyedihkan dan memalukan. Salam-AST 992014

Facebook Comments

About Anita Godjali

2 comments

  1. katedrarajawen

    Ada yang sewaktu makan, karena keasinan sampai mengumpat-umpat, padahal sayur tanpa garam itu hambar rasanya. Ya , mbak Anita, hidup tanpa memberikan rasa akan hambar sekali. Pertanyaannya adalah rasa apa yang telah kita berikan pada hidup ini?

  2. selain garam…gula juga perlu mba anita..

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif