Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Menyiasati Bacaan Media

Menyiasati Bacaan Media

Semalam saya berselisih pendapat dengan sahabat saya melalui forum chat, masalah judul-judul artikel berita yang bombastis. Teman saya mengeluhkan judul-judul yang bombastis namun isinya ternyata tak sama. Belakangan ini karena sibuk menulis otomatis saya tak membaca buku, kebanyakan membaca berita sepotong versi cepat dari media online yang kecepatan tayangnya memang ‘supersonik’. Kejadiannya baru terjadi sejam sudah langsung jadi berita. Nah kadang masalahnya berita masih simpang siur tapi dipaksakan menulis, akhirnya pewarta cari cara untuk menuliskan secara bombastis. Tidak sinkron antara judul dan isi. Pernah juga saya baca judulnya beda-beda isi beritanya sama dicopas bolak-balik ditambahin kata-kata sedikit. Jeng Kelin? Iyalaaah,…

readdd

foto: themillionairesecrets

Tapi saya berpendapat wajar bagi awak media untuk menulis dengan cara mereka masing-masing. Yang tidak baik tentu saja adalah jika beritanya menyimpang jauh atau bertolak belakang dari kenyataan. Alias fitnah, itu sudah keterlaluan. Makanya untuk berita tentang tokoh, individu atau peristiwa sebaiknya tidak membaca hanya dari satu media. Bisa dicari info dari beberapa media sekaligus. Sehingga dapat ditarik saripati mana berita yang paling pas. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Masing-masing media pasti punya kekuatan dan kelemahan dalam cara menyajikan beritanya. Tinggal pandai-pandainya pembaca membaca ‘behind the script’. Berita itu mudah terlihat kok kalau isinya hanya untuk menjatuhkan orang lain atau pihak lain. Mudah terdeteksi, siapa punya niat apa. Lalu kita ini sebagai pembaca berdiri dimana? Milih bacaan yang mengedukasi dan selalu berkiblat pada kebaikan. Itu saja. Nggak baik kok dibaca dan diikuti pula!

Kemudian media juga punya pijakan masing-masing, gaya pemuatan, pasar pembaca dan satu hal lagi kredibilitas media. Ada yang hobby baca majalah A ada yang sukanya koran B. Tergantung pembaca demen yang mana. Sekarang ada majalah pdf yang dapat didonload dan informasinya cukup lengkap. Mengenai akurasi saya tidak bisa memastikan 100% karena nara sumbernya saya tidak bisa cek, tapi jika ada kecondongan atau pembelaan sedikit pada pihak tertentu wajar juga. Tinggal adanya berita lain yang meng-counter atau mengkonfirmasi kebenarannya. Nah lagi-lagi pembaca gemar yang mana? Untuk berita-berita up to date masing-masing orang tentunya sudah punya portal berita atau stasiun televisi andalan. Tidak perlu saling menyalahkan atau mencela. Yang pasti menyampaikan berita kebenaran, itu yang paling disukai oleh banyak orang. Lha, untuk apa orang mendengar berita bohong atau bualan? Maka saya tak khawatir atas pemelintiran judul sepanjang isinya dapat dipertanggungjawabkan dan dijelaskan mengapa memilih judul yang nyentrik. Namanya orang ‘dagang’ metodenya macem-macem, ada yang di kaki lima, ada yang sewa counter, ada yang tereak door to door. Mana-mana lah yang paling cocok. Pembeli juga boleh milih mau jajan di pinggir jalan atau jajan yang lebih bersih di dalam counter.  Bagaimana kita memilih bacaan kita.

Saya perhatikan menulis atau memberitakan sesuatu yang tendensinya kekerasan atau pornografi selalu menjadi berita yang diburu? Menarik jika bisa dibuat pola demografi pembaca di tanah air. Tentunya dengan ilmu statistika yang seksi itu sehingga dapat diteliti dengan baik. Wilayah pembaca di tanah air itu usia berapa, pria atau wanita, latar belakang pendidikan, profesi, lalu berita yang disukai jenis apa, alasannya mengapa. Dari situ dapat digambarkan kira-kira setinggi apa tingkat edukasi dan semangat belajar bangsa kita? (Ingat tulisan mentri Anies Baswedan – Gawat Darurat Pendidikan kita). Mana-mana yang perlu dibenahi dan minat-minat baca mana yang perlu kian ditumbuhkan. Kalau bacaannya ingin selalu kriminalitas boleh-boleh saja tapi bukan ‘rasa ingin tahu’ saja yang anda tonjolkan. Lebih baik jika psikologis dibalik aneka peristiwa itu. Korban-korban yang ada seperti apa, pelaku-pelaku seperti apa, motif  apa yang melatar-belakangi, lalu apa pelajaran yang dipetik dari aneka peristiwa tersebut. Jika ditarik garis sesungguhnya banyak peristiwa yang sama berulang kali terjadi. Seandainya saja ada pelajaran yang dipetik dari peristiwa sebelumnya, pencegahan dapat dilakukan untuk peristiwa berikutnya dengan membaca ulasan yang ada. Siapa tahu anda dapat menjadi profiler seperti dalam serial televisi ‘criminal minds.’

Menurut saya membuat judul bombastis sah-sah saja, tetapi memfitnah, mengajarkan hal buruk, menyebarkan kebencian adalah hal yang patut dihindari. Sebagai pembaca yang intelek dan dewasa tentunya kita mampu memilah bacaan mana yang pantas dibaca dan mana yang seharusnya dilewatkan saja karena tidak bermanfaat. Sayangnya, sungguh sayang masih banyak orang yang mudah terhasut dengan berita ‘mentah’ yang tidak jelas kebenarannya dan tidak diketahui asal usulnya. Banyak pula penulis berita yang menulis dengan tujuan khusus dan mengarahkan pembaca pada tujuan – tujuan lain sesuai agendanya atau agenda kelompoknya sendiri atau agenda ‘tuan’ kepada siapa ia mendapatkan upeti atau bayaran. Menyedihkan jika diamati. Semoga kita semua selalu berada pada koridor yang tepat yaitu sebagai pembaca yang matang dan penulis yang mengemukakan kejujuran. Itu saja,.. Baca yukk…

Facebook Comments

About Josephine Winda

2 comments

  1. katedrarajawen

    Ci Jo, selain bombastis ada pula judul2 yang menyesatkan pemahaman kita, kalau tidak teliti maka akan mudah terjebak. Coba baca judul ini : Bekas Air Cucian Kaki Jokowi Jadi Rebutan Warga,
    Bayangan saya adalah bekas air yang sudah dicuci kaki Jokowi, tak tahunya sisa air yang digunakan untuk mencuci kakinya hehhe

    • He-eeeh..aku yo mbaca berita itu Ko-Kat!!! …asli tak kira pada make aer bekas cucian kaki yang udah kotor..nggak taunya air bersih ya…..itulah! trik lincah si pembuat berita pada media…tapi benar kaaan????… Anda dan saya terkejut-kejut dan penasaran…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif