Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Sorak-Sorai Bergembira

Sorak-Sorai Bergembira

Lagu yang penuh semangat. Sorak-sorai bergembira, bergembira semua. Sudah bebas negeri kita, Indonesia merdeka. Lagu itu saya pelajari ketika masih duduk dibangku SMP. Kami (saya dan teman-teman SMP) paling suka menyanyikannya ketika ada jeda untuk menjerit,….Indonesia merdeka. ….Merdeka!! Ada keriangan dalam lagu itu seolah hal yang lama dinanti akhirnya tiba dan kita miliki juga. Kata ‘Kemerdekaan’ itu begitu indah. Melebihi emas dan permata, bagi mereka yang merasa terjajah. Lalu muncul pula pro dan kontra suatu masalah, apakah benar kita dijajah Belanda selama 3,5 abad alias 350 tahun? Lama bener? Emang nggak sadar kalau dijajah selama itu?

Diitung-itung. Sebenarnya Republik Indonesia belum ada secara resmi sebelum tahun 1945. Masing-masing adalah kepulauan dengan kerajaan yang berdaulat sendiri-sendiri. Itupun Belanda tidak mengusasai semua pulau atau daerah. Dan pertama kali Belanda datang misinya adalah berdagang bukan menjajah. Hingga bahkan mendirikan kantor VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) atau perserikatan dagang Hindia Belanda. Berdiri pada tanggal 20 Maret 1602. Tapi barangkali karena sifat perdagangannya yang memonopoli itulah maka VOC atau Belanda dianggap sudah menjajah kepulauan Indonesia sejak tahun 1600-an. Tapi apakah iya dijajah 3,5 abad tidak merasakannya? Bisa jadi sih! Seorang teman berkisah atasannya yang berkebangsaan asing menasihati kawannya, ‘Kau kalau ketemu orang Indonesia tersenyum manis saja bro, pasti mereka akan mengabulkan semua permintaanmu.’ Makjlebs… as if kita semua begitu lugu dan stupido? Hikmahnya? Lelaki itu terserang stroke ringan semasa berada di Indonesia lalu memutuskan untuk bekerja di negara lain! Hikmah atau tulah? Tauk deh,..

SOEKARNO_24Ketika menyanyikan lagu sorak-sorai bergembira itu saya masih siswa SMP. Saya tahu bahwa Indonesia sudah merdeka dan semua serba indah (sooo sweet!), karena kini yang ada hanya pembangunan menuju bangsa yang tinggal landas, adil dan makmur dan blah-blah-blah lainnya yang saya lupa apa aja ya? Kalau buku catatan saya semasa SMP ditemukan, mungkin saya bisa melihat contekan isinya apa saja. Intinya kemerdekaan ini harus diisi dengan hal yang bermanfaat! Tapi lihat sekarang?? Tengok kanan kiri? Berita-berita yang muncul membuat pusing kepala. Kapolri diberhentikan dengan hormat, padahal masa jabatan masih sembilan bulan? Lalu penggantinya Wakapolri tetapi bukan plt. pelaksana tugas. Wakapolri adalah Wakil Kapolri yang melaksanakan tugas Kapolri. Tapi juga tidak otomatis naik dan diangkat sebagai Kapolri. Karena sesungguhnya sudah ada calon Kapolri tapi belum bisa dilantik. Kenapa yang lama sudah diberhentikan? Bingung! Pegangan, ntar kejedot pingsan.

Bener-bener bingung dan capek kalau melihat aneka berita yang bersliweran. Semua orang serba tahu. Semua orang mendadak komentator ulung. Semua orang ‘bisa melihat’ apa yang sesungguhnya terjadi. Semua orang mengerti ‘permainan cantik’ tengah dilakonkan. Semua orang meramal mengapa begini–mengapa begitu.. Eh, ini lagunya almarhum Broery Marantika bukan? Pokoknya yang baca seperti saya cuma bengong kayak sapi ompong. Ini maksudnya apa? Tujuannya apa? Mengapa aku begini, engkau begitu? hehe-hehe…. Dijajah 3,5 abad tidak terasa karena penjajahnya ‘senyum manis’?… Semoga kita jangan menjadi bangsa yang sedemikian lugu. Baik hati sih harus! Tetapi kalau lalu diartikan kita sebagai bangsa yang lugu dan mudah dibodohi? Apakah rasa kebangsaan tak menyengat naik ke ubun-ubun? Hati-hati, jangan sampai kita semua tak sadar bahwa sampai hari ini kita masih dijajah dibawah ‘senyum manis.’ Sudahlah yang diatas, …rapatkan barisan! Anda pemimpin kok ribut sendiri? Apa harus dinyanyikan versi lagu yang berbeda, “Sorak-sorai bericuhan, mari ricuh semua,…Horeeee!” #lesu#

Telah dibaca 83 x , hari ini 1 x

About Josephine Winda

Leave a Reply

Your email address will not be published.