Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Siapakah Malaikat Pelindung Anda?

Siapakah Malaikat Pelindung Anda?

Beberapa waktu lalu ada sebuah permainan/ game di media sosial. Saya melihat salah seorang kawan memainkan game tersebut, judulnya ‘Siapakah malaikat pelindung Anda? Who is your guardian angel?’ Waktu melihat game tersebut saya berpikir, ‘Iya ya, … bisa hidup sehat dan bahagia hingga hari ini. Pasti malaikat pelindung saya telah bekerja keras.’ Terlepas dari benar atau tidaknya tentang malaikat pelindung yang menjaga kita sepanjang waktu, kehidupan ini sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa. Jika saatnya tiba tidak bisa di cancel, tidak bisa minta penagguhan, tidak bisa sidang ulang, minta remisi dan seterusnya dan sebagainya. Mati ya,..mati saja. Tidak ada kemungkinan hidup kembali.

diamonds_are_forever_by_jordan_pacman-d4zuflq

foto: jordan-pacman

Berpikir seperti itu, saya percaya ada juga orang yang bolak-balik ‘nyaris’ dijemput oleh maut namun selalu selamat. Kalau dalam film barangkali James Bond. Kita sebagai penonton akan terheran-heran, ‘Lha, kejadian kayak gitu, kok selamat terus? Nggak mati-mati juga?’ Namanya juga film, dikibulin oleh komunitas Hollywood kita manggut-manggut kagum dan salut. Namanya juga dunia hiburan, ya anggaplah hiburan saja. Tapi dalam kehidupan sebenarnya orang yang paling beruntung pun tidak akan sepanjang usia James Bond, yang dalam sejarahnya diperankan oleh tujuh aktor: Sean Connery (1962–71; 1983), David Niven (1967), George Lazenby (1969), Roger Moore (1973–85), Timothy Dalton (1987–89), Pierce Brosnan (1995–2002) dan Daniel Craig (2006–saat ini). Jika Anda memiliki malaikat pelindung yang sama dengan James Bond, … wouw..luar biasa!

But no! Tidak ada orang yang memiliki malaikat pelindung yang sama persis dengan James Bond. Bahkan orang yang paling sering lolos dari maut pun pada akhirnya akan mati. Perannya dalam kehidupan tidak akan digantikan oleh aktor lain. Finish. Kaputt. Tidak berlanjut lagi. Nah, saya lalu menyoroti ‘Malaikat Pelindung’ yang ada disekitar kita. Apakah kita sadar siapa malaikat pelindung yang ada disekitar kita? Yang sudah pasti menjadi malaikat pelindung adalah ayah dan ibu. Mereka selalu ada disisi kanan dan kiri dalam perjalanan hidup kita. Terlepas dari segala konflik dan gesekan pribadi yang kita miliki dengan ayah dan ibu, ketidak-sepahaman, ketidak-cocokan, selalu ada kesadaran dan kesedihan mendalam jika kita jauh atau terpisahkan dengan mereka. Dalam beberapa bulan ini saya lihat dan saksikan beberapa teman, menghadapi perpisahan dengan malaikat pelindung mereka. Ada dua orang yang ayahnya wafat mendadak. Ada yang Ayahnya wafat dan dalam waktu sebulan ibunya menyusul. Ada yang ayahnya masuk ICU dan dalam waktu sebulan ibunya harus di kemoteraphy. Kesedihan! Kesedihan yang luar biasa adalah ketika ‘Malaikat Pelindung’ kita tak lagi mampu melanjutkan perannya di dunia sebagai malaikat pelindung.

angels-walk-among-us

foto: quote.img

Selain ayah dan ibu. Tentunya ada orang-orang lain yang menjadi ‘Malaikat Pelindung’ kita. Bisa jadi kakak atau adik atau kerabat, bahkan teman-teman. Untuk kasus saya yang memang tidak banyak merasakan kedekatan dengan kerabat, saya merasa bersyukur memiliki banyak teman yang beberapa diantaranya saya rasakan kebaikannya seperti ‘Malaikat Pelindung.’ Ada beberapa teman yang sikapnya santun, halus, baik dan tidak pernah menyakiti orang lain. Sebaliknya tanpa sadar, saking baiknya sikap mereka, orang lain acapkali meremehkan dan berbuat sesukanya. Ini saya sadari dengan melakukan introspeksi diri. Ada seorang kawan yang selalu memberikan kegembiraan pada saya, tetapi jika ia melakukan kesalahan tanpa sadar saya langsung protes keras. ‘Lho kok gini? Lho kok gitu?’ Padahal ia tidak pernah sekalipun komplen, mengkritik, menyindir dan menyudutkan apapun sikap dan perilaku saya. Sebaliknya tanpa sadar atas nama spontanitas, jika tidak puas dengan sikapnya saya langsung berbicara secara terbuka. Perlahan sikap kawan saya ini membimbing saya untuk mengerti arti kebijaksanaan yang sesungguhnya. Saya menyesal, sering berlaku kasar padanya. Its just me, my personality! Yang memiliki sikap pribadi kasar dan langsung ceplas-ceplos, tidak sebaik dan selembut para ‘Guardian Angels.’

Kawan yang lain mengatakan pada saya, ‘Ageing is a default BUT Maturity is an option.’ Maksudnya menjadi tua dan lemah itu adalah sebuah kepastian, tetapi menjadi bijaksana seiring dengan waktu itu adalah sebuah pilihan! Ayah dan ibu, pada suatu titik akan tiada, kembali padaNya. Kemudian peran diubahkan pada kita yang oleh keadaan akan menjadi ‘Guardian Angels’ bagi anak-anak kita. Demikian pula kita menerima kebaikan orang-orang yang ada disekeliling kita, entah pasangan hidup, kerabat, teman dekat, para sahabat. Mereka juga adalah malaikat pelindung yang ada disekeliling kita. Sudah seharusnya kita juga juga melakukan perbuatan baik yang sama dengan menjadi malaikat pelindung bagi orang lain yang ada disekeliling kita. Cara sederhana untuk memulainya mudah: mencoba berusaha untuk tidak menyakiti hati orang lain. Cara yang gratis dan tanpa modal apapun, kecuali niat untuk menjadi baik. Saya benar-benar merasa terpukul pada hari ini, menyadari betapa sering saya meremehkan dan menyakiti hati para malaikat pelindung saya! (tulisan ini untuk : Vicky Kotambunan dan Sofia Su, orang-orang yang saya pikir adalah jelmaan malaikat yang turun ke bumi.)

Keterangan foto :

  • Diamonds are forever, adalah salah satu film James Bond. Para penolong yang ada dalam kehidupan kita, perbuatannya akan abadi dalam kenangan kita, seperti permata.
  • Tidak semua bidadari ada di surga. Banyak juga yang berjalan di permukaan bumi, … seperti Anda.
Facebook Comments
Telah dibaca 353 x , hari ini 1 x

About Josephine Winda

2 comments

  1. katedrarajawen

    Melakukan kesalahan dan masih bisa menyadari, maka pasti ada jalan menuju kepada kebaikan, masalahnya adalah bila sudah melakukan hal yang salah tapi tetap mehttp://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gifrasa benar sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif