Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Bermain Cantik Dalam Politik

Bermain Cantik Dalam Politik

politic

foto quotehd.com

Dulu saya tidak tahu apa maksudnya ‘bermain cantik’. Kalau berdandan cantik masih bisa dimengerti. Tetapi bermain cantik? Apa tuh? Makin lama saya makin memahami bahwa bermain cantik itu ternyata kebalikan dari berlaku barbarian. Kalau tidak suka langsung melakukan aksi kekerasan, dengan penyerangan secara terbuka. Itulah yang disebut aksi barbar, bak manusia purba atau orang yang tidak punya akal budi. Masih primitif! Bermain cantik adalah kebalikannya. Di depan baik, manis, menyenangkan, merangkul dan menyetujui. Lalu tiba-tiba tanpa diduga melakukan tusukan mematikan dari belakang.

Kira-kira Anda paham apa yang saya maksud? Dan dalam konteks apa? Ini terkait aksi dari sebuah partai politik, yang dengan gagah perkasa mengaku sebagai pembela rakyat. Tidak tahunya ada muslihat yang dimainkan dengan sangat cerdik. Masyarakat dan kelompok orang yang tadinya mengelukan mereka beralih muak dan sangat marah. Bermain cantik adalah strategi yang paling berbahaya. Karena tidak semua orang berbakat sebagai aktris dan aktor operas sabun! This is true,… Tidak semua orang suka dengan cara bicara yang santun, berbelit-belit, namun ada maksud lain yang tersembunyi. Ini seperti bicara dengan kadal yang lidahnya menjulur keluar-masuk. Membingungkan! Lebih mudah jika maksud itu dinyatakan langsung, sehingga orang lain dapat menanggapi untuk setuju atau menolak.

Tetapi inilah POLITIK! Karena ada maksud-maksud tersembunyi. Ada tujuan yang hendak dicapai. Dan untuk menuju kearah sana harus ada langkah-langkah strategis yang ditempuh. Seperti naik gunung, turun lembah, menyelam di danau, ngumpet diantara semak belukar, namun semua tahu tujuannya adalah menemukan sepeti emas di ujung pelangi. Dan itulah hal yang dilakukan oleh partai politik ini. Yang entah dengan scenario atau arahan siapa, sanggup bersama-sama melakukan perjalanan strategis demi tercapainya sebuah tujuan : sepeti emas. Rapat parlemen yang dibuat alot dan sulit, waktunya molor hingga tengah malam buta, bahkan jelang subuh. Yang menantikan sudah lelah, sudah terkapar satu persatu. Lalu, ketika para pengawal terlelap dan lawan tidak siaga, lakukan satu tusukan. Dan dengan diam-diam semuanya kabur melalui terowongan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Aksi ini dadakan? BULLSH**! Maafkan kata-kata saya yang sedikit ‘manis’, rasanya perlu juga untuk kesan dramatis.

Bermain cantik dalam politik adalah kekuatan, KATANYA! Sebentar bicara A, besok bicara B. Hari ini mencintai mawar, besok meminang melati. Tsk-tsk-tsk, sangat melelahkan! Saya salut pada orang-orang yang sanggup melakukan ‘perjalanan lelakon opera sabun.’ Orang – orang yang tentunya adalah sebagian dari kita, saudara dan teman diantara kita juga. Yang sebagian besarnya pasti beragama, sesuai Pancasila, yang baru akhir-akhir ini didengungkan lagi. Yang mungkin khusyuk melakukan ibadah sesuai agamanya masing-masing. Tetapi ketika terjun dalam politik dan diminta ‘bermain cantik’ memang hanya bakat-bakat menonjol yang akan terus bertahan. Betapa banyaknya yang menganggap agama adalah baju yang dapat dikenakan mungkin hanya pada hari Jumat atau hari Minggu. Sementara hari lainnya berpesta pora dengan cara dunia, halalkan segala cara! Raih nikmat tertinggi,..

Speechless, tidak dapat berkata apa-apa. Ketika menyaksikan serombongan orang yang diangkat oleh rakyat, sebagai wakil rakyat, dengan berani mengatasnamakan rakyat, mengambil keputusan yang katanya merakyat dan menganggap dirinya paling tahu hal terbaik untuk rakyat. Impossible! Ketika orang-orang ini naik mercy, alphard, naik pesawat jet, minum tequila, pergi ke Paris, bahkan berkuda sebagai kegiatan pengisi waktu luang. Bagaimana mereka akan bisa menjadi wakil rakyat yang sesungguhnya? Orang-orang miskin yang terlantar di rumah kardus? Anak-anak jalanan yang dibawah kolong jembatan tiap saat jadi korban kekerasan, orang-orang tua yang mati tergeletak di terminal, nelayan yang kesulitan bahan bakar dan petani yang berperang dengan hama? Tidak ada kata yang dapat menggantikan, sekalipun itu kata ‘hina’, kata ‘munafik’ atau bahkan kata ‘durjana.’ Saya gagal paham orang yang sudah enak, kaya, mapan, dipuncak dunia, tetapi masih merasa kurang-kurang dan kurang?

Permainan ini memang luar biasa cantiknya! Mengorbankan rakyat, menuding kawan-kawannya sendiri lalu pergi ke belakang untuk mencuci tangan! Luar biasa! Plok-plok-plok… Oya, sebagai catatan. Siapa sih Josephine Winda? Ibu-ibu galau yang hobby menulis ngawur? Yang merasa diri paling cerdas-cermat. Well, sometimes I should say,…I am! SAYA ULANG,… sebagai catatan, ketua atau pemimpin rapat adalah sosok dari ‘partai yang bersangkutan.’ Namun pada hari H, KETUA TERSEBUT tidak memimpin rapat. Kesempatan memimpin diberikan kepada wakilnya yang memang berasal dari ‘partai merah darah’. Nah, sang ketua ini TIDAK MEMIMPIN RAPAT alasannya karena baru saja sembuh dari sakit PARAH. Yes, Bapak! Saya ingat Anda pingsan ketika presiden berpidato. Ada pendarahan dengan usus Anda sehingga harus dirawat dirumah sakit? Lumayan lama perawatannya ya Pak, hingga sembuh? Kok ya bertepatan dengan pengambilan keputusan krusial ini Anda menggunakan alasan ‘sakit’ untuk tidak muncul di persidangan dan memimpin rapat?? SEHINGGA (ngga-ngga-ngga…bergema…), secara TOTAL seluruh anggota partai Anda lenyap dari peta pertanggung-jawaban rancangan undang-undang tersebut. Kecuali mungkin enam orang rekan Anda yang sedikit nyentrik, nyleneh dan mbalelo….

Hmmmm,… memang luar biasa “Permainan Cantik ini”. Kami, rakyat… tidak akan lupa! Kami masih mengamati, …permainan cantik apalagi yang akan Anda semua sediakan wahai para lelakon opera sabun? Dan untuk Bapak terhormat yang baru saja sembuh. Sakit itu teguran dari Gusti Allah lho Pak, hati-hati,…. jangan sampai terjatuh sakit lagi. Hati-hati Pak,… jaga kesehatan! Oya, kadang-kadang bagi yang bosan bermain cantik, bisa jadi gak sabaran dan kembali berlaku barbarian. Hati-hati saja,…. Salam : rakyatmu!

Facebook Comments

About Josephine Winda

2 comments

  1. Kalau kita dandan cantik aja lah mba mumet juga hdehh gas naik dan langka air galon naik solar susah bensin di batasi saya mumet kalo mami saya juga mumet wwkwkk maklum ibu2 kalo semua naik kita kita yang dirumah kebagain omelan wkwwkwkkhttp://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif