Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Teman Dalam Selimut

Teman Dalam Selimut

Jangan berkonotasi negatif hanya karena judul yang ditayangkan sudah sangat mengundang. Padahal pembahasan yang akan dibicarakan mungkin sama sekali berbeda, jauh dari dugaan. Perhatikan teman-teman disekitar Anda. Mungkin ada satu atau dua orang yang diam-diam adalah fans/follower atau penggemar Anda. Apa saja yang Anda lakukan ia ingin tahu. Apa saja yang Anda kenakan ia ingin meniru. Apa saja tindakan yang Anda perbuat, ia akan menconteknya. Dalam kehidupan sehari-hari ya sudah biarkanlah. Anggap saja Anda beruntung, bukan tokoh, bukan selebriti tetapi Anda menjadi panutan. Amin!

fakeDalam dunia kerja ada satu hal yang menarik perhatian saya. Seorang copy-cat, peniru ulung. Apapun ide Anda dalam bekerja atau berkreasi maka copy-cat ini akan mencontek semua gerak-gerik Anda. Fatal akibatnya jika Anda punya gagasan brilliant bagi perusahaan lalu tanpa sadar ketika mengemukakannya, teman Anda mencuri dengar, mengambil gagasan itu, menyodorkannya pada atasan dan diakui sebagai hasil karyanya. Pahit! Thats why, dengan bekerja secara independen potensi merugi secara kreatif lebih berkurang. Karena Anda bekerja sendiri dan mandiri. Jika Anda mendulang kesuksesan, Anda tidak membaginya dengan orang lain, karena tokh semua adalah jerih payah Anda sendiri. Bekerja di perusahaan atau dalam team tentu akan sangat jauh berbeda keadaannya. Anda harus cermat dan sedikit waspada. Ada ‘teman dalam selimut’. Sepanjang pengetahuan anda ia terlihat baik, akrab, selalu ada disekitar Anda dan banyak menolong. Tetapi bisa jadi diam-diam ia menyerap semua ilmu Anda dan lalu mengambilnya untuk menonjolkan diri sendiri.

Bukankah berbagi ilmu itu baik adanya? Tentu saja sangat baik! Ketika dengan kesadaran penuh kita ingin berbagi ilmu atau keahlian kita dengan orang lain. Khususnya dengan teman kita sendiri. Tetapi menjadi naif dan lugu, ketika kita membantu, mengajarkan dan menularkan semua keahlian kita kepada seorang teman. Kemudian diam-diam di belakang punggung teman tersebut berusaha untuk mengungguli kita, meraih prestasi atau posisi di perusahaan yang kita idamkan. Dan kita sama sekali tidak memiliki bayangan atau kecurigaan bahwa akan ada seorang teman yang berbuat semacam itu. Ini bukan masalah iri terhadap keberhasilan orang lain, tetapi masalah copy rights atau hak cipta yang diam-diam diambil oleh teman dan diaplikasikan bagi kepentingan dirinya sendiri. Kalau hanya sekedar tetangga yang meniru resep rahasia ayam goreng serundeng milik kita, ..hya, sudah relakan dan ikhlaskan. Tetapi ketika kita sedang merintis karir, bekerja di perusahaan besar, lalu gagasan kita tentang sebuah iklan komersial yang pada akhirnya sangat laku, ternyata dicontek dan dipaparkan duluan oleh teman sendiri. Berapakah kerugian kita? Spechless, tak mampu berkata-kata!

friendsKerugian yang paling utama tentunya adalah kehilangan TRUST atau kepercayaan terhadap teman dalam selimut kita. Yup, pada dasarkan kita sudah kehilangan satu teman. Karena kita kecewa dengan sikapnya yang culas dan mencari keuntungan dengan mengamati segala gerak-gerik kita. Menempel dekat dengan kita! Lebih baik teman dalam selimut atau musuh dalam selimut? Bagi saya lebih baik musuh dalam selimut. Setidaknya ada label musuh, sejak awal berdekatan mungkin ia sudah punya niat memasang kuda-kuda, berniat berkompetisi atau menjatuhkan. Tetapi teman yang selalu ada disisi, menjadi tempat kita bertukar pikiran dan berbagi keseharian dan sepertinya tidak punya niatan apapun. Lalu mendadak saja ia melakukan sebuah lompatan besar dengan menginjak kepala kita? Pasang wajah tanpa dosa pula, mempertahankan niatan masih ingin berteman. Creepy! Owh. Syukur kepada Tuhan saya tidak pernah mengalami kejadian semacam ini. Paling banter hanyalah resep sambel goreng saya yang dicuri oleh tetangga. He-he… Tapi saya pernah menyaksikan seseorang yang benar-benar digulingkan dari kursi kekuasaannya oleh temannya sendiri. Bahkan termasuk anak buah kesayangannya. Disaat terakhir ia hanya sempat berteriak kesal dalam sebuah meeting, “Kalian menusuk saya dari belakang!” Beware, ada teman yang ujung-ujungnya memang musuh dalam selimut!

Telah dibaca 133 x , hari ini 1 x

About Josephine Winda

Leave a Reply

Your email address will not be published.