Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Gagal Paham Kecerobohan di Jalan Raya

Gagal Paham Kecerobohan di Jalan Raya

Killing with a Gun versus Killing with a Car

foto: streets mn

Semalam saya membaca berita ‘tabrakan maut’ di jalan Pondok Indah. Setelah membaca beritanya saya bingung, bagaimana mungkin diberi judul tabrakan? Apa tidak lebih pantas diberi judul ‘pembunuhan maut di jalanan’? Dengan mudahnya pengemudi menghilangkan nyawa empat orang dalam satu kali perjalanan yang rute jalan sebenarnya hanya lurus saja. Mengerikan sekali. Seolah-olah ia tak sadar eksistensinya sebagai manusia. Ruhnya masihkah berada dalam tubuh atau sempat terbang? Ketika ia menabrak kesemua orang itu dan kabur? Jadi ingat frasa lama, ‘Homo Homini Lupus.’ Yang artinya manusia itu adalah srigala bagi manusia lainnya. Selalu ada kecenderungan untuk ‘memangsa’ atau menjadi predator bagi manusia lain bila ada kesempatan. Yang kecil-kecilan menipu, yang besar-besaran membunuh gitu? Menipu dianggap ‘kecil’ dalam gagasan bahwa kita sebagai manusia yang luhur lebih cepat mengikhlaskan masalah harta dibanding nyawa. Iya, harta ilang gapapa. Nyawa ilang? Good bye!

Jadi ceritanya ada tiga lelaki berkendara dari sebuah pusat perbelanjaan. Lelaki pertama turun di mayestik. Lalu lelaki kedua dan ketiga melanjutkan perjalanan. Di dalam kendaraan lelaki kedua dan ketiga bertengkar dan cekcok berat. Lelaki kedua yang memegang kemudi dicekik dan handphonenya dilempar ke jalanan oleh lelaki ketiga yang entah mengapa ngotot ingin mengemudikan kendaraan itu (disini motifnya nggak jelas?). Ketika handphone dilempar, otomatis lelaki kedua turun dan memungut gadgetnya. Ketika itulah si lelaki ketiga membajak kendaraan dan kabur dengan gegap-gempita. Yang pertama dengan dahsyat menabrak beberapa orang dan kendaraan motor di dekat Gandaria City. Abis nabrak langsung lari, melanjutkan mengemudi dengan galau sepanjang limaratus meter lalu menabrak lagi beberapa kendaraan. Masih nggak kapok, lari lagi tetap dengan gaya yang super galau. Lalu menabrak mobil avansa yang terkejut dan secara tidak sengaja menyeret dua motor hingga seratus meter masuk ke jalur busway. Heran ya? Pondok Indah itu macetnya luar biasa! Kecepatan seperti apa yang dilajukannya dari dalam kendaraan ketika keadaan macet seperti itu? Nekad.

Saya tak habis pikir. Kecelakaan semacam ini sudah beberapa kali menjadi headline pemberitaan. Dan orang tidak belajar dari kejadian yang ada sebelumnya?? GAGAL PAHAM! Dulu ada seorang gadis yang ‘fly’ setelah berpesta, kemudian menabrak beberapa pejalan kaki dengan kecepatan tinggi di area tugu tani. Tewas seketika beberapa orang. Lalu ada putra seorang pesohor yang juga menyupir kendaraan tanpa SIM dengan usia dibawah umur. Karena asyik ngebut lalu terkejut kemudian masuk ke arah jalur berlawanan dan menabrak beberapa mobil lainnya. Beberapa orang lagi-lagi tewas ditempat. Lalu kecelakaan di tol Cipularang. Beberapa kali, beberapa orang, beberapa peristiwa. Lalu kecelakaan di ruas utama Sudirman yang menabrak pengendara sepeda. Bahkan beberapa waktu lalu ada gadis yang sedang lari pagi dengan ibunya pun tertabrak oleh kendaraan. Seorang bapak juga tewas ketika sedang jogging. Ya, saya GAGAL PAHAM masalah kecelakaan lalu-lintas yang berulang kali terjadi.. Kok bisa? Bolak-balik? Dengan modus-modus yang serupa tapi tak sama.

Saya dulu penggemar sepeda motor. Tapi di Jakarta, saya tidak berani naik motor. Entah sepertinya ‘ringkih’ untuk naik motor di jalan raya Jakarta ini. Saya biasa naik motor di Yogyakarta. Itu pun jaman dulu. Banyak orang yang tidak punya pilihan. Pada akhirnya ‘terpaksa’ naik motor. Dan inilah yang terjadi. Dalam keadaan lelah, kehujanan, kepanasan, lengket seringkali menjadi korban dalam kecelakaan lalu lintas. Belum lagi saya baca juga banyak kejadian motor dirampas, bahkan ditarget untuk dijambret dan lain sebagainya. Rasanya masalah berkendara dengan motor roda dua harus sangat diperhatikan oleh pemerintah. Apa solusinya? Inginnya MRT segera ada, Monorail segera ada, bis tingkat yang bersih dan rapi. Pengennya semua segera ada! Berkaca pada Singapore, transportasi umumnya sangat nyaman dan menyenangkan! Seperti apa nyamannya? Waduh, dibanding segala kesemrawutan yang ada disini,…. Tak dapat diungkapkan dengan kata-kata,.. But again, aku cinta Indonesia!

Telah dibaca 46 x , hari ini 1 x

About Josephine Winda

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif