Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Perjodohan Orang Muda

Perjodohan Orang Muda

Lingkungan tempat saya menetap kebanyakan berisikan pinisepuh. Nggak tahu kenapa, kami berkesempatan tinggal di perumahan lawas yang isinya kebanyakan orang-orang tua. Ada eyang, oma dan opa. Ada juga beberapa anak muda. Tetapi bisa dihitung dengan jemari. Parents mereka satu atau dua dasawarsa diatas usia saya. Lalu ada anak-anak kecil yang memang usia abege, sepantaran putri saya hingga yang lebih muda lagi pada usia sekolah dasar. Karena lumayan akrab, kami saling mengenal dan mengetahui satu sama lain. Hari ini sepulang dari acara pertemuan lingkungan RT, saya dan putri saya berkesempatan “menggosip bersama.” Iya, usia tiga belas tahun seperti putri saya tentu saja sudah mengerti gossip. Jadi kami membicarakan “orang muda” yang ada dilingkungan kami. Yang kebetulan tadi kami jumpai di acara silaturahmi tahun-baruan RT.

“Mam, si Kak Brama sudah mau menikah lho!” Pikiran saya melayang pada seorang pemuda tampan berkulit putih. “Oh ya, kakaknya Violet bukan?” Putri saya menjawab, “Iya”. Violet berusia dua belas tahun, teman dereally_cute_love_quotes_tumblrkat putri saya. Tapi kakaknya sudah pertengahan dua-puluh menjelang tiga-puluh tahun. Putri saya lalu mengeluh, “Si Violet sebentar lagi akan punya keponakan. Dan dia akan jadi tante-tante. Padahal usianya masih abege!” Saya menjawab geli, “Iya ya, … Tante kecil?” Lalu pikiran saya melayang pada seorang gadis cantik anak tetangga kami lainnya, “Kak Nadine udah punya pacar apa belum sih? Dulu Mami pikir dia pacaran sama Kak Brama?” Putri saya menangkis cepat, “Bukan dong! Kak Nadine itu sudah punya cowok sendiri. Aku nggak ngerti apa yang dilihat Kak Nadine pada cowoknya?” Putri saya bergaya bak lelaki tua ahli nujum yang mampu melihat masa depan. Saya bingung, “Maksudnya?” Lalu putri saya menjawab, “Haduh, Mami sudah lihat cowoknya?” Saya diam dan tersenyum simpul, “Iya juga sih, Mami kayaknya pernah lihat. Cowoknya nggak gitu ganteng ya? Malah,… agak amburadul penampilannya.”

Saya nggak tega mengomentari. Tetapi ini hanya kacamata parents yang melihat perjodohan orang muda. Bahkan putri saya yang abege saja mampu ‘menerawang.’ Putri saya nyletuk, “Kak Nadine kan cantik kok mau sama cowok amburadul gitu? Apa yang dilihat yaaa?…” Saya ingin ketawa tapi saya simpan dalam hati. Nanti putri saya tersinggung. Saya mau mengatakan bahwa banyak cowok ganteng yang mami kenal dulu, sekarang sudah pada luntur kegantengannya. Dan banyak cowok amburadul yang sekarang berubah jadi ‘agak’ ganteng. Waktu mengubah segalanya, Nak! Ada permainan takdir, jodoh, rejeki, peruntungan dan seabreg ramalan yang tak terduga realitanya di kemudian hari. Tapi saya pancing lagi, “Makanya tadinya mami kira Kak Nadine pacaran sama Kak Brama. Kalau enggak kan ada Kak Bobby tuh? Kok Kak Nadine nggak pacaran sama Kak Bobby saja ya?” Tanya saya ingin tahu. Ingatan saya melayang pada pemuda lain anak tetangga yang tinggi, gagah dan hitam manis. Putri saya mengangguk menyetujui, dia juga menyukai Bobby. “Iya, padahal Kak Bobby keren.” Saya memancing lagi, “Mungkin Kak Bobby udah punya pacar kali?” Putri saya menampik keras, “Nggak pernah ada cewek yang dikenalkan ke kita-kita Mami.” Saya menyambit ucapannya, “Ya kita kan cuma tetangga? Masa ia dia ngenalin ceweknya? Paling juga dia ngenalin ke papa-mamanya sendiri kali.” Putri saya yang memang mengagumi Bobby berdalih, “Beneran nggak ada! Sama sekali nggak ada pertanda dia itu punya cewek.”

First-love-what-adults-called-puppy-love-and-what-we-thought-was-true-love

foto : stylebizz

Lagi-lagi dalam hati saya ingin tertawa karena putri saya sok tahu. Tapi saya tahan. “Ya namanya juga Kak Bobby bekerja dan kuliahnya di Bogor, jauh dari tempat tinggal kita. Dia hanya pulang seminggu sekali. Siapa yang tahu kehidupan dia disana?” Ujar saya sambil tertawa. Putri saya masih bergaya seperti aki-aki ahli nujum mengangguk setuju, “Benar juga sih ucapan mami.” Dalam hati saya terus tertawa. Teringat masa kuliah dulu si A naksir si B. Pacaran sekian tahun. Tiba-tiba bubar. Lalu seseorang pacaran dengan orang yang bagi kawan-kawannya “Hellooo,.. enggak salah elo pacaran ama dia? Dipelet kali yeee,…” Segala hal tentang perjodohan tidak bisa dinalar, dilogika, ditimbang, diramal, difinalkan. Harus terus didoakan dan berharap agar diberikan jodoh yang terbaik oleh Tuhan. Karena jodoh bisa siapa saja, kapan saja dan tak terduga. Orang lain hanya bisa menebak-nebak dan heran oleh kenyataan yang ada didepan mata. Tetapi yang mengalami perasaan jatuh cinta, seolah berada di planet lain. Yah, itulah barangkali definisi cinta,…  Kalau beneran cinta masih harus terdefinisi. He-he-he,…

Telah dibaca 103 x , hari ini 1 x

About Josephine Winda

2 comments

  1. katedrarajawen

    Ternyata di komplek perumahan di tengah kota pun marak dengan perjodohan kaum muda ya, Ci Jo? Apalagi di tempat saya yang lebih pinggiran, mungkin karena perkawinan dan semata oleh nafsu, cukup banyak wanita yang kelihatan masih berusia muda, tapi tak tahunya sudah janda…http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

    • tingkat edukasi menentukan juga alasan pernikahan, kalo edukasinya kurang ya asal dapat jodoh. Kalau edukasinya cukup ya mikir-mikir kalau berjodoh tapi malah bawa sengsara… siapa yang mau?http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif