Home » Rubrik Khusus » Timba Sumur » Tujuh Keajaiban Dunia

Tujuh Keajaiban Dunia

Di sebuah kelas pembelajaran sejarah, seorang guru memberikan soal kepada siswanya. “Anak-anak tuliskan tujuh keajaiban dunia di kertas jawaban kalian!”, demikian perintah guru dengan tegas. “Tulisan harus jelas ya, minimal bisa dibaca dua orang, yaitu kamu sendiri yang nulis dan tentunya Ibu Guru”, ujarnya memperjelas perintah.
Para siswa menyelesaikan tugas kemudian mengumpulkan beberapa saat sebelum pelajaran berakhir. Seorang siswa perempuan yang terkenal sangat pendiam mengumpulkan tugas paling akhir. Ia terlihat sangat ragu-ragu dan agak takut tatkala meletakkan tugas di meja guru. Walaupun teman-temannya tidak ada yang memperhatikan tindakannya ini.
Singkat cerita semua tugas siswa sudah terkumpul dan ibu guru membawanya pulang. Setelah menyiapkan segelas coklat hangat ibu guru meraih tumpukan pekerjaan para siswa. Malam Minggu, ibu guru mencoba mengisi waktu dengan memeriksa pekerjaan anak-anak. Dengan senyum mengembang di bibir ia baca tugas siswa pada tumpukan paling atas. Hemmm…cukup memuaskan, siswa mampu menyebutkan tujuh keajaiban dunia.
1. Piramida
2. Taj Mahal
3. Tembok Cina
4. Menara Piza
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon
Lembar demi lembar telah terbaca habis dengan jawaban yang kurang lebih sama. Mungkin perbedaan terdapat dalam urutan penomoran saja. Tentu rasa puas semakin menambah lebar senyumnya. Tidak sia-sia mengahabiskan malam Minggu untuk menyelesaikan pekerjaan kantor. Masih ada lembar terakkhir yang masih menunggu giliran.
Seteguk coklat yang tak lagi hangat membasahi tenggorokannya setelah semenjak tadi asyik memeriksa. Kembali diraihnya lembar terakhir dengan semangat karena berarti pekerjaan sudah selesai. Ia berharap bisa segera menikmati tayangan televisi yang menyuguhkan tembang-tembang lawas. Sejenak mata ibu guru agak terbelalak membaca tulisan jawaban siswa pada lembar terakhir. Memang tulisan itu tidak terlalu rapi, namun tetap bisa terbaca dengan jelas huruf demi huruf yang tercantum di belakang nomor.

Tujuh Keajaiban Dunia
1. Bisa melihat
2. Bisa mendengar
3. Bisa menyentuh
4. Bisa merasakan
5. Bisa mencintai
6. Bisa tertawa
7. Bisa disayangi

Membaca jawaban ini, ibu guru tidak mengerti harus membubuhkan angka berapa pada lembaran tersebut. Ia terdiam sejenak dan hanya bisa tertegun sambil menarik napas panjang. Beberapa saat kemudian, ia menutup tugas tersebut dan ia mulai menunduk. Ibu guru mengucapkan syukur dan berdoa untuk seorang murid yang selalu pendiam namun tetap penuh santun. Ternyata gadis kecil ini telah memberikan pelajaran hidup yang sangat luar biasa. Pelajaran hidup yang sangat berharga, namun hampir tak pernah terpikirkan olehnya.

Dalam permenungannya ibu guru menyadari, ternyata untuk menemukan keajaiban dalam hidup ini sangat mudah. Kita tidak perlu keliling dunia agar menjumpai keajaiban dunia. Keajaiban itu bisa kita jumpai setiap saat di sekeliling kita. Keajaiban bisa kita lihat melalui mata anak-anak yang menatap tanpa dosa. Keajaiban dunia bisa kita jumpai melalui orang-orang di sekitar kita.

Keajaiban ini pula yang sering kita lupakan dan syukuri. Oleh karena itu, mari kita temukan keajaiban dunia yang ada dalam hidup, melalu perjumpaan kita dengan saudara-saudara kita dan setiap insan yang Tuhan izinkan memasukim kehidupan kita. Disarikan dari pesan seorang teman. Salam- AST 07052015

Telah dibaca 50 x , hari ini 1 x

About Anita Godjali

4 comments

  1. ruaaar biasaaa 7 keajaiban yang sesungguhnya ya…

  2. Anita Godjali

    Benar Jeng Winda, kadang kita menjadi orang yang “buta” dan “:tuli”. Apa kabar? lama tak basuo…kamgen ya…hehehe…

  3. Kira-kira kalo menurut penulis, berapa nilai yang pantas diberikan untuk ujian sejarah ana terakhir ini? :)

  4. Anita Godjali

    Mas Agung…., sepertinya tak ternilai dengan angka….bahkan kalau saya pribadi, tak layak untuk menilainya. Hehehe… salam kenal

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif