Home » Rubrik Khusus » Timba Sumur » Mubazir

Mubazir

gate

acidcow.com

Hei…/kamu tahu nggak arti kata mubazir?”
“Enggak, emang artinya apa?”
“Mubazir itu artinya, jika kasih pesawat kepada orang yang bukan saudaranya kamu.”
“Oooh….
Begitulah sepenggal dialog yang meluncur dari bibir seorang siswa kelas V dari salah satu sekolah dasar yang terkenal sebagai sekolah unggulan. Kebetulan sekolah ini menjadi peserta pembinaan budaya yang diselenggarakan oleh sebuah sanggar kesenian atau yang akrab disapa Padepokan. Saat mendengarnya, kita tentu hanya bisa tersenyum.
Dialog sederhana ini menjadi sangat menggelitik untuk disimak. Pasalnya jawaban pertanyaan yang disampaikan oleh penanya itu pun dijawab sendiri. Pokok persoalan tentu bukan saja pada definisi kata mubazir. Akan tetapi, cara si anak mengajukan pertanyaan dan cara temannya menjawab pun menjadi cukup menarik.
Entahlah, pertanyaan itu diajukan dalam konteks becanda tetapi temannya belum bisa mengimbangi candaanya atau memang anak tersebut mendapat pemahaman yang salah. Memang,  pemahaman kosa kata anak yang satu dengan yang lain akan berbeda. Lingkungan dan kebiasaan dalam keluarga juga sangat mempengaruhi kemampuan menyerap kosa kata. Salah satu faktor penentunya adalah kebiasaan membaca. Semakin sering anak ini membaca, maka semakin banyak juga kosa kata yang diserapnya.
Dewasa ini, memang banyak orang tua yang sibuk dengan segala urusan atau pekerjaaan. Akibatnya memang anak banyak yang tumbuh dan berkembang bersama pengasuh. Budaya membaca bagi anak yang tumbuh dan berkembang dengan pengasuh secara umum semakin lemah.

Dengan demikian tidak mengherankan jika anak-anak kurang memahami makna bahasa dengan baik dan benar.
Kasus pemahaman definisi kata mubazir di atas, sebenarnya hanya salah satu contoh kasus. Sikap anak yang kurang paham atau karena anak juga memiliki konsep yang tidak tepat.

Bisa jadi memang anak selalu berorientasi pada materi. Walau tidak menutup kemungkinan karena memang tidak paham maksud yang sebenarnya. Kemungkinan pemahaman konsep yang salah dan kebiasaan hedonisme maupun meterialisme yang kian menjerat sebagian masyarakat modern menjadi penyebabnya.
Banyak orang tua yang salah dalam memberikan pandangan dan ukuran dalam kehidupan. Tak jarang orang tua menanamkan kepada anak-anaknya, tentang pentingnya materi dalam kehidupan. Orang tua lupa bahwa anak-anak juga harus memahami makna kehidupan. Bahkan tidak jarang orang tua pun hanya memberikan materi dan tempat pendidikan yang mahal dan mewah saja kepada anaknya. Namun, waktu dan kasih sayang tak ada untuk anak-anaknya. Mereka hanya dibiarkan hidup dan tumbuh bersama pengasuh dan seorang sopir yang siap 24 jam untuk mengantar anak ke mana mereka mau.
Peristiwa sederhana ini, ternyata cukup mengusik hati. Alangkah naifnya jika kita memandang dan memaklumi sebagai kesalahan anak yang sederhana dan biasa. Kita diingatkan dan ditantang untuk menjadi orang tua yang cakap. Sebagai orang tua wajib mengikuti perkembangan anak-anak kita. Anak-anak zaman dengan sekali klik mampu melihat dunia.

Mereka itu masih membutuhkan sentuhan kasih kita. Banyak hal yang kian hari kian hilang dan tak lagi dimiliki oleh anak-anak zaman sekarang. Tidak hanya rendahnya kemampuan berbahasa yang baik dan benar, tetapi etika pun mulai menjauh dari mereka.
Kiranya hal ini tak hanya menjadi keprihatinan dan tanggung jawab segelintir orang. Namun, hendaknya menjadi keprihatinan semua orang, khususnya mereka yang peduli pada generasi muda dan masa depan bangsa ini.

Cara berbahasa seseorang sebenarnya cukup mencerminkan pola pikir mereka. Dengan demikian, jika anak selalu berorientasi pada materi tidak menutup kemungkinan anak lupa memahami esensi kehidupan.
Kesadaran akan makna kehidupan yang lebih luas harus bisa tumbuh dalam diri anak. Anak juga harus memiliki kerendahan hati agar mampu menggumuli persoalan kehidupan. Ia harus bisa memahami tindakan menghambur-hamburkan uang demi sebuah kesenangan sesaat adalah hal mubazir. Anak juga harus memahami bahwa berpikir dan berbicara kotor pun bentuk kemubaziran. Dengan demikian nantinya anak akan paham bahwa definisi mubazir adalah tindakan sia-sia yang tidak ada manfaat dan faedahnya bagi kehidupan. Salam-08012015

Facebook Comments
Telah dibaca 55 x , hari ini 1 x

About Anita Godjali

4 comments

  1. katedrarajawen

    Kalau si dede di rumah kadang suka bikin repot juga dengan pertanyaan2nya soal kosa kata yang baik ia temukan di bacaan atau saat menonton televisi, repotnya kadang kita sendiri belum tahu jadi harus cepat2 buka kamus online hehhe

    • Anita Godjali

      Orang tua yang mau belajar Ko Kat, bisa jadi kisah nyata di atas pertanyaan anak ke ortu yang gak mau repot jadi jawab aja sekenanya, http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gifSalam

  2. kenapa yang dikasi pesawat? kenapa bukan duit?

  3. Anita Godjali

    Mungkin bagi keluarga itu yang masih berharga cuma pesawat Ci Jo, tapi saya pun bingung dengan pernyataannya. Selamat Tahun Baru berkat Tuhan melimpah.http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif