Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Hidup Ini Ada Maknanya

Hidup Ini Ada Maknanya

Barusan saya bermain SUDOKU. Kalau ada yang belum tahu, itu adalah permainan menyusun angka pada kolom dan baris dengan aturan baku. Tidak ada angka yang berulang dalam kolom dan baris yang sama. Misal angka 7 sudah muncul, ia tak boleh muncul sebaris atau sekolom dengan angka 7 lainnya. Saya suka permainan seperti ini karena mengajarkan seseorang untuk cermat dalam berpikir. Dengan timer, maka waktu akan dibatasi. Semakin cepat menyelesaikan waktunya maka akan semakin baik bagi para pemain. Permainan yang menantang seperti ini membuat kita seringkali menebak-nebak dan membuat kesalahan dalam melakukannya. Tetapi tak mengapa, coba saja terus hingga ‘game over.’ Namanya juga game.

life wellTidakkah hidup ini juga seperti itu? Menebak-nebak dengan berusaha mengisi kolom dan baris yang tepat untuk kita jalani? Hidup seperti apa yang kita inginkan? Pasangan hidup seperti apa? Anak seperti apa? Pekerjaan atau karir seperti apa yang kita inginkan? Ada kalanya orang tidak berpikir panjang hanya menjalani saja. Karena kalau dipikir terlalu mendalam nanti menjadi pusing, terbeban dan depresi. Sebaliknya jika hidup tidak berpikir sama sekali, bagaimana jika ‘timer’ mendadak berbunyi lalu permainan menjadi game over? Game over adalah batasan waktu dalam permainan. Demikian pun dalam hidup ada batasan waktu. Ada yang meninggal di usia muda belia, ada yang baru dilahirkan, jabang bayi langsung tiada. Ada yang meninggal di usia lanjut. Okay, taruh kata rata-rata kita meninggal di usia cukup lanjut. Berapa? 60? 70 tahun? Delapan puluh dan sembilan puluh, meninggal dalam keadaan renta, tanpa olahraga rutin, asupan gizi seimbang dan senyum terus dalam menjalani hidup, rasanya mustahil. Jadi sekarang usia kita berapa? Kalau masih 5 atau 10 tahun, mungkin masih aman!

Tapi begitulah, hidup ini seolah game yang suatu saat bisa over. Selama di kehidupan hendaknya kita melakukan langkah-langkah seperti dalam permainan sudoku. Melihat rentetan angka dalam kolom dan baris. Mana yang sudah dilakukan, mana yang belum? Mana yang dilakukan secara salah? Dan bagaimana memperbaikinya? Ada yang membuat kesalahan sama berulang-kali tetapi tidak punya inisiatif untuk memperbaikinya. Ada yang asal mencoba, apapun dilakukan yang penting mencoba. Ada yang lamban dan sangat berhati-hati sehingga sebenarnya sama sekali tidak bergerak kemana-mana. Ada yang menjadi penjudi ekstrim. Gagal dan jatuh ke jurang terdalam, namun segera bangkit memulai lagi. Terlintas dalam benak saya bahwa hidup ini memang seperti permainan sudoku. Ada yang cepat, cermat dan tangkas memainkannya. Sehingga dalam waktu singkat mampu mencapai tujuan. Ada yang tidak betah dan mudah putus asa. Ada yang malas mikir. Well, hidup ini pilihan dari yang menjalani saja. Niatnya mau bagaimana?

Tetapi setidaknya saya yakin hidup ini MEMILIKI MAKNA. Semakin lama menjalani semakin terpetik pelajaran dari hal-hal yang telah lalu. Untuk saya pribadi, hal-hal itu mencengangkan. Amazing! Ketika terjadi sebuah peristiwa pilu dalam kehidupan, kita kadang tidak bisa berpikir jernih. Yang muncul hanya sebuah pertanyaan besar. Mengapa ini terjadi dalam kehidupan saya? Why oh why? Dan ketika peristiwa itu berlangsung, rasanya sulit sekali untuk mencari makna. Seolah kita hanya mampu menuduh, “Tuhan tidak adil kepada saya.” Setelah berlalunya waktu, saya mulai melihat jalinan benang merah yang ada. Kita mengalami berbagai peristiwa dalam hidup, karena ada “MAKNA” yang harus dipetik. Bisa jadi makna itu bagi diri kita sendiri. Bisa juga makna itu berguna bagi orang lain. Makna memang tidak bisa disadari dan diambil seketika oleh seseorang. Butuh waktu mengendap untuk melihat kejernihan sebuah makna yang muncul ke permukaan. Pada saat tertimpa masalah kita seringkali TIDAK MENGERTI. Apa maksudnya masalah itu? Tetapi ketika kita MENGERTI kita lalu menyesali, mengapa dulu tidak saya perbuat hal yang benar sehingga tidak membuang waktu untuk hal yang salah?

Yah, pencipta SUDOKU kehidupan kita adalah Tuhan. Apa boleh buat, apapun yang kita lakukan di masa lalu tidak bisa diulang kembali. Baik atau buruk itu sudah berlalu. Sekarang saatnya memetik makna dari ‘langkah-langkah’ yang dahulu sudah kita lakukan. Apakah ada orang yang TIDAK MENGERTI MAKNA HIDUPNYA? Saya rasa ada. Bahkan mungkin jumlahnya cukup banyak. Sebagian besar manusia “MELAYANG” dalam menjalani hidupnya. Pokoknya jalani saja kemana kaki melangkah. Sepanjang kita selalu berpegang pada Tuhan, masih tertolong. Masih ada obor cahaya di kehidupan. Bagaimana dengan orang yang hidup dengan kemauannya sendiri? Dengan caranya sendiri? Dengan kekerasan sikapnya sendiri? Dengan nge-blank? Alias tidak berpegang pada hal apapun kecuali diri sendiri? Hya ampun? Memangnya siapa sih kita ini? Hanya sekedar debu di kehidupan! Ya apa boleh buat hidup orang-orang semacam itu mungkin kehilangan makna bagi dirinya sendiri, tetapi tetap bermakna bagi orang lain. Orang akan melihat dan mempelajari bagaimana langkah-langkah buruk akan berakhir buruk dan langkah-langkah baik akan berakhir baik. Semakin lama saya bermain dalam SUDOKU kehidupan, kadang-kadang semakin menakutkan. Mengapa? Karena makna yang bermunculan terlalu banyak! Kapan kita akan memiliki waktu untuk mempelajari semuanya? Bagaimana dengan timer? Jika game over? Kita,…hanyalah setitik debu di kehidupan…

Telah dibaca 68 x , hari ini 1 x

About Josephine Winda

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif