Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Hari Ini Akan Menjadi Hari Kemarin

Hari Ini Akan Menjadi Hari Kemarin

Apakah Anda sadar bahwa hari ini akan menjadi hari kemarin pada suatu masa di kehidupan? Pasti mayoritas akan menjawab, “Ya sadarlah! Memangnya kami gila? Masakan tidak tahu perbedaan hari ini dan hari kemarin?” I know, diucapkan memang mudah. Hari ini pasti akan berlalu dan akan menjadi hari kemarin. Tetapi menyadari dan meresapi hari ini dengan nafas kehidupan yang terkuat dan dengan kekhawatiran sepenuhnya tentang hari esok apakah pernah? Gimana tuh? Honestly, saya juga nggak tahu cara ngomongnya. Bagaimana ya menceritakannya?

Gini, … tadi saya mendengar lagu yang sangat jadoel ketika pergi makan dengan seorang teman. Judulnya ‘Sorrow’ — dinyanyikan oleh Mort Shuman. Well, penyanyinya sudah meninggal pada tahun 1991 dan lagu ini pertama dinyanyikan pada tahun 1976. Wouw! So? Apakah saya gila? Kok saya masih ingat-ingat lagu purba seperti ini? Lagu ini saya dengar ketika saya masih SD. As I said, Ibu suka memutar lagu-lagu barat lama (oldies) di rumah kami. Saya tinggal di kota kecil yang walaupun bukan desa banget, tapi saat itu untuk menemukan seseorang dengan kemampuan berbahasa Inggris di tempat tinggal saya sangat minim. Semua orang ngomong jowo! Tapi sekalipun sama sekali nggak bisa berbahasa Inggris telinga saya cukup tajam menangkap bahwa lagu ini suwediiihhh banget. Bukan sekedar ‘sedih’ — tapi ‘suweedih’ banget. Saya jadi penasaran. Lagu apa sih ini? Ceritanya tentang apa?

Berbekal insting dan rasa ingin tahu yang besar, timbul minat saya pada bidang bahasa. Khususnya bahasa Inggris. Yang walaupun hanya les asal-asalan pada akhirnya saya cukup menguasai. Hanya berbekal sering mendengar di masa lalu dan timbul rasa ingin tahu. Sekarang saya tahu lagu sorrow artinya “Derita” dan syairnya mellow. Kurang lebih seperti ini, “Derita. Saya menderita sejak berpisah denganmu. Tidak percaya bagaimana kita bisa berpisah? Pagi terasa sedih, malam hari terasa sedih. Kupikir aku akan menghabiskan waktu bersamamu hingga akhir hayat.” Okay, syairnya lebay dengan muatan dangdut kental? Mungkin! Tapi melodi atau musiknya –beneran super sedih dan terdengar tajam di telinga saya. Sensitif, sehingga mendengarkan lagunya saja saya langsung merasa sedih. Padahal saya nggak pernah break-up dengan siapapun hingga sesedih itu. Lagu ini bagian dari ‘Hari Ini Saya’ yang telah menjadi ‘Hari Kemarin Saya.’ Hari ini –> ketika saya masih kecil, SD, masih melompat-lompat dan mendengar kaset dengan gembira, masih memiliki ibu dan kehidupan anak kecil yang serba indah. Hari kemarin –> karena sekarang saya mendengar lagu ini berpuluh tahun kemudian. And Instantly,…I feel sad! Dengar lagu itu, saya langsung merasa sedih.

hari ini

foto goodreads-andy andrews

Apakah pernah mendengar ‘Butterfly Effect’ ? Teori tentang kekacauan. Mmmm,… Bisa juga sih kekacauan hidup Anda atau saya. Hah?! Hidup kacau ada teorinya? Istilah ini pertama kali di pakai oleh Edward Norton Lorenz. Teori lucu yang menyatakan bahwa sebuah kepakan sayap kupu-kupu di Hutan Brazil akan menghasilkan sebuah tornado di Texas beberapa bulan kemudian! Hah??! Kok bisa? Sepertinya pola-pola kecil yang teratur jika ditumpuk banyak akan menjadi sebuah momen besar yang tidak teratur. Gimana sih maksudnya? Mumet. Gini, waktu kecil misalkan Anda rajin bolos sekolah. Pertama membolos sebulan sekali, lalu sebulan dua kali. Lama-lama malas sekolah. Kemudian drop-out. Lalu bodoh dipelihara, tidak punya gagasan. Pada usia 5o tahun, Anda adalah seorang penarik becak disebuah pengkolan jalan! Yup, itulah kepakan sayap kupu-kupu Anda. Kepakan sayap kupu-kupu saya ketika pertama kali saya mendengar lagu barat dan sama sekali nggak mengerti artinya. Dan HARI INI, satu bule saja yang ngomong NYINYIR, telinga saya langsung terangkat tajam! Loe pikir gue nggak tau kalo loe nyindir gue ha?? Kurang lebih seperti itulah kepakan sayap kupu-kupu dalam kehidupan kita yang barangkali someday akan menjadi topan badai di masa depan kita.

Sweet isn’t it? Sungguh manis bahwa ‘hari ini’ akan segera menjadi ‘hari kemarin’ Anda. Pola-pola kecil yang Anda lakukan pada hari ini akan menjadi sebuah momen besar dikelak hari depan Anda. Sebagai ‘buah’ dari hal-hal yang sudah Anda ‘tabung’ sebelumnya. Yah, berhati-hatilah. Tidak semua yang kita tabung baik, ada kalanya tanpa sadar kita menabung hal-hal yang tidak baik. Bagaimana ‘buah’nya kelak? Waduh,… Kemungkinan besar ya pahit. Ada pola-pola. Ada teman yang suka bohong dan curang pada teman yang lain. Ada suami yang suka kasar pada istrinya. Ada ibu yang melupakan anak-anaknya. Ada anak yang berani pada ibunya. Ada pola-pola yang terus ditimbun secara teratur. Rajin makan gorengan dan hidangan kolesterol tinggi tanpa berpikir panjang. Lalu malas olah raga. Yang ada di kepala cuma makan enak dan hidup gampang. Itu adalah pola-pola yang hasilnya bisa jadi hubungan-hubungan yang tidak harmonis atau kesehatan yang terganggu. Ada pola-pola yang Anda ingkari. Dan itu akan menjerat Anda pada suatu hari. Perbaikilah ketika masih ada waktu. Ada pola-pola yang juga saya ingkari di masa lalu dan sekarang dengan sekuat tenaga saya perbaiki. Saya kembalikan pada rel kehidupan saya yang seharusnya. Butterfly effect: hanya karena mendengar lagu Sorrow, saya langsung sedih. Ingat ibu, yang secara tak langsung memicu minat saya pada pendalaman bahasa Inggris. Dan saya benar-benar sedih karena rasanya saya lebih banyak jahat kepada ibu ketika beliau masih hidup daripada membahagiakannya. Sorrow, sorrow in my heart… I miss u mom!

Facebook Comments
Telah dibaca 93 x , hari ini 1 x

About Josephine Winda

4 comments

  1. katedrarajawen

    Sama juga dengan satu hinaan bisa menjadi kepakan sayap pada kehidupan yang akan datang, bisa menghadirkan efek positif maupun negatif kan?

  2. yah, saya pernah mendengar butterfly effect… teori tentang ‘chaos’ mungkin yang lebih masuk akal adalah “domino effect” :D

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif