Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Muka Tembok Kelas Dewa

Muka Tembok Kelas Dewa

Waduh bagaimana ini ya? Muka tembok saja sudah menjengkelkan, tetapi muka tembok kelas dewa? Bisa jadi sangat mengganggu. Kasusnya bagaimana? Kasus yang cenderung delusional, berkhayal atau bersikeras tentang sesuatu hal yang sesungguhnya orang lain tak sependapat. Coba tengok kiri dan kanan.  Contoh paling mudah : cinta ditolak-dukun bertindak. Tidak sedikit orang yang sudah ditolak cintanya tetap saja ngotot dan bersikeras. Berusaha menyakinkan pihak lain bahwa dirinya pantas dicintai. Permasalahan menjadi panjang bila yang merasa terganggu pada akhirnya bertindak tegas. Kalau perlu minta bantuan hukum.

hypocriteSeseorang yang membuat kesalahan fatal berkali-kali namun tidak insyaf juga, rasanya hanya akan menjadi hamster on spinning wheel. Alias tikus kecil yang terus berputar pada roda mainannya. Itu jika Anda pernah melihat hamster peliharaan. Seperti itulah hidup yang tanpa tantangan, dosa tanpa pertobatan, seperti itulah zona nyaman dan seperti itulah muka tembok kelas dewa. Tidak kemana-mana hanya berputar disitu saja. Sekuat tenaga ia berlari namun sesungguhnya tidak beranjak menjauh dari tempatnya semula. Saya takut keadaan semacam itu, karena saya bukan hamster! He-he,… Tetapi lebih pokok lagi saya tidak mau memiliki, berteman atau dipengaruhi oleh orang-orang yang seperti tikus berputar disitu-situ saja pada rodanya. Bagi saya menakutkan, karena so many things to do and so little time to spend. Terlalu banyak hal yang ingin saya lakukan dan terlalu sedikit waktu tersisa yang dapat dimanfaatkan.

Ada seseorang yang membuat kesalahan fatal kepada orang-orang (yang menurutnya) pernah dicintainya, tetapi ia yakin bahwa ia telah berbuat yang terbaik secara maksimal. Dengan muka tembok kelas dewa, ia merasa bahwa sama sekali tidak pernah ada masalah. Kalaupun ada masalah itu adalah sikap orang lain dan ia berhasil ‘bersabar’ terhadap sikap orang lain tersebut. Lagi-lagi delusional! Bahwa tanpa membuka dan membicarakan suatu permasalahan, orang akan langsung kembali seperti semula sikapnya. Kalau mengalami gegar otak bisa jadi orang tersebut akan melupakan! Tetapi kesalahan fatal tidak serta-merta dilupakan lalu mengajak korbannya tertawa-tawa bersama seperti orang bodoh. Hati-hati! Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang takkan percaya. Peribahasa yang saya kenal ketika duduk di bangku sekolah dasar ini menurut saya sangatlah benar. Maka berhati-hatilah kita bertingkah kepada orang lain, jangan dianggap semua orang akan memaafkan dengan mudah kemudian melupakan. Demikian pula sebaliknya kita harus berhati-hati pada orang yang pernah berbuat kesalahan lalu melenggang-kangkung dengan gaya tanpa dosa. Boro-boro minta maaf, merasa bersalah saja tidak! Inilah fenomena muka tembok.

Bukan berarti kita berlatih menghakimi orang lain. Tetapi tidak ada salahnya menjaga jarak dengan seseorang yang pernah melakukan kesalahan. Apalagi jika kita sadar kesalahan yang dilakukannya terhadap kita sangatlah fatal. Ukuran fatal itu bagaimana? Anda nilai sendiri, skala 1 hingga 10 sampai dimana masalah yang ditimbulkan oleh si muka tembok ini? Dalam masalah yang berskala kecil, lihat dampaknya jika memang tidak ada kerugian tak ada salahnya berteman lagi. Memaafkan dan memberi kesempatan. Dalam masalah berskala sedang, lihat dampaknya dan refleksikan perasaan Anda. Mungkinkah untuk tetap menjadikannya teman atau relasi? Jika masih memungkinkan mengapa tidak? Dalam masalah berskala besar? Hmm, … maafkan dan ampuni orang tersebut, kirim aneka doa untuknya. Tetapi untuk menjalin relasi lagi harus melalui pertimbangan yang sangat matang. Dampaknya secara psikologis dan material bisa jadi telah menghancurkan Anda. Yakinkah untuk berdekatan kembali?

Memaafkan sedikit sulit jika si pembuat onar menganut paham muka tembok. Pin-pin-bo, pintar-pintar-bodoh. Seolah masa lalu biarlah menjadi masa lalu. Masa kini kita rajut kembali dengan benang yang lebih erat. Hey,… manusia TIDAK hanya dirinya! Masih banyak orang lain, manusia lain, yang akan memberikan kesempatan lebih baik dalam berelasi. Berhati-hatilah dengan orang yang seiman. Dengan dalih itu mereka mudah meyakinkan dan menjual propaganda perilaku atas nama agama dan Tuhan. Seolah Anda dan dia adalah sama- sama penganut spiritualitas dengan tingkat yang sama. Seagama atau sealiran kepercayaan boleh jadi terkategorikan sama. Namun tingkat spiritualitas belum tentu sama. Tidak sedikit orang-orang dengan hati berbulu ada disekitar Anda. Berusaha menyakinkan Anda tentang sesuatu yang mendatangkan keuntungan bagi dirinya. Paling mudah dengan berkedok agama. Yup, sok suci…  Namun sejatinya ternyata hanyalah si muka tembok kelas dewa yang lagi-lagi mencari keuntungan dengan menghalalkan segala cara. Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Be careful,…

Quote :

Orang yang betul-betul bermuka dua adalah dia yang menolak mempercayai muslihat jahatnya sendiri, yang sudah jelas didepan mata dan dia yang berdusta dengan penuh ketulusan

Facebook Comments

About Josephine Winda

6 comments

  1. waah judulnya keren nih, bikin tertarik langsung baca :D

  2. katedrarajawen

    waduh, kalau orang muka tembok berdusta aja bisa tulus ya Ci Johttp://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

    Jadi ingat nih belum lama ini ada kejadian, istri sy kebetulan jadi kepala arisan di Kompleks, saat nagih ke tetangga yang agak jauh katanya udah diambil sama tetangga sebelah, alasannya disuruh istri, padahal gak.

    Istri saya tagih, karena memang harus segera disetor ke yang berhak, katanya mau ke atm dulu, tunggu punya tunggu gak ada, katanya tunggu anaknya pulang kerja, anaknya pulang kerja ditagih, gak tahu alasan apa lagi. Sudah agak malam baru setor ke rumah dengan wajah yang tanpa bersalah…nah kalau yang ini muka tembok tingkat dewa, bukan Cihttp://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

    • waduh..kalo arisan sama artis aja Ko-Kat……jadi ngga alot, kalo itu sih alesannya mungkin emang lagi seret. Hya, jangan diajak ikut arisan laaah..apalagi arisan berlian yang dikomando istrinya Ko-Kat…

      Tapi bener ada orang kalo memang licik, culas, ga jujur, punya niat lain, dst…itu gaya ngebohong ajaaa tulusssss bangeeeet gak ada takutnya sama Tuhan… nanti ada kesempatan dia keruk keuntungan… ati-ati…

      Ini ada satu temen/ fans berat yang saya udah bener2x nggak mau berteman karena sifatnya sudah tak tertolong…udah saya sindir, saya katain halus, … masih aja sokkk akraaab kaya lintaaah…do’oh! kemaren saya “smash”… diem dehhhh!…http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

      Paling sebel orang jualan agama jelas-jelas kelakuannya bejad….wadooowww…hahaha..kaya komedi!http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  3. walahhh ternyata yanga ada tingkatannya bukan cuma galau aja ya muka juga ada udah tembok pake kelas dewa pula ha,,ha,,ha,,

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif