Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Baik Ada Maunya

Baik Ada Maunya

“Hallo? Win, ini saya si A teman kamu SMP dan SMA. Inget kaaaaannn..? Apa kabar? Sekarang tinggal dimana? Ketemuan yuk? Lama banget kita tidak bertemu? Kapan-kapan reuni?” Dasar seseorang yang hatinya ‘baik’ seperti saya,…ciyeee…. Tidak ada pikiran apa-apa, hingga pada akhirnya saya tertipu sejumlah uang oleh teman sendiri. Ada Beberapa kali. Saya ikhlaskan, buat pelajaran di kehidupan. Kalau diingat terus kan terbawa kesal, nanti wajah saya berubah seperti mak lampir saking tiap saat gondok. Dampaknya kalau ada orang menilpon dan mengajak reuni, meuni sok akrab pisaaaaan, jadi WASPADA. Padahal jaman dulu saya nggak merasa akrab sama sekali? Saya intip profesinya di sosial media: eng-ing-eng. Tebak apa? Pastinya bukan konglomerat yang mau mengajak makan di hotel bintang lima! Jauh! hehe…

Barusan juga ada pesan singkat masuk ke inbox dari temen cowo, “Win, add BB saya. Nih nomernya!” Dalam hati saya udah mikir, dia ini kurang ajar. Sudi amat gue add BB elu. Gue inget siapa elu dan kelakuan elu waktu kuliah! As I said don’t mess-up with me. Saya jarang lupa teman-teman. Saya ingat semua, termasuk perilaku yang bersangkutan. Saya jawab, “Sorry saya nggak make BB.” Memang saya sudah lama tidak suka pakai aplikasi BB, hanya sempat pakai sebentar HANG terus. Kapok. Dijawab oleh yang bersangkutan, “Wah jaman sekarang nggak pake BB? Payah betullll, kasih nomer HP kamu aja deh ya!” Ujarnya! Dalam hati saya membathin, Sengaja supaya gak urusan dengan orang-orang kayak you! Terus saya jawab, “Ok, ini nomer HP saya. Tapi maaf sering silent juga. Sip ya!”

Saya bukannya nyombong, temen-temen yang ngajak ketemuan dan gaul sejuta umat. Kalau saya ikuti semua, waktunya akan habis. Belum dana acara pergaulan sosial. Saya lebih menyukai menghabiskan waktu untuk menulis, bersama keluarga dan travelling. Tentu ada teman-teman yang saya bela-belain jumpai. Artinya orang-orang yang sungguh saya sukai dan terpercaya. Lha, kalau sudah pernah terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan apa perlunya berjumpa kembali? Pertemanan seleksi alam. Bisa selesai detik itu juga. Bisa saja someday ‘rujuk’ kembali. Tergantung waktu, perubahan sikap dan takdir. Kalau sudah berbeda tempat tinggal atau beda komunitas ya susah untuk bertemu lagi. Apalagi pernah ada friksi atau gesekan. Sebenarnya bagi saya lokasi tidak menjadi masalah. Saya punya sahabat di India, Amerika, Singapore dan Jerman. Dengan kecanggihan tehnologi bisa kapan saja bercakap. Tetapi bagi saya ketidakcocokan menjadi kendala terbesar untuk kembali menjalin komunikasi. Sekalipun misalnya tetangga sebelah rumah.

kindnessApalagi saya paling alergi dengan orang-orang yang ‘BAIK ADA MAUNYA.’ Oiya, dulunya saya sejenis orang yang lugu yang tidak menyadari bahwa orang cenderung memperdaya orang lain dengan cara apa saja demi….UANG! Contoh : SMS tolong kirim mama pulsa. SMS tolong ditransfer ke rekening anu ya sekarang. Dst- Orang yang BAIK ADA MAUNYA adalah sifat yang paling mengenaskan karena mengotori arti kebaikan itu sendiri. Lihat akibatnya kepada saya, yang dulunya senang jika ada teman baik dan rindu karena lama tak bertemu. Sekarang bosan dan muak, karena bertemu dengan niatan mencari keuntungan semata. Jyah! Dan ini termasuk pada cowo yang pernah saya taksir ketika remaja. Setelah dewasa bertemu kembali, dia berusaha menjual sebuah produk minuman kepada saya. Can you imagine? Pengen getok kepala sendiri dan bertanya, “Astaga apa yang dulu saya lihat pada dirinya?” Saya tidak menghalangi orang mencari nafkah, tetapi menurut saya ‘mengorbankan’ hubungan perteman dan kekeluargaan demi mencari nafkah semata adalah keterlaluan. Sebaiknya justru tawarkan pada orang-orang yang tak dikenal dulu. Buktikan kemampuan Anda dan layanan sosial Anda kepada dunia luar. Baru keluarga dan teman-teman Anda akan angkat topi. Itupun kalau pada akhirnya mereka butuh produk atau jasa Anda, maka bolehlah!

Baik ada maunya juga membawa efek berantai kecurigaan yang membuat orang lain terkadang justru menjadi ‘immun’ dengan kebaikan atau manfaat yang seharusnya dapat disampaikan. Belum apa-apa seperti kasus saya menjadi kapok dan ogah.  Lha, bayangin aja selama ini bertahun-tahun tidak pernah menyapa. Sekalinya menyapa menilpun semua orang, mengirim inbox, mengajak reuni dan seterusnya. Who do you think you are? Anda pikir Anda siapa? Orang pertama yang mencoba menipu saya? Silahkan ngantri. He-he,… Saya sering kasihan pada orang lain. Kadang saya merasa saya sangat dicintai, bukan oleh manusia tetapi oleh Tuhan. Maka saya merasa harus membalas kebaikan Tuhan kepada saya dengan juga berbuat baik kepada orang lain. Tetapi rupanya saya harus kembali pula pada batasan bahwa : BAIK bukan berarti BODOH. Lebih baik saya memberi sedikit tetapi ikhlas, daripada saya dipaksa berbelanja banyak tetapi ditipu habis-habisan. Bahkan pernah ada kejadian, saya yang balik diancam! Hello? Who do you think you are,…?? Investasi Anda kepada uang akan habis, tetapi investasi kebaikan kepada manusia lain selamanya dikenang.

Facebook Comments

About Josephine Winda

8 comments

  1. katedrarajawen

    Untungnya saya gak pernah baik2in Ci Jo ya, nah itu takut dikira ada maunya ha ha ha…kalau saya sih modelnya risih, herannya kok gak ada teman2 lama yang nyari2 saya buat dibaikin ya, Ci? Beruntung apa rugi nih ?http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

  2. Ha,,ha,,ha,,, untung juga saya ga suka pke bbm ha,,ha,,ha isi bbm saya cuma 10 orng saja ha,,ha,,,ha kemaren juga ada yg sms saya pinjam uang 350 ribu aja gtu katanya saya cuma tertawa walahhh modusss gitu batin saya ha,,ha,,ha,,

  3. Anita Godjali

    Saya baru mau baikin Ci Jo biar ditraktir…wah gak jadi deh takut ditolak. hehehe…, Gitu deh Ci , orang bermacam-macam…

    • hihihi…aduh mba Anita sih pasti baik beneraaaan…percayaaaa cayaaa cayaaaa… wajahnya saja sudah aura memancarkan kebaikannnn…. nanti saya traktir baso…tapi saya ditraktir Pizza yaaaaa…http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  4. bener, sekarang apa2 ada maunya looh :|

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif