Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Beruntungnya Anda dan Saya

Beruntungnya Anda dan Saya

Kemarin saya mengantar putri saya mengikut acara meditasi anak, kegiatan sosial yang tidak dipungut bayaran. Pembinanya guru dari sekolah swasta. Saya pikir kegiatan ini bagus, karena putri saya mulai masuk usia remaja yang kadang-kadang sikapnya tak jelas. Ingin berlagak dewasa namun sesungguhnya masih kanak-kanak. Ingin memaksa namun sesungguhnya tidak tahu apa yang dilakukan. Hal kecil jadi masalah besar dan mulai kurang menghargai relasi-relasi yang ada disekelilingnya. Terfokus melulu pada komunitas diri dan teman-teman sebaya. Seolah orang lain atau kegiatan yang tidak menarik minatnya menjadi tidak penting. Meditasi baik untuk menenangkan emosi, amarah, jengkel, tidak puas, sombong, sok tahu, dst. Intinya menjinakkan sesuatu yang ‘buas’ dalam diri manusia. Saya rasa meditasi bisa didasarkan pada agama yang dianut masing-masing orang.

orphanBaru pertama kali ngikut, saya pikir acara ini bakalan ‘sepi’ peminat. Hari gini remaja diajak meditasi, siapa yang berminat? Mendingan juga nonton K Pop! Tapi saya sedikit ‘memaksa’ karena saya ingin putri saya berinvestasi pada ‘sikap baik’ dengan belajar hal-hal yang baik sejak masa remaja. Ketika kami tiba memang yang muncul hanya beberapa anak usia SD, rata-rata adalah anak tetangga. Ternyata tak lama kemudian datang serombongan anak sekitar sepuluh orang, mungkin lebih. Mereka adalah anak-anak panti asuhan. Yang kesemuanya masih kecil-kecil. Usianya dibawah usia putri saya. Ada dua gadis yang masih sangat kecil berusia sekitar enam tahun. Sisanya anak-anak lelaki banyak sekali, berusia enam hingga kira-kira sebelas tahun. Saya terkejut karena anak-anaknya bersih, rapi dan terawat. Sempat terlintas dalam benak. Pada kemana orang tuanya ya? Orang tua itu kan ada dua? Kalau nggak ada ibunya masih ada bapaknya? Kalau kepepet masih ada Oom dan Tante? Kenapa masih banyak anak-anak yang dititipkan di panti? Dan anak-anak ini cakap-cakap wajah serta penampilannya. Gak kebayang kalau punya anak lalu dibuang dan dilupakan begitu saja? Ngenes! Mudah-mudahan masih ada kerabat yang mengunjungi.

Diluar dugaan saya, anak-anak panti ini semuanya ceriaaaaaaa… banget! Bayangan saya anak panti akan murung, pesimis dan kurang happy. Enggak tuh! Namanya anak-anak, ada yang ketawa, lari-larian, bercanda, jahil, saling menggoda. Bahkan ada seorang anak lelaki yang mencolek kuping salah satu gadis kecil yang berusia enam tahun dari belakang lalu pura-pura cuek, seolah pelakunya bukan dia. Gadis kecil itu sempat memelototi saya yang duduk dibelakangnya. Anak-anak panti ini juga sudah memiliki ‘karakter’ pribadi masing-masing. Ada yang suka tereak-tereak. Ada yang cerdas berkaca-mata dan rajin menjawab pertanyaan. Ada yang pandai memimpin doa. Ada yang suka bersantai dengan duduk bersandar. Ada yang terlalu gemuk sehingga malas bergerak. Namun secara ajaib semuanya kelihatan happy dan melulu bercanda. Mereka diantar satu ‘nanny’ yang kerjanya mainan hape dan ada satu supir serta mobil antar jemput mereka dari panti menuju ke lokasi rumah meditasi. But overall semuanya happy! Nggak ada yang mukanya muram atau menye-menye sedih.

Saya jarang berinteraksi dengan anak kecil kecuali anak saya sendiri. Agak sulit bagi saya mengasuh anak kecil, mungkin saya kurang berbakat. Mungkin juga kurang keibuan, mungkin juga masa kecil saya kurang bahagia, he-he-he,.. Pokoknya saya tidak pandai mengurus bocah. Sahabat yang mengajak saya aktif di kegiatan meditasi adalah ibu dengan tiga anak. Menurut saya dia adalah ibu yang sangat luar biasa! Orangnya lembut dengan tutur kata halus. Dengan cepat ia mengambil peran mengasuh anak-anak panti, bercerita dan memotivasi. Sementara saya hanya menonton karena terpesona melihat anak-anak segitu banyaknya dan berisik, saling berteriak. Sahabat ini dengan sabar membujuk, bertanya dan memberi ceramah sederhana pada anak-anak.

Saya jadi teringat masa-masa ketika saya bekerja dan membuang uang hanya untuk pergi makan malam dengan teman-teman di dua hotel papan atas Jakarta, di bilangan tugu tani dan mega kuningan. Hanya demi ‘pernah’ merasakan dinner di hotel mewah. Bersantai, seolah hidup ini serbanya enak saja. Tidak ada empati bahwa banyak sekali orang yang hidup pas-pasan atau bahkan berkekurangan. Nggak nyadar! Sementara melihat anak-anak panti segitu banyaknya, hanya diasuh satu mbak-mbak yang asyik mainan Hape, saya bengong! Terharu. Ada banyak anak-anak yang nelangsa hidupnya, tapi tetap saja ceria. Dulu jika marah karena putri saya nakal, sering saya mengancam akan meningalkannya di rumah panti, saya menyebutnya ‘rumah bayi-bayi’. Hari kemarin itu, bayi-bayi sudah besar dan menjadi anak-anak kecil periang yang berseragam kaos kuning. Kebetulan putri saya juga mengenakan kaos yang warna ngejreng kuningnya, sama persis dengan anak-anak panti. Saya lalu mengganggu putri saya, “Lho kamu kok nggak pulang ke panti? Malahan ikut Mami?” Dan meletlah dia! Yes, betapa beruntungnya Anda, saya dan anak-anak yang kita miliki.

Facebook Comments
Telah dibaca 40 x , hari ini 1 x

About Josephine Winda

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif