Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Selera Humor Individu

Selera Humor Individu

humorAnda tahu tidak? Kadang manusia bisa mendeteksi apakah dirinya cocok dengan manusia lain dengan cara berbagi tawa. Artinya, memiliki selera humor yang sama! Tawa adalah virus bahagia yang dicari semua orang. Hal yang paling sederhana yang dapat mengundang kebersamaan dan ditularkan pada orang lain akan menjadikan mereka satu kumpulan orang yang merasa saling-terkait. Karena sama- sama mengerti, “Lucunya dimana,…”

Barusan saya menyaksikan video. Saya tidak tahu video itu apakah kejadian sungguhan atau kejadian yang direkayasa. Yang pasti video itu ditonton dan di-like sekitar 12,000 orang. Kalau saya perhatikan lokasi video tersebut diambil pada sebuah ATM Bersama dan rasanya sih kejadiannya di Indonesia. Tetapi entah bagaimana video itu tersebar ke berbagai penjuru dunia sehingga di komen oleh berbagai orang dari negara lain. Banyak yang tertawa menonton video lucu itu dan banyak pula yang mempertanyakan lucunya dimana? Bahkan ada yang mengomentari video itu sedikit kasar dan seolah menghina penampilan fisik orang lain.

Setting kejadiannya begini. Seorang anak muda yang berbadan gemuk, berbusana batik, sedang bersandar di depan deretan mesin ATM yang berada di suatu ruangan. Anak muda ini cukup gemuk dan besar, sehingga ukuran tubuhnya memang kurang lebih selebar mesin ATM yang ada didepannya. Lalu seorang anak muda lainnya yang bertubuh langsing masuk ke dalam ruangan itu dengan menunduk. Sibuk meneliti kartu ATM-nya. Ia sama sekali tidak menengadah atau melihat-lihat situasi di dalam ruangan. Menurut saya hal ini cukup wajar. Saya asumsikan si anak muda kedua baru saja parkir motor didepan ATM bersama, turun, mengambil kartu, pikirannya penuh dengan hal-hal lain yang ada dalam benak, lalu tanpa melihat lagi ia menuju ke anak muda yang berbadan gemuk dan menyorongkan kartu ATM ke perut anak muda itu.

Ketika si anak muda kedua menyadari bahwa yang didepannya bukanlah mesin ATM, tetapi anak muda lain yang bertubuh gemuk besar dan berbaju batik, ia terlihat kaget dan sangat malu. Lalu menunduk sekali minta maaf dan langsung menoleh ke sisi satunya dimana mesin ATM sungguhan berderet disitu. Dua wanita yang melihat kejadian itu tertawa sangat keras dan terguncang-guncang. Sementara anak muda yang gemuk diam saja, mungkin dalam hati sedikit tersinggung tapi ia tak menunjukkan kemarahan. Sementara anak muda yang satunya pura-pura tidak mendengar tawa yang menggelegar dari dua wanita yang menjadi saksi dan kali ini ia berusaha serius dengan mesin ATM sungguhan.

Para komentator memberikan tanggapan yang berbeda. Orang-orang yang bukan berasal dari Indonesia heran melihat kejadian semacam itu dianggap lelucon. Mereka menganggap video lelucon itu kasar karena seolah menghina seorang pemuda yang bertubuh tambun, hingga dikira mesin ATM. Yang lain mengomentari bahwa kedua wanita yang tertawa terpingkal-pingkal tawanya seperti orang gila serta tidak sopan. Sementara sebagian besar penonton lainnya merasa video itu sungguh lucu. Bagaimana seseorang bisa begitu ‘linglung’ dan tidak memperhatikan situasi sekitarnya hingga menganggap seorang pemuda gemuk yang sedang bersandar sebagai mesin ATM. Banyak yang menanggapi video ini sebagai FAKE atau palsu, dibuat-buat.

Pertama kali melihat video ini saya langsung tertawa terpingkal-pingkal. Nanti dulu! Bukan artinya saya mentertawakan si pemuda gemuk. Bukan itu. Justru saya tertawa melihat si pemuda linglung yang benar-benar disconnected alias nggak nyambung dengan situasi sekitarnya. Yang tidak dipahami oleh penonton yang mampu menangkap kelucuan ini adalah bahwa tawa itu bukan mentertawakan FISIK tubuh gemuk. Bukan itu! Tetapi mentertawakan pemuda kurus yang TIDAK KONSENTRASI PENUH sehingga lagaknya sangat ngaco dan menimbulkan situasi canggung/kocak.

Saya merasa hal ini lucu, karena saya sering berlaku demikian. Saking penuhnya pikiran yang ada dikepala kadang tidak berkonsentrasi pada hal yang ada disekeliling. Pernah saya hendak gosok gigi menggunakan krim muka. Kadang-kadang hal yang terlalu sering kita lakukan, kita anggap remeh dan membiarkan pikiran kita melantur sambil melakukannya sehingga tidak berkonsentrasi. Ini yang disebut tubuhnya ada disitu tetapi pikirannya melayang entah kemana. Makanya saya anggap konyol sekali mengira orang bersandar sebagai mesin ATM, saking nggak konsentrasi dalam melakukan sesuatu. Well, jangan jadi sniper kalo gitu! Pasti lolos tembakannya! Yup,…videonya lucu….

Facebook Comments

About Josephine Winda

6 comments

  1. katedrarajawen

    Tindakan pemuda yang menganggap pemuda gemuk di depannya sebagai ATM memang konyol tapi orang2 yang berkomentar itu tidak lucu palsu juga bisa konyol, kejadiannya memang bisa jadi rekayasa tapi bisa jadi juga kenyataan,

  2. hehehe… saya pernah melihat video seperti ini. Tapi seting lokasinya di sebuah kereta api kalo gak salah. Lucu menurut saya mbak. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif