Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Nila Setitik Melebar Kemana-mana

Nila Setitik Melebar Kemana-mana

Berdiskusi dan menggosip itu kadang-kadang beda tipis bagi saya. Kadang awalnya bermaksud tukar pikiran ingin tahu bagaimana pendapat orang lain tentang suatu peristiwa atau perilaku seseorang. Tetapi seringkali pembicaraan menjalar dari satu titik kecil menjadi sebuah noda yang besar. Awalnya mungkin hanya ingin tahu pendapat teman tentang kekerasan dalam rumah tangga lalu berakhir dengan gossipan ‘Si anu sering digebugin suaminya kan?’ Sebaliknya seseorang yang berusaha bersikap baik dengan menjaga segala perkataannya dengan ‘ya-tidak-mungkin-lumayan-boleh-nggak tahu.’ Terasa sangat membosankan bagi saya. Ini manusia atau tembok? Diajak ngobrol kok jaim abis?

Akhirnya saya ambil jalan tengah. Saya tetap “nyablak” menjadi diri saya sendiri. Tetapi saya memilih komunitas atau orang-orang yang saya pandang “bisa mengerti diri saya.” Sama seperti saya juga berusaha memahami beberapa orang dengan “sikap-sikap” yang bagi orang lain tidak bisa ditoleransi. Ada orang-orang yang cocok dengan kita dan ada juga yang tidak cocok. Bergaul hanya sebatas basa-basi. Ada yang cocok dan bergaul hingga terbuka semua kulitnya. Dan saya termasuk orang yang cukup ketus pada sahabat-sahabat saya. Saya loyal tetapi saya tidak suka menjadi bodoh dengan loyalitas. Jika ada teman yang bersikap kurang baik atau kurang tepat kan sudah seharusnya kita mengingatkan mereka? Teman seperti apa kita ini, jika kita membiarkan teman kita menempuh jalan yang salah atau bahkan hingga terperosok?

Yang menjadi masalah hanyalah sulitnya manusia membedakan percakapan yang mencerahkan dengan gossip yang digosok makin sip! Saya juga kadang-kadang kesal dan berkomentar kurang pantas tentang orang-orang yang saya anggap sudah bolak-balik saya ingatkan, masih tidak berubah sikapnya. Pada akhirnya memang tidak semua orang memiliki respons yang sama. Ada yang ikut emosional mendengar kisah kita. Ada yang kepo ingin tahu semakin dalam tentang hal yang kita ungkap. Ada yang jaim menjawab dengan pendek-pendek dan kaku. Padahal mungkin kita juga butuh response yang lebih jelas tentang permasalahan tersebut. Pada dasarnya saya mengkhawatirkan nila setitik jadi melebar kemana-mana gara-gara berniat tukar pikiran dengan seseorang.

Lalu bagaimana ini? Saya pikir berdoa saja tentu tidak akan memberikan solusi masalah. Kadang mau tak mau kita harus bertanya pada seseorang. Mungkin orang yang kita anggap bersikap dewasa. Mungkin orang yang sepertinya pernah mengalami hal yang sama. Mungkin orang yang memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan permasalahan yang hendak kita tanyakan. Bagi saya, bercakap-cakap dengan seseorang ada kalanya ‘membuka cakrawala atau gagasan baru.’ Ting! Oh, ya…. Saya harus berbuat begini atau begitu. Semakin yakin karena sudah bercakap-cakap dengan seseorang.

gossipsquotesBagaimana kita bisa mempercayai seseorang? Sejujurnya sulit. Yang paling bisa dipercaya adalah ‘mengadu pada Tuhan.’ Dia maha mengetahui dan mendengar semua yang kita alami. Tetapi tentu saja tidak seorang pun yang mampu mendengar suara Tuhan bergaung keras seperti suara narrator dalam film atau drama. Tak ada salahnya mencurahkan pikiran pada orang-orang yang paling kita percayai di kehidupan ini. Bagaimana jika rahasia kita diceritakan pada orang lain? Bagaimana jika kisah yang kita ceritakan dijadikan bahan gossipan? Menyangkut diri saya pribadi, saya tidak keberatan orang-orang mendiskusikan sikap dan perilaku saya. Bahkan menjadi bermanfaat seandainya peristiwa pribadi yang saya alami mampu menjadi contoh atau refleksi bagi kehidupan orang lain. Seandainya pun misalkan saya digebugin suami lalu dijadikan bahan perbincangan orang-orang lain dibelakang punggung. Fine! Setidaknya mereka bisa belajar kira-kira bagaimana kecenderungan suami yang KDRT. Tetapi jangan sampailah didepan saya berkomentar, “Eh katanya elo suka digebugin laki elo?? Bener yah?” Hya ampun,…punya mulut dijaga atuh! Emang beneran? Hedeh,… contoh kasus bro…contoh kasus…. Seneng amat kalau ada gossip heboh??

Facebook Comments
Telah dibaca 85 x , hari ini 1 x

About Josephine Winda

2 comments

  1. Turut prihatin pula bila sampai ada KDRT. Kalau menurut saya… pada dasarnya, pelaku jenis ini cenderung sulit berkomunikasi dan miskin kosakata sehingga berargumen dengan fisik supaya menang.
    nitip blog baru kemarin sore: http://webid.web.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published.

http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif