Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Sudah Tua Enaknya Ngapain?

Sudah Tua Enaknya Ngapain?

Udah bolak-balik saya cerita, tetangga kebanyakan oma-opa. Lansia. Tadi dalam sebuah pertemuan beberapa orang teman yang juga mulai termasuk kategori lansia mengajak berkunjung ke panti Jompo. Ada kenalan lama kami yang menetap disitu Oma Anna. Oma Anna tidak menikah, otomatis tidak punya anak. Ketika usianya sudah bertambah, ia memutuskan untuk masuk panti jompo. Oma Anna juga punya julukan Oma Amerika, tipe ibu-ibu sepuh yang pandai bahasa Inggris dan Belanda. What? Anda melirik saya? Apakah nanti saya tua dan jompo seperti Oma Anna masih sok mau ngomong nginggris tea? Nggak tahu juga deh! Kalo belum pikun bisa saja. Kalau boleh milih, saya ingin punya julukan Oma Espanola aja biar seksi dikit, udah oma-oma juga maunya ganjen. Jangan too mainstream lah dijuluki oma-oma Belanda atau oma Amerika. He-he,…

Pergossipan berlanjut ke masalah panti Jompo. Mungkin harus ada statistik panti jompo dari kementrian manusia dan kebudayaan? Saya tidak berpikir panti jompo harus selalu diurus oleh departemen agama. Jompo bukan masalah sudah tua dan melulu harus dikasihani, memelas. Nggak gitu juga kali. Bagaimanapun juga asalkan masih cukup sehat orang-orang tua juga mampu melakukan banyak aktivitas. Berapa kira-kira jumlah panti jompo ditanah air? Berapa persen milik negara? Berapa persen milik swasta? Dan berapa persen dari lansia yang menikmati ‘kemewahan’ masa tua dengan tinggal di panti jompo? Salah satu sahabat oma Anna menurut kisah adalah wanita tua yang cukup kaya. Rumahnya di Menteng! Wouw,... Sayang beliau tidak punya anak dan suaminya sudah meninggal dunia. Itulah, kekayaan pun tidak dapat membeli ‘keluarga.’ Mau kayanya seberapa kalau sudah takdir, tidak punya anak dan suami, tinggal sendiri kemudian menua, tentu saja kesepian. Oma Menteng ini bercerita ia mikir hingga empat tahun lamanya sebelum memutuskan untuk masuk panti jompo. Sebegitu menakutkannyakah masuk panti jompo? Bisa jadi! Setelah masuk panti, Oma Menteng ternyata merasa sangat gembira. “Tidak ada penyesalan sama sekali,” Ujarnya.

old-age-saying2Kemudian pembicaraan juga mengalir bahwa panti-panti itu berbeda-beda sifatnya. Ada panti yang kebanyakan diisi oleh oma-oma berbahasa Belanda/ Inggris seperti oma anna dan oma menteng. Ada panti yang kebanyakan berisikan oma berbahasa Mandarin. Lalu ada panti Oma-Opa ‘the have’. What? Iya jadi panti jomponya didesign seperti di luar negeri. Dengan susunan kamar yang mirip hotel berbintang. Terdiri dari ruang tamu, ruang tengah, ruang tidur dan kamar mandi. Kemudian ada dokter yang selalu siap sedia. Ada pemuka agama yang selalu membimbing. Oma – opa juga bebas untuk curhat dan konsultasi psikologis. Lalu ada club khusus oma-opa yang melakukan semacam kegiatan seperti latihan dansa. Waduh? Yang muda saja boro-boro sempat latihan dansa, nonton ke bioskop juga barangkali jarang-jarang. Tapi itulah sedikit gambaran tentang panti jompo, yang kebanyakan memang dikelola oleh swasta. Kalau yang dikelola negara saya belum dengar dan belum tahu seperti apa keadaannya? Saya pernah berkunjung sekali ke salah satu panti, long-long time ago ketika usia saya masih sangat muda dan baru lulus kuliah. Terharu lho,…dikunjungi oleh siapa saja Oma-Opa happy banget. Mengajak bersalaman dan bercakap-cakap! Saking senangnya, masih ada yang mengingat dan mengunjungi.

Sebagai informasi tambahan, kelompok-kelompok yang mengunjungi panti jompo juga bermacam-macam. Dari kelompok keagamaan hingga korps tentara! Iya, pernah ada mobil-mobil truk tentara datang dan berkunjung ke sebuah panti jompo. Para tentara menghibur opa – oma, membuat mereka sangat gembira dan bahkan tertawa terbahak-bahak. Sudah tua enaknya ngapain? Jangan telat mikir, ketika Anda sudah berusia tujuh puluh tiga baru mikir, hendak bagaimana menjalani sisa umur? Tak ada salahnya berpikir sejak sekarang. Memang tampaknya yang berkeluarga dan memiliki banyak anak akan merasa beruntung, banyak anak yang nantinya akan menampung orang tua. Tetapi anak-anak sesungguhnya dilahirkan bukan untuk orang-tuanya bergantung hidup kelak. Bukan seperti itu. Anak adalah titipan Tuhan yang dilahirkan melalui orang-tuanya. Sejak dini orang-tua sebaiknya memiliki rencana bagi masa jompo atau masa pensiunnya. Sudah tua enaknya ngapain ya?

Facebook Comments
Telah dibaca 74 x , hari ini 1 x

About Josephine Winda

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif